
Hari ini Raheell sampai di Indonesia untuk menemui orang tua Bian untuk memitak pada orang tua Bian untuk merestui hubungan Mia dan Bian.
Raheell datang hari ini sebagai kakak Mia bukan sebagai bosnya,Hari ini Raheell datang baik-baik pada mama Bian dan membicarakan ini dengan cara yang baik agar masalah mereka tidak terlalu lama.
Raheell diantar oleh Doin dan Dita hari ini kerumah Bian kerena Dion yang tahu tempat tinggal orang tua sahabatnya itu.
"Kak apa kakak yakin mama Bian bisa menerima ini semua,aku takut mama Bian masih tetap mempertahankan ucapannya itu."ucap Dita saat ini.
"Semoga saya Mamanya Bian bisa mengerti kondisinya mereka saat ini,aku melihat Bian sangat terpukul atas kepergian Mia saat ini."icap Raheell sedikit iba pada Bian.
"Semoga saja kak,hari ini atas kedatangan kakak bisa merubah keputusan mamanya itu."sambung Dion pada Raheell.
"Sekarang bagaimana kedaan Bian kak,apa dia baik-baik saja disana??"ucap Dita pada Raheell.
"Saat ini dia tidak begitu baik,karena masih ada yang menemani dia disana orang kepercayaan dia disana."
"Siapa orang nya kak?" ucap Dion.
"Him ada bersamanya saat ini dia akan membantu apa yang dibutuhkan Bian selama satu minggu ini dia dijerman."jelas Raheell pada kedua orang itu.
"Syukurlah ada bersama Him,kerena Him teman dia juga orang yang dipercaya selama ini dalam bisnisnya."ungkap Dion.
"Kalian tidak usah terlalu pikirkan ini semua aku akan membantu mereka berdua jika mama Bian tidak mau mendegar Kata-kata kita nantik."ungkap Raheell dengan sungguh-sungguh.
Tidak lama mereka bertiga saat ini sampai juga dikediaman orang tua Bian.Raheell dan Dion turun dari dalam mobil sambil megamati sekitar rumah itu.
"Ayok kak kita masuk mungkin saja papa Bian ada dirumah saat ini karena aku masih melihat mobilnya masih ada terpakir dihalamam."ungkap Dion.
" Ayok"ucap Raheell pada keduanya.
Dion memencet bell rumah Bian beberapa kali tidak lama asisten rumah tangga yang ada dirumah itu keluar dengan membukak pintu.
"Eeeh Den Dion."kata bik surti yang sudah lama berkerja dirumah itu.
__ADS_1
"Tante sama om ada gak bik dirumah?" tanya Dion pada bik surti.
"Ada den,silakan masuk dulu den,tuan dan nona,dan silakan duduk saya akan paginya tuan dan nyonya dulu."ucap biak surti masuk kedalam untuk memagail majikannya.
Dion dan Raheell juga Dita menunggu tuan rumah itu diruang tamu,tidak begitu lama pak Hamit dan buk mira datang besama dengan suaminya untuk menemui tamunya itu.
Pak Hamit meliha Raheell dan Dion juga bersama istrinya itu membuat hatinya sedikit cemas kerena pak Hamit belum sempat membicarakan masalah ini pada istrinya itu.
"Selamat siang tuan Raheell.sapa pak Hamit pada orang yang sangat dikenalnya itu.
"Selamat siang kembali tuan Hamit, maafkan kami jika menggunakan istirahat anda siang ini."ucap Raheell pada pak Hamit.
"Apa kabar tante om?" ucap Dion pada orang tua Bian.
"Dion kemana perginya Bian sudah dia hari Dia tidak kembali kerumah."ucap mama Bian sedikit tidak sopan berbicara pada Dion.
"Saya juga tidak Tahu tante saat ini Bian kemana."jawab Dion bohong.
"Ma sudah jangan marah-marah sama Dion,mana Dia tahu Bian kemana pergi."ucap papa Bian melarang istrinya itu.
"Tidak mungkin Dion tidak tahu kemana pergi anak manja kamu itu,kerena mama semalam dia mau kekota B untuk menyusul gadis miskin tidak tahu diri itu."ucap mama Bian mengeluarkan kekesalan pada mereka yang ada diruang itu.
"Sudah papa bilang,tutup mulut kamu itu yang tidak tahu malu ini,kita lagi ada tamu jaga mulut kamu yang tidak bisa berbicara baik itu."ucap pak Hamit marah pada istrinya itu.
"Biarkan saja tuan Hamit istrinya tuan menghina adikku yang miskin dan tidak tahu diri itu,saya sudah mengerti sekarang mengapa adik saya pergi meningalkan putra tuan saat ini karna mulut istrinya tuan tidak bisa berkata sopan pada adikku sedikit saja." sahutnya raheell pada tuan Hamit.
"Maafkan Adikku selama ini salah mencintai putra anda nyonya,tapi jangan salahkan jika putra anda meningalkan keluarga anda memilih hidup dengan adikku."ucap Raheell pada mama Bian penuh tekanan.
"Mungkin kedatang kami kesini tidak tepat saat ini Tuan Hamit, saya dan keluarga saya mintak maaf telah keganggu keluarga anda kerena adikku saat ini sangat mencintai putra anda,kami pamit untuk kembali lagi kekota B karena disini kami tidak akan mendapat kata yang baik untuk kebaikan Adikku dan Bian putra anda."ucap Raheell berdiri dan keluar dari rumah itu, juga diikuti oleh Dion dan Duta dibelakan Raheell.
"Tunggu tuan Raheell. "ucap pak Hamit.
"Ada ada pa tuan Hamit anda memagil kamiku?"ucap Raheell berenti danemutar lagi tubuhnya menghadap pada tuan Hamit.
__ADS_1
"Saya mintak maaf atas kelakuan istriku pada adik anda,kerena dia mungkin saja kurang ajaran sopan santun makanya dia tidak bisa melihat cinta dimata putranya itu."ucap pak Hamit menekankan Kata-kata itu agar istrinya itu tidak megagap orang yang dibawah semena-mena.
"Tidak masalah tuan Hamit saya akan menikah Bian dengan adikku tampa kalian,maaf jika ini saya lakukan ini untuk kebaikan mereka berdua,karena istri anda tidak akan pernah mengerti cinta itu tulus itu seperti apa." ucap Bian pada kedua orang yang berdiri didepanya saat ini.
"Apa kata anda tuan?sampai kapanpun saya tidak pernah menerima wanita rendahan itu,wanita yang pernah menjadi wanita malam itu."ucap buk mira menghina Mia kembali.
"Jaga mulut Anda Nyoya atas ucapan anda jika anda tidak tahu tentang asal adikku jangan semarangan anda mengucapkan kata wanita malam itu pada adikku."ucap Raheell emosi mulai tidak terkendali lagi.
Dita yang melihat raheell sudah tidak baik-baik saja,Dita cepat mengambil langkah agar kemarahan Raheell tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.
"Cukup tante,menghita kami sebagai wanita miskin yang tidak sebanding dengan kekaayaan anda punya,Jagan sampai anda kehilangan Bian sebagai ibunya yang selama ini sangat menghormati anda dan meningalkan keluarga demi hidup dengan wanita malam yang anda baru ucapkan."ucap Dita penuh tekanan.
"Maafkan kami tante, om sudah bikin ribut dirumah tante." ucap Dion mengajak Istrinya dan Raheell meningalkan rumah itu.
"Ayok kak kita pulang"ajak Dita pada Raheell.
Rahel berjalan kearah mobil dan masuk kedalam mobil itu dengan hati yang sangat panas.
"Sialan kalian apa dengan kekayaan itu kalian bisa meyombongkan diri kalian dengaan mudah kalian menghina orang ada dibawa kalian tampa tahu apa yang terjadi."
"Jangan sampai menyesal kamu wanita sialan."umpat Raheell penuh emosi didalam mobil Dion saat ini.
"Sudah kak,jangan seperti ini kita cari jalan lain untuk kebaikan mereka berdua." ucap Dita.
"Dion kamu suruh Givan dan keluarganya Untuk berangkat Hari ini juga ke Jerman Kau akan menikah mereka tampa restu wanita sialan itu."ucap Raheell penuh emosih dan kemarahan akibat mama Bian yang menghina Mia.
"Baik kak."
"Kamu Dita bersiap kita sampai dari sini langsung berangkat kejerman,aku akan adakan pesta buat mereka dalam minggu ini sebelum Bian membawa Mia pergi jauh dari orang tuanya,agar mereka hidup bahagia tampa bantuan orang tuanya lagi.ucap Raheell.
Dita hanya bisa mengikuti apa Kata-kata Raheell saat ini,Dita tidak bisa memakal Kata-kata Raheell yang selama ini menyayanginya seperti adik kandungannya sendiri.
*********
__ADS_1