
Sepulang dari tempat bian dan Mia, dion langsung menuju hotel membawa dita kembali kepeginapan.
Sampai dihotel dita tampak kecapean kerena seharian bersama dion hari ini.
Dion yang melihat dita kurang bersemangat sore ini, dion memeluk dita dari belakang,dita yang dapat perlakuan itu dari dion tampak malu.
"Hai sayang kamu capek ya jalan sama aku?
"Mas apa-apaan si main peluk aja,lepas dulu tangannya dari perutku mas,ucap dita sedikit malu pada dion.
" Sebentar aja aku gak ngapain kamu kok,aku cuma melepas rindu aja soalnya besok pagi aku sudah harus kembali ke tanah air."
"Tapi mas aku gak nyaman posisi kayak gini,ucap dita jujur.
"Sebentar aja ta,biarkan aku memeluk kamu sebentar saja."
"Tapi mas gak.....ucap dita terputus kerena tiba-tiba saja dion mencium bibir dita yang sudah lama inginkan dion.
Lama mereka dalam situasi seperti itu,membuat dita merasa sesak tak dapat bernafas dengan leluasa.
Dionpun melepaskan ciuman itu melihat dita kehabisan napasnya kerena ******* bibir dion saat ini.
Mereka berdua lama terdiam kerena apa yang baru dilakukan oleh sepasang suami-istri itu.
"Sayang maafkan aku gak bisa menahan melihat bibir kamu yang manis itu,yang sudah membuat aku candu,ucap dion masi memeluk istrinya itu.
"Sudah mas nantik mas gak bisa nahan diri,aku belum siap menerima mas silap padaku,ucap dita sudah bermungka merah padam menaha malu terhadap dion walaupun dion suaminya sendiri tapi masih ada rasa malu dita pada dion saat ini.
"Kalaupun aku silap ta,aku akan bertangung jawab terhadap istriku,gak ada salah ta kita melakukan itu,kamu masih istri sah ku saat ini.
"Sudah mas kamu sudah tambah ngaur bicaranya.
"Cuma ciuman itu saja yang mas mintak dari kamu ta,belum lagi mas mintak kamu melayani aku,apa kamu mau nolak hari ini mas lakukan itu sama kamu.
"Apa sih mas,ucap dita pada dion yang sudah sangat malu.
"Gak usah malu beso-besok kita akan mencobanya sayang,hari ini kamu bisa bebas dari aku,tapi lihat saja setelah ini kamu kembali ke tanah air aku akan memintak hakku ta pada kamu,ucap dion terang-terangan mengatakan itu pada dita.
"Itukan besok mas bukan hari ini,jangan hari ini ya aku benar-benar belum siap mas,beso-besok aku akan kabulkan permintaan kamu setelah kita temui ayah dikampung."
"Baiklah tak masalah bagiku itu sayang,mulai saat ini kamu adalah tanggung jawab aku,dion mengambil sebuah kartu ATM untuk dita dari sakunya yang berada dalam dopetnya.
"Ini kartu itu kamu bisa gunakan mulai sekarang ta,selama ini aku masih megisih nafkah untuk kamu yang sudah aku berikan pada ayah dikartu satu lagi walau selama 4 tahun ini kita tidak bersama,tapi aku tidak pernah melupakan itu ta.
"Apa mas,apa aku gak salah dengar itu yang baru kamu katakan barusan,apa benar itu mas?"
"Ya ta,dihari kamu pergi meninggalkan aku,esoknya aku kembali ke desa untuk mencari kamu kesana,mungkin kamu akan kembali pulang ke kampung saat itu.
__ADS_1
setelah mas tahu kamu tidak berada dikampung,disitu mas menitipkan satu kartu untuk megisi nafkah untuk kamu ta,mungkin ayah lupa memberikan pada kamu hari itu.
"Terimakasih mas,aku sangka kita akan menikah ulang lagi setelah ini,tapi nyatanya kamu masih megasih nafkah derhadapku mas,ucap dita terharu dengan memeluk dion dengan perasaan senang.
"Apa kamu masih mau megelak akan tangung jawab kamu padaku ta?
"Bukan megelak mas,tapi belum siap mas,ucap dita mencubut pingang dion.
"Aduhhh sayang Jagan dicubit sakit,apa kamu mau aku cium lagi bibir kamu itu,ancam dion pada dita.
"Kamu mau nya kayak gitu,aku ogak mas."
"Ya sudah kamu bersihkan diri dulu sana,abis itu kita istirahat sebentar,setelah itu kita cari makan malam diluar.
"Baiklah mas,aku mandi dulu ya,mas mau kamana sih,kok meningalkan aku sendiri?
"Mas mau cari angin disitu,tunjuk dion pada balkon yang ada dikamar itu.
"Kirain mau kemana,ucap dita sedikit malu.
"Ayok cepat mandi ta sebelum aku berubah pikiran,entar kamu kapok kalau aku yang mengantar kamu kekamar mandi itu."
Dita tidak menunggu lama lagi kerena takut dengan ancaman dion barusan,dita cepatt- cepat masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dion yang melihat tingkah istri nya itu,dion hanya bisa tersenyum saja,kalau dita tidak menolaknya saat ini mungkin dion sudah menjadikan dita miliknya saat ini.
Disaat dita sudah selesai dengan urusan mandinya saat ini dan sudah selesai mandi dita langsung menyiapkan pakaiannya dion.
"Kamu sudah siap sayang ?"
"Sudah mas,kamu mandi sana aku sudah siapkan pakaian kamu diata ranjang."
"Terimakasih ya kamu sudah menyiapkan untukku."
"Ya,"
"Ayok masuk kamu bisa istirahat sekarang,aku juga mau mandi. "
Dion masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya saat ini,sedangkan dita lansung langsung membaringakan tubuhnya dikasur empuk itu,kerena dita merasa capek tak butuh lama baginya untuk memejamkan matanya untuk sampai dialam mimpinya saat ini.
***************
Sedangkan ditempat lain saat ini bian dan Mia lagi sibuk memasak apa yang diinginkan bian saat ini,bian membatu Mia menyiapkan bahan yang harus dimasak mia saat ini.
"Mas bian gak usah ikut bantu biar aku saja yang melakukan semua."
"Gak apa-apa Mia biar aku bisa tiru kamu masak,aku bantu kupas bawang aja kok.
__ADS_1
"Gak usah mas,nantik mata kamu pedih lo kerena bawang itu."
"Gak apa-apa yang penting aku bisa lihat kamu masak."
"Ya sudah,terserah mas bian aja,aku hanya memperingati aja lo,entar jangan salahkan aku ya."
"Kamu tenang saja aku gak akan kenapaa-kenapa kok."
Mia membiarkan bian dengan keinginannya itu untuk membantu Mia megupas bawang yang akan dijadikan bumbu untuk masakannya hari ini.
Tak lama bian sudah mulai tak nyaman dengan matanya yang mulai berair kerena bawang yang dikupas nya tadi.
"Mia tolong dong lap kan mataku,ini kenapa pedih kali ya.
"Makanya dengar orang mas,udah kenak baru merasa,makanya jangan keras kepala jadi orang,ucap Mia merepet bian.
"Iya deh aku dengar kata kamu mia,tadinya aku gak percaya. "
"tapi kok mata kamu kok gak berair kayak aku Mia.?"
" Karena aku sudah terbiasa mas melakukannya mas bian.
Bian hanya melihat Mia dekat dalam melakukan pekerjaan dapur itu dengan sigap,
dalam waktu kurang dari satu jam Mia siap memasak apa yang igin dimakan bian hari ini
Mia menarok masakan yang sudah dimasak nya tadi diatas meja makan yang ada di dapur itu.
Tereng..... udah siap semuanya mas apa yang kamu inginkan tadi,silakan dicoba ya mas,karena aku bukan koki yang jagok masak,hanya masakan seadanya mas yang aku bisa."
"Gak apa-apa Mia ini saja sudah tampak seperti masakan direstoran mahal saja."
"Apaan kamu mas bian,masak masakan sambal teri campur tempe dibilang masakan restoran mas,mana ada kayak gitu disana.
"Ini ikan bakarnya kayaknya enak bagat.
"Sudah dicoba dulu,enak apa engak tu masakan saya itu mas."
"Pasti enak lah orangnya cantik kayak gitu,ucap bian keceplosan.
" iiis kamu mas bukan disini tepat merayuku ,ucap Mia tampak malu.
"Kan memang benar Mia kamu itu cantik,aku suka melihat kecantikan itu."
"Sudah jangan berlebihan kamu mas bian,nantik bisa copot jantunganku mas,ucap dita terseyum kearah bian saaat ini.
Bian mencoba masakan Mia yang baru siap dimasak nya itu,bian tak dapat berkata lagi ketena masakan itu sesuai dengan seleranya sehinga tak sadar bian makan sangat bayak,dan tak bisa bergerak lagi kerena kemenangan.
__ADS_1
Mia hanya terseyum saja melihat tingkah bian saat ini.
BERSAMBUNG........