
Sudah satu minggu Dion tidak bersama Dita saat ini karena dua hari lagi Dita Akan berangakat ke Jerman untuk menemui sahabat dan raheell yang sudah diangap kekuargnys dan kakak selama ini telah men batunya bayak untuk dirinya.
Dita Akan mengabarkan pada Ranti kedatangannya kerjeman,kerena Dita sudah berjanji akan menjeguk ketiga koponakannya itu.
Duta menelpon Ranti saat ini lagi asik mengedong sikecil kerena menagis, Ranti meliha hpnya berbunyii yang terletak diatas meja sofa tak jauh dari ranjangnya saat ini,Ranti mengambil HP itu dan langsung mengakatnya kerena dia tahu Dita lah yang mehubunginya.
"Hallo ta,apa kabar kamu?
"Alhamdulillah sehat Ran,kamu apa kabar Ran?
"Aku baik-baik saja saat ini,ada apa kamu menelponku.?"
"Aku ingin mengabarkan kamu bawah dua hari lagi aku kan berangakat jerman untuk melihat keponakan yang sangat aku rindukan itu."
"Benaran Ta kamu mau kesini,apa Raheell sudah tahu kamu mau kaesini?"
"Sudah" kerana aku juga ada kerjaan yang akan dibahas bersama kak Raheell nantik."
"Cepatlah datang Fiyah aku sudah merindukan kamu."
"Aku juga sangat merindukan kalian kerena kita hampir satu tahun tidak bertemu."
"Tapi kamu datang sendiri sajakah?"
"Ya sama siapa lagi Ran,Dion tidak punya waktu untuk menemanin aku kesana kerena saat ini Dion menyiapkan kerjaannya,agar dia bisa cepat pindah ke kota B dan tingal bersama aku Ran."
"Baguslah itu Ta,tidak mungkin lama-lama kamu berpisah sama Dion,itu tidak baik Ta." ucap Ranti pada sahabatnya itu.
"Sekarang aku berharap seperti itu Ran,kerena aku tidak mau Dion lama-lama meningalkan aku,ini saja sudah satu minggu ini dia belum kembali ke kota B untuk mejegukku."
"Aduuuh kasihan sekali sahabat aku ini,jadi ceritanya ni jablai ya."ucap Ranti megejek sahabatnya itu dengan candaan.
"Ya dibilang seperti itulah sekarang keadaan aku Ran,jarang dibelai."ucap Dita sedikit tidak semagat.
"Yang sabar ya sahabat aku yang baik,pas dion sudah siap dengan semua urusannya di kantor pusat pasti dia akan bersama kamu untuk selamanya."
"Aku pasti sabar menantik saat itu datang."
"Ya harus Dita,kamu harus semagat dong."
"Eeeh kak raheel pulang gak makan siang?"
__ADS_1
"Seminggu ini dia tidak bisa pulang Ran kerena dia bayak kerjaan di kantor.
"Pasti itu Ran kerena ada proyek besar yang akan kami kerjakan nanti,makanya aku kesana untuk membantu kak Raheel mengerjakan itu selama satu bulan kedepan."
"Jadi kamu bakal lama dong sini Ta.?ucap Ranti antusias mendegar sahabatnya itu akan lama bersama nya saat ini.
"Emangnya kenapa aku lama disana Ran,aku juga kerja Ran bukan untuk Bersenag-senang apa yang ada dipikiran kamu itu."
"Ya elah kita bisa curi-curi waktu sedikit pada suamiku yang pelit waktu itu Ta."ucap Ranti pada Dita dengan semagat.
"Dasar istri durhaka kamu Ran,masa suami sendiri dibilang gitu."
"Kan benar yang aku bilang pada kamu itu Ta,mana mau dia kehilang waktunya sedikit saja untuk aku temanin aku belanja."ucap Ranti agak kesal pada suaminya itu.
"Mungkin saja kak Raheel punya alasan lain tidak bisa menemanin kamu,kamu gak boleh berprasangka seperti itu pada suami sendiri."ujang Dita apa adanya.
"Bagai mana kau gak mikir seperti itu Dita,semenjak aku hamil dia selalu menolak aku bawak untuk menemanin aku belanja,apa lagi saat ini alasan bayak sekali untuk menolak ajakan aku Ta,apa aku tidak merasa bosan dengan dia."
"Ya kamu sabar Ran,mungkin saja kak Raheel malas bawak kamu lagi hamil dan apa lagi bayi kamu itu masih kecil makanya dia menolak kamu."
"Tapi Ta,aku butuh refresing untuk megasak otak aku ini sudah buntu dirumah saja."
"Ya kamu harus sabar."
"Nantik aku coba bicarakan pada kak reheel ya."
"Terimakasih bayak sahabat baikku."ucap Ranti riang pada Dita saat ini.
"Ya sudah aku akhirnya dulu pembicaraan kita ini,tunggu aku disana,nantik kita bisa berbincang lebih banyak lagi."
"Baiklah Ta,aku matikan pangilan ini ya.
"Daa"ucap Dita pada sahabatnya itu.
Dita hanya terseyum saja mendengar curhat sahabatnya itu,Ranti selalu curhat pada Dita apapun yang jerjadi pada sahabatnya itu.
Siang ini Dita melanjutkan pekerjanya kembali setelah berbicara dengan sahabatnya itu,dengan tersenyum pada saja pada dirinya sendiri oleh tingkah Ranti yang baru didengaarnya.
"Dasar kamu Ran,kamu itu tidak pernah berkata sopan pada suami kamu itu,ada saja yang buat kamu kesal oleh tingkah kak Raheel.
"Kadang aku iri dengan cara kalian berdua itu,ko romantisan kalian berdua itu tampak aneh olehku tapi berujung bahagia.
__ADS_1
"Kapan aku akan seperti itu bersama orang yang aku sayangi,senpai sekarang aku hanya begini saja belum ada perubahan pada dion,karena dia masih terpisah dengan ku."Diselah Dita berbicara sendiri saat ini tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang.
"Kamu tidak boleh berpikir jauh tentang hubungan kita sayang,sudah saatnya kita bersama,mulai hari ini,kamu dan aku akan bersama dan tingal bersama kamu."
"Mas kapan kamu datangnya? kereta Dita saat ini Dion memeluk nya dari belakang"
"Dari kamu berbicara dengan sahabatnya kamu itu,sudah mendegar semua apa yang kamu katakan barusan."
"Jadi benar mas akan bersama aku mulai hari ini?"
"Ya" ucap Dion terseyum pada istrinya itu.
"bukankah masih lama proyek yang kamu urus itu siap mas."
"Semua suda rampung kami kerjakan sebelum waktunya."
"Baguslah itu mas,aku senamg mendegar itu semua,akhirnya kita bisa bersama."ucap Dita bahagia dengan apa yang baru dibilang suaminya barusan.
"Aku dengar kamu seminggu ini tidak sehat apa itu benar sayang,mengapa kamu tidak memberi tahukan tentang semua itu padaku?"
"Aku tidak mau bikin kamu kawatir mas,tapi sekarang aku sudah baik-baik saja,kamu tidak usah terlalu kawatir lagi dengan keadaan ku sekarang."
"Apa yang kamu ucapkan itu benar sayang?"
"Benar mas aku sudah baik-baik saja saat ini.
"Baiklah Hari ini kata akan Makan siang bersama,kerena hari pertama kita makan siang bersama untuk merayakan keberhasilan teder dan proyek yang sudah aku dan alex kerjakan,dengan makan siang bersama."
"Memangnya Alex ada disini mas?"
"Ada dia lagi dibawah besama Bian untuk menunggu kita dan Mia.
"Mas bian juga disini?"ucap Dita pada Dion sedikit kaget.
"Emangnya kenapa sayang kalau Bian disini, apa ada masala?"
"Tidak mas,aku tidak meyangka saja dia akan datang kesini."
"Dia ingin menemui asisten kamu itu,sepertinya Bian menyukai Mia."
"Mas ingin tahu jawabanya,Mia juga menyukai Mas Bian saat pertama jumpa di Moll saat kita tingal mereka berdua."jelas Dita pada Dion saat ini hanya diam mendegar Kata-kata dari istrinya itu.
__ADS_1
**********