CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
Merasa Kawatir pada Mia.


__ADS_3

Sampai dirumah Dita hanya bisa melihat Mia saat ini kere kita cintanya sangat rumit sehiga Dita biting saat ini mau berbuat apa,Dota hari ini masih saja memikirkan perkataan Mia barusan.


"Apa kamu akan seperti aku Mia,akan merasakan bagai mana sakitnya berpisah dengan orang yang kita sayangi dan dicintai itu sangat sulit bagi kita untuk melupakan yang sudah tersimpan itu didalam hati kita Mia."ucap Dita berdiri yang masih memperhatikan asistennya itu hilang dari pandangannya.


"Sayang lagi ngomong sama siapa si, kok aku dengar kamu lagi berbicara? Tanya Dion tiba-tiba saja berda di belakangnya.


"Eeeh kamu mas,kok ceoat kamu pulang hari apa tidak ada kerjaan lagi kantor kamu.?


"Tidak,aku kawatir pada putri kesayanganku saat ini lagi demam,kamu juga baru sampai sayang?


"Iya mas, kita masuk yok."ajak Dita pada suaminya itu.


"kamu duluan saja,aku mau menelpon danil dulu karena besok pagi kami akan keluar kota untuk melihat Proyek yang sudah hampir siap."


"Ohh ya"baiklah aku masuk duluan ya mas"ucap Dita masuk menigalkan Dion lagi menelpon asistennya itu.


Sampai didalam rumah Dita tampak bugung melihat putri yang lagi asik main dengan babysitternya.


"Mba ita apa Radisah masih demam?


"Sudah tidak nona hanya saja dia sedikit rewel hari ini,mungkin badanya merasa tidak enak nona."jawab pegasuh putri Dita itu.


"Ya sudah biar aku gendong dulu dia mbak,sehari ini aku tidak bisa pokus bekerja mbak kerena masih memikirkan dia seharian tadi."


"Namanya anak,ya seperti itu nona kalau kita sebagai ibunya tetap merasa kawatir pada anak yang sangat kita sayang.


"Betul itu mbak,gak salah kata kamu itu mbak ita."ucap Dita sambil mengedong putrinya itu.


"sayang mama rewel ya hari ini bikin mbak ita kawalahan jaga kamu ya."ucap Dita berbicara pada bocah kecil itu.


"Iya mama,tadi aku bikin mbak ita capek."ucap Don menyambung kata istrinya itu.


"Papa sudah pulang ya,yeee kita main lagi pa."balas Dita meniru suara anak kecil itu lagi.


"Baiklah putri papa yang cantik,tungguin papa sebentar,papa bersihkan badan dulu abis itu kita main lagi ya."icap Dion mengajak anak itu berbicara,membuat bocah itu terkekeh ketawa.

__ADS_1


"Kita kekamar yok mas biar mas mandi dulu,abis itu kita gantian."


"Baiklah ayok"ucap Dion berjalan agak dulu naik ketanga mau naik ke lantai dua menuju kamar mereka saat ini.


Sampai dikamar Dion lansung masuk kekamar mandi untuk membersikan dirinya agar bisa mengendong putrinya itu untuk meyenangkan putri semata wayangnya itu.


Tidak menunggu waktu lama Dion sudah siap dengan mandinya sore ini,Dion dengan sigap memakai pakaian nya agar bisa cepat bermain dengan putri kesayangannya itu.


"Sini Radisah sayang biar aku ajak dia bermain sebentar,kamu pergilah mandi agar diri kamu itu tampak segar tubuhnya kamu itu."


"Ya sudah,kamu jaga dulu Disah ya,aku mau mandi dulu ya,aku mau mandi sebentar saja mas."


"Ya pergilah mandi,aku pasti menjaganya."


Dita masuk kedalam kamar mandi menigalkan suaminya itu bersama putrinya yang mereka sangat disayangi itu.


Hanya butuh 20 menit Dita mandi dengan cepat kerena dia tidak mau Dion terlalu lama menjaga putrinya itu,namun pas Dita keluar dari kamar mandi melihat suaminya dan putrinya itu sudah tidur nyenyak di pelukan Dion diranjang.


Dita hanya menghembuskan nafas panjang saja melihat Dion tidur dengan lucu sore ini mengajak anaknya tidur bersamanya.


"Dasar kamu ini anak sama bapaknya sama saja tidak bisa melihat kasur dan bantal pasti mudah kali terlelapnya."ucal Dita saat ini masuk keruanga ganti untuk memakai pakaiannya.


Dita turun untuk memasak makan malamnya bersama natik,Dita memasak dengan lihai tidak butuh lama Dita sudah meyiapkan tiga macam lauk hari ini untuk menuhnya mereka malam ini.


"Nona Dita lagi masak apa?ucap Mia tiba-tiba saja datang dari samping.


"Kamu ini bikin kaget saja Mia,kamu dari mana sih?


"Biasalah Nona habis telponan sama yayang bebed"ucap Mia pada atasanya itu.


"Bagai mana mau seperti aku Mia,itu saja kalau tidak telpon seharian saja kamu tidak bisa tenang." ejek Dita pada asistennya itu.


"Nona mengejekku ya"ucap Mia tampak curiga.


"Tidak Mia aku coba mengigatkan saja"ucap Dita megalikan percakapan mereka saat ini.

__ADS_1


"yah sudah,apa butu bantuan dari aku nona hari ini didapur ini?


"Gak usah,aku sudah hampir siap kok,kamu bisa membersikan tubuh kamu itu."ucap Dita pada asistennya itu.


"Baiklah nona aku ke kamar dilu"ucap Mia, sedikit kuranga semagat.


"Semagat sedikit kenapa sih Mia jangan gitu kali,lihatkan sisih kuat kamu,jangan terlalu lemah."ucap Dita memperingati Mia.


"Tapi aku tidak sekuat itu nona"


"Terus bagai mana kamu akan meninggalkan Bian berpisah dengan kamu,kalau kamu seperti ini."ucap Dita lagi.


"Aku harus apa sekarang nona,aku sudah berpikir tapi dia selalu keras untuk memperjuangkan aku."


"Itu tergantung pada diri kamu sekarang ini mia,jika kamu maelanjutkan hubungan kamu dengan Bian berjunglah,lawan rasa hinaan yang diberikan oleh mama Bian,tunjukkan pada mereka kalau kamu itu tidak selemah itu."ucap Dita pada mia saat ini.


"Baik noan aku tidak mau dihina terus sebagai anak yang terlahir miskin dari dilu,aku akan melihatkan sisi itu,apa dia sanggup melihat anaknya akan gila mencari aku."


"Bagus itu mia,itu yang aku pintak dari kamu,semagatlah jika kamu tidak mau kehilangan Bian,colah menghilang dari kehidupan Bian untuk beberapa saat,seperti apa kehidupan setelah kamu pergi,apa mama nya itu akan bersikukuh melarang hubungan kalian."


"Aku akan menghilang untuk sementara waktu,tapi aku tidak mau kejerman,aku kan mintak pada tuan rahel megurus semua ini,dan aku ingin sendiri di negara lain agar dia tidak bisa menemukan aku.


"Aku akan membantu kamu untuk kali ini,biar tau rasa mama Bian melihat anaknya Gila memikirkan kekasih pergi meninggalkan dia."pikiran licik Dita sudah mulai berjalan.


"Aku kekamar dulu nona."


"Nantik aku akan membicarakan ini sama kak raheell."


"Baik nona smoga saja apa yang kita rencanakan berhasil nona."


"Semoga saja." jawab ditan dengan senyuman.


"Ya sudah aku masuk dulu nona."ucap mia meninggalkan Dita yang masih memperhatikannya.


"Semoga saja apa yang di apa yang aku rencanakan ini akan berhasil untuk kebahagian kalian berdua,bersiaplah sekarang Mas Bian kerena sebentar lagi kamu akan merasakan seperti apa yang dirasakan Dion dulu,aku melakukan ini kerena orang tua kamu."ungkap hati Dita.

__ADS_1


Dita tidak bisa berbuat bayak untuk mia kerena selama beberapa tahun mia sudah menemani dan membantunya dalam bekerja dan dirumahpun mereka tetap seperti teman,Dita sudah megangap mia adik sendiri,Dita hanya menghebuskan nafas panjang kerena kisah cinta mereka terlalu rumit.


***********


__ADS_2