
"Ta Kamu lihat-Lihat Radisah lagi tidur dikamar kerena aku sama Dion akan pergi sebentar kerumah bian ada yang ingin aku bicarakan padanya.
Givan Berlalu dari ruang masak itu meningalkan tiga wanita yang lagi sibuk memasak itu.
"Mau ngapa mereka ya Nay mau menemuik bian apa ada masalah mereka itu?ucap dita ikut penasaran dengan mereka berdua.
"Aku juga gak tau Ta untuk apa mereka menemui mas Bian hari ini kerumahnya." jawab Naysha pada sahabatnya,dia juga sedikit penasaran juga.
"Aku takut ada apa-apa dengan mereka Nay." rasa cemas Dita saat ini.
"Kamu gak usah cemas seperti itu ta,mereka itu sudah lama tidak bertemu jadi mungkin saja mereka ada yang ingin dibicarakan dan mungkin dengan bisnis mereka bertiga saat ini lagi di kelolah sama bian." kata Naysha menenangkan sahabatnyab itu.
"Muda-mudahan saja Nay apa yang kamu pikirkan itu yang sedang mereka bicarakan."ucap dita pada sahabatnya itu.
"Semoga saja,jangan pikirkan macam-macam ta,kita masak dengan pokus kamu tumis tu bawangnya."kata Naysha pada dita tampak kawatir.
"Baiklah aku akan menumis bawangnya dulu."kata dita singkat.
Tidak lama Alfa datang dengan zi yang baru turun dari lantai atas.
"Hai bunda"sapa Alfa pada Naysha.
"Hai sayang bunda sudah banngun?tanya Naysha kembali pada putranya itu.
"Sudah bunda,mana sarapan Al bun,apa bik ina lupa bikin Mi goreng untuku? tanya Alfa pada bunda nya.
"Sudah tapi sudah dinggin,kerena sayang bunda lama bangunnya."
"Tidak apa-apa bun,Alfa makan yang itu saja tidak usah di masakan yang baru."ucap boca tamapan itu.
"Tante Dita kapan sampainya kok Alfa tahu tante datang?
"Bagai mana kamu tahu tante datang Al,kamu saja baru bangun tidur."jawab Dita santai.
"Mata Alfa sangat mengantuk semalam itu Alfa ikut bergadang sama paman zi untuk bantuin paman cari tugasnya."terang Alfa pada kedua wanita itu.
"Jadi kalian berdua kompak semalam ya? t sambung Naysha pada kedua pria tampan itu.
__ADS_1
"Mana ada seperti itu kak,zi tidak megajaknya bergadang kak,Alfa sendiri saja yang ingin menemani zi ,tapi dia tidak membantu mengerjakan tugas zi kak,dia itu main geme kak."terang zi pada Naysha.
"Jadi anak bunda pintar berbohong sekarang ya."ucap Naysha menjewel telinga putranya itu.
"Ampun bun,aduhhh sakit jangan kuat-kuat bun bisa-biaa telinga Al putus kalau kayak gini bunda menjewelnya"ucap bocah itu menahan sakit akibat jewel Naysha.
"Siapa yang suruh berbohong sama bunda."
"Ha... ha..ha.. kalian ini ada saja tingka kalian ini yang bikin bunda marah."ketawa Dita pecah ulah anak sahabatnya itu.
"Paman kenapa kamu bilang sama bunda sih jadi sakit telinganya aku ni,kamu tidak enak dibawak untuk bertan paman."ucap Alfa kesal pada zi.
"Sapa dulu yang mulai,kamu bukan jadi bukan salah paman dong." ucap zi santai dan cuek saja walau zi tahu keponakannya itu kesal padanya.
"Paman setia kawan"ucap Alfa kesal.
"Terserah kamu saja al,tapi bukankah benar apa yang paman bilang itu.?
"Tangan sampai bilang Alfa main game nya sama bunda." kata Alfa kembali.
"Sudah jangan kalian ribut lagi,Zi kakak kontang tolong dong jeguk Radisah dimar kak dion biasa ditampatinya ya,kakak takut dia sudah banggun."kata Dita o
"Baiklah zi akan lihat Radisah dulu ya."ucap zi sambil pergi meninggalkan mereka semua menuju kamar dimana Radisah tidar.
"Al besok jangan kayak gitu lagi,gak baik kamu malam-malam tidur."tegur Dita pada Alfa
"Ya tante"Al tidak akan mengulang lagi,maafkan Alfa bun bikin bunda marah sama Alfa."ucap Alfa memintak maaf pada Naysha.
" Baiklah sekarang kalau kamu sudah siap makannya,sana bantuin paman zi jaga adik Radisah."ucap Naysha pada putranya itu.
"Baiklah Bun,Al akan main sama Adek Radisah."ucap Alfa dengan sedikit tidak semagat.
Dita dan Naysha melihat putra nya itu hanya tersenyum dan mengeleng-geleng kepalanya kerenan tingkah putranya itu.
*
*
__ADS_1
Ditempat lain Diinndan Givan berada dirumah Bian karena tadi pas Dion dan Givan lagi saik megobrool tiba-tiba saja Bian meyuruh mereka untuk datang kerumahnya saat itu.
"Ada apa lo nyuruh kita kesini,kenapa? tanya Dion sedikit penasaran pada sahabatnya itu.
"Aku nyuruh kalian berdua kesini agar bisa bantu gue."jawab Bian sedikit tidak semagat.
"Bantu lo untuk apa? ucap Givan pada Bian.
"Untuk menjelaskan sama mama gue,agar merestui aku sama Mia,asisten istrinya dia."ucap Bian menunjuk Dion.
"Mengapa harus kita yang menjelaskannya elo yang suka sama Mia,apa hubungan sama kita berdua."ucap Dionlagi.
"Itu dia Dion,mama gue gak mau Mia yang jadi istri gue,sedangakan gue sangat mencintainya tidak mungkin gue akan meninggalkan dia Van,Gue bingung harus akayak mana bisa membujuk mama untuk merestui hubungan kami ini."ucap Bian tidak semangat.
"Terus kita lakuin apa Bi lo yang benar saja,apa yang akan kami bilang pada mereka berdua sedangkan kami gak tahu masalahnya."timpal Givan pada Bian saat sedikit bingung.
"Terus gue harus bagai mana dong."
"Lo itu harus bisa yakinkan mama lo dulu bi,jelaskan dengan baik-baik sama mama lo,jika mama kamu gak juga mau merestui hubungan lo sama mia,lo bisa bawak kabur tu,atau lo nikahi diam-diam saja tu Mia."saran gila Givan pada sahabatnya itu.
"Apa lari kata lo van,bagai mana gue melarikan Mia,dia itu selalu di mata-matai oleh orang Raheell tidak munkin gue bisa bawak dia kabur,elo kalau kasih ide yang betul saja Van." kesal Bian pada sahabatnya itu.
"Terus bagai mana lagi." timpal Givan juga tidak tahu harus apa.
"Tunggu-tunggu apa sebaiknya lo temui Raheell saja,mintak padanya untuk berbicara pada mama kamu bahwa Mia adalah adiknya,dan datang memintak kamu untuk menikahi Mia." Ide dion pada Bian saat ini sedikit ragu pada ucapan dion.
"Apa itu akan membantu Gak sih Dion,gue takutnya Raheell malah marah kepada gue telah membuat Mai tersakiti oleh mama gue
"Makanya lo mintak bantuan pada Raheell,kalau lo tidak mau kehilangan Mia." ucap Givan lagi.
"Gue akan coba ide gila lo ini dulu apa Raheell bisa membantu gue"ucap Bian sedikit lesuh.
"Tidak masalah lo coba dulu,jika tidak berhasil nantik gue dan Dion akan coba ngomongin ini ke raheell Bi."ucap Givan pada sahabatnya itu yang sedang diam saat ini
Dion dan Givan saat sangat merasa kasihan pada sahabatnya itu,ketika dia suka dan mencintai wanita mamanya mala tidak menyetujui hubungan mereka.
Rasa kasihan pada Bian saat ini membuat Dion dan Givan akan turun tangan untuk mencari jalan keluarnya bagai mana Mia dan Bian bisa bersatu dan menikah dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
************