
Tak berselang lama Dion datang ketempat Dita sudah jam 10 pagi ini,tak lama Givan datang bersama dengan Naysha dan Alfa kerumahnya.
Mia hanya kaget dengan kedatangan semua orang yang tiba-tiba dirumah atasanya itu, Mia agak bingung saat ini kerena kedatangan Dion dan disusul lagi dengan sahabat atasannya itu.
"Kamu jangan bingung Mia melihat kami datang kesini pagi ini."
"Ya bagaimana aku tidak bingung tuan Dion pagi sekali tadi nona yang sampai duluan dengan wajahnya yang tak dapat aku tebak seperti apa pagi tadi. "
"Sekarang tuan datang menyusul dan baru sampai setengah jam tuan Givan sudah datang lagi mesul kesini bersama istrinya dan anaknya.
"Sekarang kamu tidak usah bigung kayak gitu,cepat kamu pagil istri ku itu kesini,bilang padanya ada tamu datang."ucap Dion pada asisten istrinya itu.
"Baiklah tuan saya permisi lebih dahulu untuk memangil nona keatas.ucap Mia langsung pergi untuk memangil Dita kekamarnya.
"Baiklah Mia kami akan menunggunya."
"Lo gapain nyusul gue Van,mau bikin tambah ribet lagi masalah ini."ucap Dion masih juga kesal pada sahabatnya itu.
"Ya bantu kamulah aku kesini kalau ngak mana bisa aku dimaafin sama nyoya Givan." jawab enteng Givan pada Dion saat ini.
"Jangan sampai lo megacaukan lagi ya Van,aku takut Dita akan marah lama Sama Gue van."ucap Dion serius pada temannya itu.
"Baiklah aku akan menjelaskan semua pada Dita hari ini,kalau gak dia yang ada disampingku ini bakal masam terus mungkanya. "Bisik Givan pada Dion.
"Dasar penakut Lo ini sama bini." ejek Dion pada givan.
"Ahh kayak kamu ngak aja,buktinya sekarang apa,jangan ngejek aku aja kamu Dion,kamu sama aku sama saja."
"Dasar lo van. "
Tak lama Dita dan Mia datang menghampiri mereka yang sedang menunggu kedatangannya saat ini diruang tamu.
"Lo Naysha kok kamu ada disini,ini pada kenapa bisa kalian semua ada di kota ini ? tanya Dita bingung melihat mereka semua.
"Ya untuk nemui kamu lah Ta,aku ingin dia berdua jelas masalah semalam pada kamu,kalau dia gak mau nyusul kamu kesini aku bakal tidak memaafkan dia."ucap Naysha menunjuk Givan dengan mulut manyunnya.
"Jadi kalian kesini kerena masalah semalam,Dasar kalian berdua ya, terus bagai mana ini kelajutannya Naysha."
__ADS_1
"Ya biar mereka aja menjelaskan pada kamu."uacap Naysha pada Dita saat ini menatap kedua pria tampan itu.
"Sayang maafkan aku bukan seperti apa yang ada dipikiran kamu semalam itu."jelas Dion pada Dita.
"Jadi apa yang aku lihat semalam itu,kamu enak saja memeluk wanita itu,kamu bilang seperti apa,Dasar suami gak punya hati kamu."
"Dita semalam kami memang salah,itu semua salah aku,aku yang merencanakan semua itu dan melewati wanita itu untuk memanaskan kalian dan bikin kalian berdua cemburu saja kerena kami ingin membalas perbuatan kalian saja semalam itu."jelas Givan.
" Bagus kamu ya mas,jadi kalau besok kami bikin kesalahan kamu akan membalaskan aku.jawab Naysha naik pitam ulah suaminya itu."
"Maafkan aku sayang,besok aku tidak akan berbuat lagi pada kamu,aku janji sayang."ucap Givan sunguh-sunguh pada istrinya itu.
"Ta aku juga mintak maaf pada kamu sehinga hubungan kalian berdua jadi seperti ini,semuanya salah aku Ta."ucap Givan lagi pada istri temannya itu.
"Ya sudah mas Givan gak Apa-apa, aku memaafkan kalian berdua,kalau gak kasihan teman aku itu."tunjuk Dita pada Naysha yang tersenyum kearahnya.
"Terimakasih ya ta kamu mau memaafkan kami berdua hari ini."
"Ya sudah kita makan dulu yok,aku sudah laper sekali Nay."
"Mas kanu ajak tu mas Givan,bawak tu boca gara-gara dia ni semalan jadi gini kadinya."ucap Dita pada Dion.
"Dasar bucin kamu Dion,kalau mau sayang-sayangan nantik aja kalau kami gak ada diini."ucap Givan kesal melihat tingkah Dion saat ini.
"Ya sudah kita kemeja makan sekarang yok,"ajak Dita.
"Ayok Van kita makan dulu tadi kita bangun tidur tidak sempat sarapan."
"Jangankan makan Dion mandi aja kita gak sepat dari semalam lihatlah tingka kita hari ini,kamu sadar gak bekas jus semalam masih belepotan di pakaian kamu itu."
"Aku gak mikir kesana lagi Van kerena aku takut Dita marah padaku."
"Sama"Aku juga kayak pikiran kamu Dion,aku takut istri cantik aku ini akan meninggalkan aku."
"Dasar kamu mas,tahunya begitu kenapa kamu buat juga."ucap Naysha pada suaminya itu.
"Ya sudah jangan dibahas lagi itu mas bakal gak sekesai-sekesai nantik,mari kita makan dulu."
__ADS_1
"Baiklah sayang kita makan sekarang,aku juga lapar hari ini."
Mereka semua beranjak kemeja makan yang ada dirumah Dita,mereka menyantap makanan dengan lahap hari ini kerena mereka semua belum sempat serapan pagi saat mau berangkat ke kota B.
"Ta kamu masih sempat masak pagi ini ?tanya Naysha pada Dita.
"Mana aku yang masak Nay, tadi itu bibik yang biasa membersihkan rumah ini setiap hari aku suruh masak sebelum dia pulang Nay."
"ohh aku sangka kamu yang masak sebanyak ini.?"
"Aku gak sempat masak nay hari ini,aku merasa capek kerena parjalana hari ini dan juga capek kerena pikiran."
"Pasti kamu mikir si biang kerok itu bukan?"
"Ya siapa yang gak mikir suaminya sedang enak-enak dipeluk sama wanita lain."
"Maaf ya sayang buat kamu sedih kerena ulah kami berdua."
" Gak apa mas,Abisin makan kamu mas"
Naysha melihat sahabatnya itu sangat perhatian pada suaminya saat ini,dia hanya bisa tersenyum melihat pasangan suami-istri itu.
"Sayang kamu kenapa terseyum,apa yang sedang kamu lihat dari mereka berdua saat ini??"
"Tidak mas hari ini aku sangat bahagia melihat sahabat aku bisa bahagia seperti kita.
Akhirnya mereka merasakan kebahagiaan itu juga mas,aku senang melihat mereka seperti itu"bisik Naysha agak pelan di telinga suaminya itu.
" Mas juga senang sayang dion sudah menjadi suami yang bertanggung jawab kepada istrinya saat ini.
"Mudah-mudahan mereka selalu bahagia mas."
"Aku juga berharap seperti itu."ucap Givan Sama-sama memperhatikan Dita dan Dion sat ini.
" Hai van lo lagi ngapain lihat gue kayak gitu apa ada yang aneh pada gue??"ucap Dion penasaran.
"Gak ada apa-apa Dion,perasaan kamu saja kali aku memperhatikan kamu." elak Givan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
******