
Dita dan Dion hari ini berangkat ke Jerman untuk berkunjung ketempat sahabatnya dan untuk melihat keluarga raheell yang selama ini megangapnya sebagai adik selama beberapa tahun ini,semenjak adanya Dita bersamanya rasa kagen pada adik perempuannya itu bisa terbalas melihaat Dita.
Dion dan Dita saat ini berada didalam pesawat melakukan perjalanannya untuk bekerja membatu kakaknya Raheel saat ini.
"Mas apa kamu tidur?"tanya duta melihat Dion saat memejamkan matanya."
"Tidak aku hanya memejamkan mataku saja,ada apa sayang kamu memagilku?
"Mas kamu gak apa aku tigal sendiri saja dirumah untuk satu bulan ini karena aku harus membatu kak Raheel."
"Tidak masalah sayang,aku setelah megantar kamu ini akan langsung ke Inggris untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan disana selama dua minggu besama Giva,kamu gak usah pikirkan itu sayang aku tidak apa berpisah untuk sementara ini dengan kamu."
"Baiklah aku senang meningalkan kamu saat kerena kita sama-sama disibukan dengan pekerjaan."
"Sayang apa kamu benar-benar Baik-Baik saja saat ini, aku perhatikan kamu dua hari sebelumnya kamu sering muntah di pagi hari.
"Tidak apa mas,itu mungkin mahku saja kambuh setelah itu aku sudah baik lagi.
"Apa kita sebaiknya periksa saja kedokter pas di Jerman nanti biar aku bisa tenang meningalkan kamu di rumah Raheel.ucap Dion saat ini agak cemas.
"Baiklah nantik kita periksa biar kamu tidak terlalu kawatir lagi padaku."seyum Dita pada suaminya itu.
"Terimakasih ya kamu mau mrgikuti apa yang aku inginkan."
"Ya mas" ucap Dita singkat pada suaminya itu.
"Nantik kamu pulang aku yang jemput lagi ke Jerman karena aku tidak akan membiarkan istriku ini pulang sendirian."ucap Dion pada Dita.
"Kamu gak usah melakukan itu mas,bukankah kerjaan kamu itu bayak,aku tidak mau merepotkan kamu mas,aku bisa kembali sendiri."
"Siapa bilang kamu itu merepotkan aku saat ini,kerena aku tidak mau melihat kamu pulang sendirian saja nantik.
"Makasih ya mas,kamu perhatian padaku.
"Ya pastilah sayang kamu itu istri aku dan yang sangat aku cintai dan aku sayangi.
Senyum sepasang suami-istri itu terpancar bibir manis mereka masing-masing saat ini,kerena Dion merasa bagian memiliki Dita istrinya,Dion tidak mengangkat Dita bisa menjadi gadis sehebat ini,kemampuannya dalam menjalankan pekerjaan nya sama-sama mampu seperti Dion saat ini.
Sorenya Dion baru sampai di Jerman dengan istrinya saat ini bergayut manja keluar dari bandara menuju mobil jemputan yang dikirim oleh Raheel saat ini untuk Dita dan suaminya.
__ADS_1
Dalam perjalanan Dita tak berenti terseyum karena dia senang akan berjumlah oleh kedua boca yang selalu dirindui nya itu.
"kamu kenapa sayang kok senyum-senyum saja aku perhatikan dari tadi.
"Kau sudah tidak sabar mas bertemu boca yang aku sayangi itu,setahun ini kami tidak bisa bertemu."
"Jadi itu buat kamu senang hati ini."
"Ya mas"aku sangat merindukan ray mas."
"Siapa ray"ucap Dion saat ini karena tidak tahu anak Raheel."
"Pria tampan yang selalu aku rindukan,aku tidak bisa melupakannya sampai saat ini mas,selama ini kami selalu bersama dia yang megisi Hari-hariku selama aku disini.
"Apa ada pria lain kamu sukai dan kamu cintai selain aku sayang."ucap doon agak cemburu pada pria yang dibilang istrinya itu.
"Ya mas,bukan kamu saja yang aku sukai dan aku sayangi selama ini.
"Jadi kamu kesini untuk bertemu dengan pria itu.Dion sudah mulai cemburu pada pria yang dibilang dita,rasa kecewa dalam hati Dion saat ini.
Dita hanya bisa terseyum melihat reaksi suaminya itu,Dita segaja memanas- manasin Dion saat ini apa dia akan cemburu pada ray bocah yang lucu itu.
Dita turun dengan Dion saat ini tidak bayak betaya lagi pada istrinya itu semenjak pembicaraan mereka barusan diatas mobil tadi.
"Ayok mas kita masuk pasti mereka semua sudah menunggu kedatangan kita.
" Ayok" ucap diam mrgikuti langkan istrinya itu masuk kedalam rumah tanpa mewah itu.
"Ranti"pangil Dita pada sahabatnya itu.
"Dita kamu sudah sampai mana mas Dion kok aku gak lihat?"
"Ada itu. " ucap Dita pada sahabatnya itu menujuk dion baru saja sampai didekatnya.
"Hai mas Dion apa kabar kamu?"
"Allhamdulillah Ran sehat,bagai mana kabar kalian semua?"
"Alhamdulillah mas kami saat sehat semua tampa ada halangan."jawab Ranti tulus.
__ADS_1
"Mana mereka semua Ran kok aku gak lihat mereka sih?"
"Mereka lagi keluar sama Raheell saat ini cari keperluan pria tampan yang kamu sukai itu.
"Ray juga pergi ya,aku sangat merindukannya saat ini."lemas Dita saat ini.
"Mas Dion ayok duduk dulu sebentar ya aku akan bikin minum untuk kaliann dulu.
"Ok" ucap dita membiarkan sahabatnya itu membuatkan minum untuknya dan Dion.
Tak lama Ranti datang membawa minum untuk mereka saat ini.
"Aku lama ya ta?" ucap Ranti agak segan pada dita dan Dion saat ini.
"Engak juga,eeeh kok lama ya mereka perginya,apa raysha juga ikut bersama mereka berdua ran?tanya Dita tak sabar menunggu kedatangan keponakannya itu.
"Paling bentar lagi mereka sampai tadi Raheell baru pulang dari kantor langsung membawa mereka."jelas Ranti pada Dita saat ini.
"Aku sangat merindukannya ran sudah satu tahun ini aku tidak bertemu dengan nya pasti dia bertambah tampan saat ini."puji Dita saat ini pada ray sehinga membuat Dion bertambah cemburu.
"seperti apa sih wajah ray itu membuatku cemburu saja,awas saja nantik dia merebut istriku dari tanganku tidak akan aku biarkan dia hidup dengan taenang."ungkap hati Dion saat ini lagi bimbang memikirkan istrinya itu selalu memuji pria tampan dihadapan nya.
" Mas kamu itu mikirkan apa sih kok melakukan seperti itu,aku mangil gak disahuti,ada apa?" tanya Dita pada suaminya itu.
"Ahh tidak ada apa-apa sayang,hanya saja aku ada sedikit kepikiran tentang kerjaan yang aku titip sama Sigit.
"Gitu ya,benaran gak kenapa-kenapa ni.? ucap Dita tidak percaya saat ini suaminya itu lagi memikirkan sesuatu.
"Banaran sayang aku gak apa-apa kok." ucap Dion memaksakan senyumnya pada istrinya itu saat ini melihatnya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
"Ya sudah jangan seperti itu Dita kamu itu pada suami kamu dosa tahu.Halang Ranti pada sahabatnya itu saat ini Dita tidak suka dengan kebohongannya.
"Kamu kenapa sih mas kok kayak ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?
"Gak ada apa-apa sayang kok malah ribut sih,aku baik-baik saja."ucap Dion jujur pada istrinya itu.
"Aku mau kekamar mas apa kamu mau ikut denganku,aku merasa lelah saat ini."ucap Dita hendak meningalkan suaminya diruang tamu dengan Ranti, namun tiba-tiba saja ray datang bersama Rahel dan Raysha.
"Hai aunty"Sapa Ray pada Dita saat ini memeluknya.
__ADS_1
************