
Setelah siap acara malam ini mereka berempat akan menghabiskan malam untuk perpisahan mereka dengan sahabatnya saat ini Bian merasa sangat bahagia kerena masih bayak yang mendukungnya selain keluarga sendiri.
Raheell malan ini berbicara dengan Bian seperti teman yang sudah lama berteman dengannya.malam ini mereka banyak bercerita tentang kehidupan Masing-masing bertukar cerita satu sama lain.
Malam ini mereka semua tampak akur tidak ada saling segan diantara mereka berempat melainkan sebagai sahabat selalu berbagi dan saling memperhatikan satu sama lain.
Bian bisa leluasa berbicara malam ini dengan Raheell tampak ada rasa canggung diantara mereka berdua.
"Tuan Raheell saya sangat berterimakasih pada anda sudah membantu saya dan Mia sampai ke titik ini."ucap Bian tampak serius pada Raheell.
"Sudahlah Bian kamu tidak usa memikirkan ini lagi sekarang kalian berdua sudah bahagia bersama Mia yang sangat kamu cintai."ucap Raheell santai.
"Mungkin kalau saya tidak bertekat untuk menemui anda, mungkin saja saya akan bisa menikah dengan Mia saat ini. "senyuman Bian sedikit ada raut kesedihan megigat perlakuan mamanya.
"Sudahlah tidak usah megigat yang sudah terjadi Bian,sekarang aku mintak padamu pegang janji kamu padaku,bisakah kamu memegang janji itu?"ucap Raheell pada Bian dengan tatapan penuh arti itu.
" Saya tudak akan mengikari janji saya pada- anda secepatnya saya akan membawa Mia dari sini,saya akan meningalkan semuanya demi dia tuan."jawab Bian sungguh-sungguh.
"Bagus itu Bian aku suka dengan tekat kamu yang kuat itu,jaga Mia dengan baik,aku akan tetap memantau kalian dari jauh jangan pernah kamu meyakitinya."ucap Raheell serius pada Bian.
"Pasti saya akan menjaganya,tidak mungkin saya menyia-nyiakannya tuan, karena dia penyemangat aku selama ini."jawab Bian dengan senyuman tulus pada Raheell.
"Bahagiakan Dia dengan cara kamu Bian,aku sudah banyak melihat dia menderita selama ini,nasibnya tudak seberuntung gadis lainnya."kata Raheell lagi.
"Saya akan membahagiakan dia dengan cara saya sendiri untuk masa depan kami kedepannya."
"Apa langkah kamu selanjutnya Bian?".
"Saya akan melanjutkan hidup dengan Mia dinegara dan mungkin itu yang akan membuat kami bisa melanjutkan hidup tenang dengannya tampa ada gangguan dari mama lagi."
"Bagus Bian semagatlah mungkin ini jalan yang baik untuk kalian bahagia bersama Mia."
"Aku dengar perusahaan kamu yang sudah sangat maju sekarang yang di urus oleh Him sudah bisa menhidupkan Mia dan keluarga kecil kamu Bian,aku akan tetap membantu kamu, dengan berkerja sama dengan perusahaanku."
__ADS_1
"Dengan senang hati saya akan menerima semua tawaran andan itu tuan."ucap Bian sangat senang Raheell mau menjalin kerjasama dengan perusahaan yang baru dirintisnya dalam beberapa tahun ini.
"Apa kalian berdua sudah selesai dengan perbincangan kalian itu,sehinga kami berdua disini menjadi penonton dan pendengar yang baik."ucap Givan masuk dalam. perbincangan mereka berdua.
"Sudah Van kita bisa memanjakan obrolan kita yang tertunda tadi. "uncap Raheell melihat pada Givan yang sedang tersenyum kearahnya.
"Lo memang kebisaan gitu Van kalau lo dicuekin."sambung Bian lagi pada Sahabatnya itu.
"Apa lo tidak mau menghabiskan waktu malam pertama lo sama istri lo Bi ?"ucap Dion saat ini.
"Soal itu nantik saja juga bisa Dion,sekarang waktu kita berempat disini karena masih banyak yang ingin gue bicarakan pada kalian bertiga."jawab santai Bian.
"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan apa gak capek-capek mulut kamu itu berbicara dari tadi."sambung Givan pada Bian.
"Aku ingin menghabiskan waktu kita bersama seperti ini,kerena setelah ini kita pasti jarang lagi seperti ini, kita suda berjauhan sekarang bukan seperti biasanya."ucap Bian sedikit sedih.
"Kamu tidak usah sedih Bi kita masih bisa kayak gini jika kita meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga yang kita punya saat ini ditempat yang kita tunjuk sambil berlibur."Ucap Raheell pad Bian
"Benar itu Bi kita bisa membawa keluarga kita berkumpul seperti ini dimana akan kita jadikan tempat untuk silaturahmi dengan kalian semua."sambung Givan lagi.
"Benar itu Van aku suaka."jawab raheell terseyum pada ketiganya.
"Boleh juga tu idenya Gue setuju saja."jawab Bian.
"Gue juga setuju."ucap Givan.
"Gue juga.sambung Dion.
"Aku mengikuti saja apa yang baik untuk kita me jalin hubungan ini dengan baik agar rasa kekeluargaan kita tidak terputus,aku suka seperti ini."jawab Raheell bahagia sekarang mereka bisa sedekat ini kerena kejadian yang tidak menyangka mereka bisa sedekat ini.
"Baiklah untuk pertama pembukan gue yang akan mengundang kalian untuk datang kekediaman gue di Swiss nantik dirumah baru gue dan Mia,angap saja itu adalah acara untuk kebahagian kami yang baru menikah."
"Baiklah aku akan datang."ucap Givan.
__ADS_1
"Aku juga.ucap Dion.
"Aku akan selalu mengikuti apa yang kalian inginkan." ucap Raheell.
"Kalian bertiga datanglah sebulan lagi,nantik aku akan mengabarkan hari dan tanggalnya kapan aku bisa."ucap Bian.
"Ohh ya Bi aku sudah menyiapkan bulan madu kamu di negara B selama seminggu ini saya sudah menyiapkan Villa yang aku punya disana jadi mikmatilah masa indah kalian berdua,sudah saatnya Mia bahagia sekarang bersama kamu."
"Terimakasih bayak tuan anda sudah memberi ini pada saya dan mia,saya bayak berutang budi pada anda."
"Tidak usah dibahas mengenai itu Bi,aku memberi itu pada kalian hanya melihat Mia selama ini sangat tersiksa selama mama kamu menghinanya dengan alasan ynga tudak dia tahu."ucap Raheell.
"Maafkan sikap mama saya pada anda tuan dan sudah meyakiti Mia selama ini."
"Sudahlah itu sudah berlalu aku memaafkan itu semua Bi,sekarang kamu jaga Mia, kerena mama kamu tidak akan pernah diam saja kerena kamu menikah dengan Mia saat ini,berkemungkinan saja mama kamu masih megicar Mia."jelas Raheell.
"Aku tidak akan membiarkan mama untuk menyakiti Mia lagi." ucap Bian.
"Aku Akan menemui mama setelah aku sudah membawa Mia dimana kami akan menetap nantik."
"Berbicaralah baik-baik dengan mamamu Bi agar dia bisa mengerti apa yang sudah terjadi sakarang,agar dia bisa menerima Mia sebagai istrinya kamu."
"Aku kan mencoba membicarakan ini baik-baik nantik."ucap Bian sedikit sendu lagi megigat sikap mamanya itu sedikit keras.
"Bersemagatlah Bi,biar mama kamu seperti itu,pasti dia meyayangi kamu."sambung Givan.
"Aku akan mencobanya nantik,tunggulah beberapa bulan lagi sekarang ini dia lagi emosi jadi aku tidak bisa menemuinya sekarang."
"Benar itu Bi,kasih waktu mama lo untuk berpikir dahulu."ucap Dion
Mereka berempat bertukan pendapat dan pikiran untuk memberi semagat Bian agar kuat menjalani semua,kerena mamanya saat ini masih marah padanya,kerena perbuatan dia hubungan papanya juga tidak baik-baik saja saat ini,namun Bian harus menyelesaikan masalah keluarga besarnya nantik.
**********
__ADS_1