
Dua bulan pernikahan Bian Mia sudah berjalan saat ini,inilah saatnya bian untuk menemui mamanya ketanak air,bian todakau mamanya marah dan dia juga harus memintak maaf pada mamanya itu yang sudah membuat mamanya kecewa.
Hari ini bian sudah sampai di bandara dimana kota tempat kelahirannya itu,Bian kembali untuk menyelesaikan masala mama dan papanya juga semenjak kepergiannya dari rumah itu hubungan keluarga itu tampak hancur,sudah berkali-kali mama Bian menemui papa Bian agar bisa kembali ke rumah bersamanya lagi,namun pak Hamit tidak mau menerima itu dengan cepat krena pak Hakim mau istrinya itu juga memaafkan Putranya dan menerima Mia sebagai menantunya.
Bian turun dari Taksi yang membawanya kembali kerumah yang selalu dirinduinya itu,namun berselang tak lama pak Hamit dan ica juga baru sampai dari dari Segapore.
"Pa" sapa Bian pada papanya itu.
"Mari kita masuk sekarang kita harus mendengar apa kata mama kamu itu,apa dia sudah berubah pikiran atau tidak."ucap pak hamil pada putranya itu.
"Baiklah pa,ayok." ucap Alif sama-sama masuk dengan papanya kedalam rumah itu.
"Tuan"ucap pekerja rt itu melihat orang dua bulan ini tidak terlihat ada dirumah itu.
"Pangil nyonya kalian sekarang ada tamu yang datang.ucap pak Hamit tegas.
"Baik tuan saya akan memagil nyoya."ucap Pembantu itu lari cepat untuk memangil tuan rumah itu.
Tidak lama buk mira datang dengan jalan bergaya angun seperti nyoya besar itu.
"Kalian semua sudah tadang?"ucap Buk mira santai.
"Mama jangan bayak cerita,jadi apa yang mama ingin katakan, kita langsung saja pada intinya."jawab pak Hamit.
__ADS_1
"Duduklah dulu pa,dan kalian berdua."suruh mama Bian saat ini.
" Kamu tidak usa megalikam topik cerita ma,aku tidak punya bayak waktu disini meladenin ucapan kamu yang tidak berguna itu."sambung pak Hamit sudah muak dengan istrinya itu.
"Baiklah aku disini akan mengambil perusahaan yang ada disini semua agar aku bisa hidup tampa kalian semua,aku ingin kita bercerai jika papa tidak ingin tingal di sini lagi memilih menetap di Singapure." ucap mama Bian membuat Bian dan ica tertegun oleh ucapan mamanya itu.
"Ma jangan seperti ini,ini bukan jalan yang baik untuk keluarga kita,ini semua aku yang salah tidak mau mendegar ucapan mama kerena aku sangat mencintai istriku,jadi jangan mama bawa papa dan ica dalam masalah ini,mama dan papa bisa hidup bersama lagi tampa aku disini aku sudah memilih jalan hidupku bersana keluaga kecilku."ucap Bian tampak marah pada mamanya itu.
"Sudah nak papa sudah muak dengan tingkat gila mama kalau itu,yang tidak pernah mengerti lagi arti dari cinta dan kasih sayang itu lagi karena dia sudah dibutakan oleh keserakahan dan ingin menang sendiri." sambunga pak Hamit kembali.
"Tapi pa mama gak bisa seperti ini,ingat ada aku yang membutuhkan kalian berdua,aku tidak mau keluarga kita hancur seperti ini."sambung ica sangat sedih atas keputusan mamanya itu.
"Mama kamu yang menginginkan itu semuanya,papa sudah bilang,papa akan kembali ke sini jika mama kamu memaafkan kakak kamu dan menerima istrinya sebagai menantu dikeluarga kita."ucap pak Hamit.
"Tidak akan pernah aku menigalkan Mia ma,sampai kapanpun aku tidak akan pernah mrnhujudkan permintaan mama itu,kerena istriku sedang hamil,keluaga kami akan lengkap walau mama tidak mau memaafkan aku,aku tidak kan pernah kembali lagi kerumah ini."ucap Bian tegas.
"Kamu dengar apa kata putra kamu itu,sekarang dia sedang hamil aku akan menjadi kakek sebentar lagi,aku sangat bahagia atas apa yang baru saya dengar dari mulut putraku, tapi jika itu yang kamu inginkan aku akan menceraikan kamu secepatnya aku akan hidup bahagia bersama anak dan cucuku nantik di negara orang jika kamu mengambil perusaha disini separuhnya kerena perusahaan disini masih ada hak Bian dan ica,aku akan memberikan pada kamu satu perusahaan cabang jika kamu mampu mengurusnya maka hidip kamu akan sukses dan berjalan dengan baik,tapi jika perusahaan itu hancur ditangan kamu,kamu silakan hidup dijalanan seperti apa hidup kamu dulu aku ambil dari jalanan dilu.ucal pak Hamit megigatkan masa itu pada istrinya itu.
"Aku tidak akan hidup seperti gelandangan lagi setelah kita berpisah tuan Hamit yang terhomat."ucap Mama Bian tidak mau kalah dari suaminya itu.
"Baiklah hari ini juga aku akan mengurus ini semua secepatnya kita akan bercerai."tantang pak Hamit pada istrinya itu.
"Aku akan menunggunya."ucap buk mira.
__ADS_1
"Ayok nak kita pergi dari sini,tidak ada gunanya jika kita disini orang yang tidak tahu diri ini."ucap pak Hamit meningalkan rumah itu walau ada rasa tidak suka dengan perceraian ini dengan istrinya itu.
Mereka bertiga kembali kerumah lama Pak Hamit milik orang tuanya,mereka bertiga saat ini hanya bisa termenung apa yang baru diucapkan oleh mamanya itu.
"Pa apa ini sudah yang terbaik untuk papa dan mama?"ucap Bian pada papanya itu.
"Kita turutin saja apa kemauan mama kamu nak, biar dia mengikuti kata hatinya sekarang karena mama kamu sudah tidak membutuhkan kita lagi,mama kamu sudah memiliki dunia nya sendiri."ucap pak Hamit sedikit sedih.
"Ica,mulai sekarang kamu harus terjun keperusahaan dimana Bian selama ini yang memimpin perusahaan itu dan toko sudah di hendel oleh asisten kakak kamu,kamu bisa dibantu rudi untuk menjalankan ini semua."
"Tapi pa aku tidak sepintar kakak Bian dalam urusan bisnis.sambung Ica.
" Kamu bisa belajar sama Rudi,dia yang akan membantu kamu selama di perusahaan,kerena perusahan cabang akan menjadi milik mama kamu."
"Baiklah pa aku akan mengambil alih semua itu dari kakak."ucap Ica pasrah dengan nasibnya sekarang.
"Bian apa kamu akan bekerja sama orang di negara orang selamanya,tanpa kamu ingin meneruskan kembali perusahaan yang sudah lama kamu kelolah oleh tangan kamu sendiri.?"
"Tidak pa aku sudah memiliki kehidupan baru saat ini,jadi aku berikan ini semua untuk Ica aku akan hidup dengan keluargaku dengan hasil jeripayaku sendiri untuk menafkahi keluagaku walau dengan bekerja di perusahaan orang lain."ucap Bian masih bohong pada papanya karena Bian tidak ingin tahu papanya tentang perusahaan yang sudah maju saat ini.
" Apa itu keputusan kamu sudah dil Bian,jangan suatu hari nanti kamu memintak kembali hak kamu pada adikmu,kerena papa akan megasih ini semua pada ica."ucap Pak Hamit serius pada putranya itu.
"Papa tidak bisa serti itu karena kak Bian juga berhak atas semuanya,selama ini dia yang sudah membuat perusahaan ini bisa berjaya seperti ini."selah ica lagi pada papanya itu.
__ADS_1
************