CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
Pagi Yang Menyusahkan.


__ADS_3

Pagi ini Dita merasa perutnya mual lagi sehinga membuatnya berlari lagi kedalam kamar mandi untuk memuntakan isi perutnya itu.


Dion yang lagi tidur mendegar istrinya itu muntah lagi dia menyusul kedalam kamar mandi itu untuk membantu istrinya itu.


"Sayang kamu muntah lagi,apa separah ini mah kamu kambuh."ucap dion agak cemas pada istrinya itu.


"Mungkin saja mas,tapi selama ini tidak pernah seperti ini,hanya beberapa hari ini saja seperti ini."ucap Dita polos pada suaminya itu.


"Sebaiknya kita periksa ya aku tidak nyaman melihat kamu seperti ini,aku sangat cemas jika meninggalkan kamu disini dalam keadaan seperti ini."pintak Dion pada istrinya itu.


"Baiklah nantik kita akan pergi klinik dekat sini saja yang bisa Ranti dan keluarganya berobat saja mas."ucap Dita pada Dion saat ini masih berdiri dihadapan nya.


"Mas gendong,aku mau kamu mengedongku badanku lemas sekali jika siap muntah."ucap Dita manja.


"Baiklah tidak masalah jika aku mengedong kamu pagi ini,"ucap Dion lansung mengedong istrinya itu keluar dari kamar mandi.


"Mas aku mau nasih goreng yang kamu bikin untukku." Pintak Dita pagi ini pada Dion.


"Ada apa dengan kamu sayang kenapa tiba-tiba saja bayak keinginan."ucap din santai.


"Tapi aku ingin kali mas makan nasih goreng cumi yang mas bikin itu." ucap Dita memintak dengan gaya manjanya pada Dion.


"Apa tidak apa-apa aku memasak disini pagi ini,apa kata raheell nantik jika aku memasakan kamu?"ucap Dion agak ragu pada permintaan istrinya itu kerena takut raheell akan megejeknya.


"Tidak apa mas,kak raheell juga sering masak buat istrinya itu."balas Dita lagi.


"Tapi temani aku ya masaknya,gak enak kalau aku sendiri didapur." pintak Dion pada istrinya itu.


"Baiklah tapi gendong lagi ya"ucap Dita lebih manja dari tadi.


"Kamu ini kenapa si sayang tidak biasanya kamu manja seperti ini padaku,apa yang terjadi dengan kamu?"ucap Dion curiga pada istrinya itu.


"Aku tidak kenapa-kenapa mas cuma aku ingin saja selalu dekat dengan kamu."jawab Dita santai.


"Ayok kita keluar,sini naik kepungungku ya,biar aku bawak kedapur. "ucap dion agak membukuk agar istrinya itu bisa naik kepungungnya.


Sepasang suami-istri tampak mesra pagi ini dengan gaya seperti itu siapa saja yang melihat tingkah mereka berdua akan merasa iri.sampai didapur Dita turun dari punggung suaminya itu,dion membuka lemari es untuk mencari bahan yang akan digunakan untuk memasak masih goreng yang diinginkan oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu duduk disana saja biar aku saja yang megerjakan. "ucap dion pada Dita masih saja berdiri disamping Dion saat ini lagi memotong bahan-bahan yang digunakan.


"Baiklah mas aku duduk di meja makan saja ya,ucap Dita agak kurang semagat kerena dia merasa mual lagi.


"Kamu kenapa sayang kok wajah kamu itu pucapt kaya gitu."tanya Dion lagi.


"Tidak apa-apa Mas aku merasa mual lagi tapi belum mau dimuntakan."Jawab Dita santai.


"Setelah ini kita langsung ke klinik ya.


"Mmm,ucap Dita cuma agukkan saja.


Tidak sampai sepuluh menit Dion sudah siap semangkok nasih goreng untuk semua orang dirumah itu.


"Mas kok bayak layak gini kali kamu bikin nasih gorengnya?"


"Sekalian untuk orang rumah ini sayang,kalau ada yang mau."ucap Dion pada istrinya itu sambil memasukan nasi itu kedalam piring Dita.


" Nah ini untuk kamu makanlah, setelah ini kita akan periksa,aku tidak sabar lagi ini tahu apa yang terjadi dengan kamu beberapa hari ini."


"Jangan berbicara makan dulu nantik kamu bisa keselak."


"Baiklah" ucap dita menghabiskan sarapan nya itu.


"Hai kalian lagi ngapain didapur pagi kayak gini" ucap Ranti tiba-tiba saja datang dengan raheell dimeja makan.


"Siapa yang masak itu nasih goreng nya Ta? tanya raheell pada Dita yang lagi makan.


"Mas Dion kak,ayok makan mas dion sudah masak bayak untuk kita semua."


"Terimakasih bro,kamu pintar juga masak ya,dan pintar juga nyenagin hati adakku."bisik raheell pada Dion saat ini.


"Itu pasti tuan raheell untuk orang yang kita cinta itu harus."Balas Dion santai.


"Kak dimakan nasi gorengnya itu Ranti sudah mengambilkan untuk kamu."ucap Dita pada raheell.


"Baiklah aku akan mencoba memakan nasi goreng bikinan adik iparku."ucap raheell terseyum pada Dion.

__ADS_1


"Ini enak mas Dion,kamu hebat ya dalam memasak ya,aku suka nasi gorengnya,ucap Ranti spontan memuji masakan Dion.


"Terimakasih Ran,itu keinginan dia pagi-pagi dia suruh aku masak nasih goreng untuknya."ucap Dion santai.


"Tapi aku salut pada kamu Dion bisa masak seenak ini."ujar raheell yang sudah memakan nasi goreng yang dibikin Dion itu.


"Makanlah aku lagi baik hati sekarang ini,atas permintaannya saja aku mau memasak." santai dion.


"Mas aku sudah siap apa kita jadi keklinik?"ucap Dita pada Dion.


"Iya,kamu mandi dulu setelah itu kita berangkat.Ucap dion terseyum pada Dita.


"Baiklah,Ran,kak Raheell aku kekamar dulu ya."ucap Dita beranjak masuk kedalam kamarnya.


"Ada apa dengannya,apa Dita sakit ? tanya Raheell lagi pada dion.


"Aku juga belum tahu,beberapa hari ini dia sering muntah di pagi hari,aku sangat kasihan sekali padanya jika siap muntah dia sangat lemas."jelas dion pada Raheell.


"Tunggu-tunggu dia muntah di pagi hari,apa jangan-jangan dia itu....tapi aku tidak bisa mengatakan piling aku itu dion,takutnya salah membuat kamu kecewa nantik,sebaiknya kamu bawak saja dia untuk priksa.


"Ada apa dengan piling anda tuan raheell jangan bikin aku penasaran saja."


"Mungkin saja Dita hamil mas."ucap Ranti santai.


"Sayang kamu ini jangan berasumsi begitu takutnya Dita tidak hamil,sebaiknya biar dion bawak Dita periksa saja biar kita tahu."


"Kalau benar itu yang Dita kan Ranti aku sungguh bahagia sekali tuan raheell,kerena aku sudah lama menginginkan beby itu tumbuh di rahim istriku."seyum Dion terkembang di wajah tampan itu.


"Berdoa saja semoga saja itu yang ada di rahim istrinya kamu saat ini,kami juga kan ikut senang."


"Ya sudah aku ke dalam dulu,aku sudah tidak sabar ingin tahu hasil dari pemeriksaan Dita nantik."ucap Dion semangat pagi ini.


"Pergilah lebih cepat lebih baik."ucap raheell pada iparnya itu.


Semoga saja yang kalian inginkan itu terjadi Dion karna kami akan ikut senag jika ada kopenakan yang lahir dari istrinya kamu itu,aku akan bahagia jika adikku hamil ucap Raheell disamping istrinya itu.


*************

__ADS_1


__ADS_2