
Sore ini Dion menjemput istrinya untuk pertama kali baginya hari dan pertama menjeput istrinya selama berada di kota ini.
Dion datang dengan berjalan masuk kedalam perusahaan Dita saat ini dengan gaya dinginnya dan tidak terlalu banyak bayak cerita Dion masuk keruangan istrinya saat ini.
Dita yang kaget melihat suaminya datang.
"Mas kamu sudah datang kok gak mengabarkan aku dulu,biar begitu aku bisa beres-beres terlebih dahulu mas."
"Tidak masalah sayang kamu beres-beres dahulu aku akan menunggu kamu."
"Baiklah aku akan bereskan meja dulu mas dan ada berkas yang aku ingin bawah kerumah hari ini."
"Apa tidak cukup berkerja disini saja,jangan terlalu capek sayang,kalau malam waktu kamu untukku."ucap Dion penuh perhatian pada istrinya itu.
"Bukan begitu mas ini berkas yang belum aku siapkan untuk penanda tangan,cuma sedikit lagi, ini tidak akan memakan waktu kita berdua kok."jelas Dita pada suaminya.
"Baiklah untuk kedepannya kamu tidak boleh lagi membawa kerjaan kerumah jika aku bersama kamu."
"Ok aku setuju dengan apa yang mas katakan."ucap dita senang karena suaminya ada sedikit perhatian padanya.
"Apa Mia sudah kembali kekantor??" tanya Dion pada istrinya.
"Belum mas,tadi dia izin langsung pulang kerena mungkin dia akan pergi agak lama,munkin saja pulang malam hari ini."jawab Dita santai.
"Kemana Bian akan bawah Mia ya." ucap dian dengan sedikit ragu pada sahabatnya itu.
"Biarkan saja mereka mas,itu waktu untuk mereka mudah-mudahan saja mereka jadian dan setelah itu mereka menikah,aku senang Mia bersama Bian mas."
"Bukan seperti itu sayang,aku sedikit ragu pada Bian saat ini,aku takut Bian akan menyakiti Mia nantik kerena orang tua Bian tidak mau menjadikan menantu semarangan orang."jelas Dion pada istrinya.
"Mas jika Bian mencintai Mia pasti Dia mempertahankan Mia bagaimanapun pasti Bian bisa mengatasinya,kamu jangan berpikir seperti itu terhadap mereka."
__ADS_1
"Muda-mudahan saja Bian dapat mempertahankan Mia."
"Ayok mas kita pulang,jangan pikirkan mereka lagi itu urusan mereka berdua,sekarang kamu pokus saja padaku."rayu Dita pada suaminya saat ini lagi menatap suaminya dengan genitnya,sehinga Dion terseyum saja melihat tingkah istrinya itu.
"Kamu sudah berani merayu ku sekarang,apa kamu tidak takut aku akan memakan kamu disini kerena si kadalku ini sudah satu minggu ini tidak dapat masuk ke sarangnya."ucap Dion pada Dita saat ini sudah mulai risau dengan ucapannya barusan.
"Mas aku cuma bercanda kok jangan disini,ayok kita pulang."ucap Dita buru-buru keluar dari ruangannya itu karena dia tidak mau suaminya itu khilaf melakukan itu dikantor.
Dion melihat istrinya keluar meningalkan dia sendiri didalam,Dion hanya terseyum sambil mengikuti istrinya itu dibelakang.
"Sayang tungguin aku,jangan gitu aku tidak akan melakukan itu."ucap Dion menahan istrinya itu.
"Ya sudah ayok kita pulang mas,mas aku ingin makan mi goreng yang dijual gerobak yang ada dipingir jalan mas,enta mengapa seminggu aku ini ingin memakan itu mas."ucap Dita pada suaminya.
"Benaran kamu ingin memakan itu,apa gak ada yang lain?"
"Iya mas dari kemaren aku ingin itu kali,namun belum dapat sampai sekarang,kerena ada kamu disini,temanin aku ya mas."mohon Dita pada suaminya itu.
"Terimakasih sayangku,suami baikku."gemas Dita pada Dion.
Mereka sampai dipakiran Dion dan Dita masuk kedalam mobilnya akan membawa istrinya hari ini makan dipikir jalan apa yang telah diinginkan olehnya.
Dion sambil meyetir mobil melihat- lihat dimana mereka akan makan hari ini,Dion berenti disalah satu kedai yang berjualam aneka mi dipingir jalan itu.
"Ayok turun kita makan disini saja ya kayaknya enak disini,lihatlah orang rame membeli disini."ucap Dion pada Dita saat ini sambil turun dari mobilnya.
"Baiklah kita coba disini saja mas."
"Ayok masuk,kamu duduk dulu disana, aku akan memesan apa yang kamu inginkan,dan apa mi yang kamu inginkan?"'
"Aku ingin makan mi goreng aceh saja mas,dua telur celok nya.
__ADS_1
"Ok,kamu tungguin sini aja ya,sebentar aku akan kembali." Dion meningalkan Dita untuk memesan apa yang diinginkan oleh suaminya itu.
Tak Lama Dion kembali duduk bersama istrinya itu lagi sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Mas apa kamu mau ikut denganku ke Jerman nantik karena aku akan berkerja selama satu bulan disana untuk membantu kak Raheel." ujar Dita pada suaminya itu.
"Sayang kalau untuk satu bulan aku tidak bisa lama-lama disana bersama kamu karena kamu juga tahu bukan suami kamu ini seperti apa?"
"Tapi mas setidaknya kamu bisa megantarku saja kesana sambil kamu berkunjung kesana semenjak kita kembali kamu belum pernah berbicara dengan kak Raheel."
"Baiklah aku akan megantar kamu,saja kemungkinan aku hanya bisa diaktifkan hari saja aku disana karena aku ada teder baru aku yang akan membuatku sibuk bersama Sigit nantik."jelas Dion pada istrinya itu.
"Waktu dua hari itu boleh juga mas kerena aku tidak akan sendiri kesana karena ada suamiku yang megantarku."Dita senang Dion kan megantarkannya walau cuma dua hari saja Dion yang pasti Dion bisa lebih akrab dengan Raheel.
Tak lama pesanan mereka sampai dan dion menaruh mi yang dimintak dita tadi didepan istrinya itu.
Dita makan tampak makan dengan lahap dan lebih semangat dion memperhatikan Dita makan ada sedikit senyuman dibibirnya terpancar kerena dia senang melihat Istrinya itu seperti ini,apa yang diinginkan memintak padanya saat dia mau apa yang diinginkan.
"Mas kok gak dimakan mi,jangan negoin aku makan entar kanu bisa kenyang sendiri lihat aku makan."canda Dita pada suaminya itu.
"Aku senang melihat kamu makan seperti ini,aku juga senang kamu memintak padaku saat kamu menginginkan sesuatu."
"Terimakasih ya mas hari ini kamu mau temanin aku,tapi entah mengapa seminggu ini makan aku sangat bayak, dan aku sering menginginkan makanan yang tidak begitu aku sukai mas."
"Tidak apa kamu makan bayak,nantik kalau gendutpun aku akan tetap cinta sama kamu."canda Dion pada istrinya itu.
"Kamu meyidirku ya mas,kamu gak suka melihat aku berbadan ya?"Ucap Dita sedikit tidak enak kerena suaminya itu berbicara seperti itu padanya.
"Kamu kenapa kok wajahnya seperti itu,aku tidak akan lari dari kamu jika badan kamu itu berisi aku kan tetap mencintaimu dan menyayangimu selamanya."ucap Dion pada istrinya itu saat ini tampak jurang semngat memakan mi yang sudah di pesannya tadi.
********
__ADS_1