
Malamnya Dion dan Dita duduk di depan rumah sambil meriksa berkas yang dibawak nya dari kantor kerena ada sedikit lagi yang perlu dilihat Dita.
Dion juga disibukan membaca imeil dari Sigit yang dikirimkan pada Dion barusan, Dion hanya melihat dan memperhatikan istrinya sekali-sekali karena Dita serus kali memeriksa laporan yang diberikan oleh karyawan kantornya.
"Apa kamu belum siap sayang ?"
"Ini tingal ini saja lagi mas bentar lagi siap kok."
"Bikin kopi untukku sayang,mataku sudah mulai mengantuk jika tidak ada teman untuk berbicara karena aku perhatikan kamu sangat serius mengerjakan itu dari tadi.ucap Dion pada istrinya.
"Kamu marah ya pada ku karena aku cuekin kamu?"
"Mana bisa aku marah pada kamu itu sayang karena aku akan selalu mendukung kamu apa yang kamu kerjakan,asalkan kamu tidak mengambil waktuku bersana kamu sayang."
"Baiklah kalau begitu aku akan menemanin kamu malam ini."manja Dita pada Dion saat ini dengan agak sedikit genit.
"Sana kamu bikin dulu kopi untukku sayang." ucap Dion mengusakp pipi istrinya itu yang bergayut manja padanya.
"Baiklah sayangku,muaaah."ucap Dita melayangkan satu ciuman dibibir suaminya itu.
"Jangan memancing aku sayang,ini masih belum waktunya." senyum Dion pada istrinya saat ini melihat Dita meningalkannya untuk membikin kan kopi untuknya kedalam.
"Dasar kamu itu,sifat kamu yang bawel itu tidak pernah hilang dan aku juga sangat merindukan kamu yang bar-bar itu."
"Apa kamu sudah siap memikirkan istrinya cantik kamu itu?ucap Bian tiba-tiba saja datang dan duduk didepannya dan Mia saat ini.
"Mia kamu kedalam bilang sama Dita bikinkan satu kopi lagi untuk Bian."
"Baiklah tuan saya kedalam dulu."ucap Mia langsung menigalkan mereka berdua."
"Kalian berdua dari mana,tampaknya wajah lo itu ada sesuatu yang lo semuyikan dari gue?"
"Mana ada gue meyemuyikannya dari lo Dion.
"Bagai mana kemajuan hubungan lo saat ini sama Mia,Pa lo sudah nembak dia?"
"Sudah tapi Mia sedikit ragu pada gue Dion."jelas Bian pada sahabatnya itu.
"Emangnya kenapa dengan Mia?"
"Gue kurang yakin dengan hubunga ini nantik apa orang tua gue dapat menerima Mia,karena Mama gue biasanya pilih-pilih untuk yang akan dijadikan menantunya."
"Gue sudah kepikiran itu dari tadi siang Bi, gue takut lo akan menyakitinya nantik."
__ADS_1
"Gue akan mempertahankan dia bagaimanapun itu,aku sangat mencintainya."
"Itu harus lo lakukan Bi jika tidak lo tidak usa lanjutkan hubungan kalian kalau hanya Mngyakitkan dia."
"Gue tidak akan melepaskan dia lagi Dion karna gue sudah menyayanginya semenjak kita di Malaysia dulu.
"Itu terserah lo,elo tahu bukan Mia adalah orang kepercayaan Raheel jadi jangan pernah kamu meyakiti dia,lo itu akan berdampak tidak baik untuk kalian nantik.
"Gue akan ingat itu Dion,gue akan memintak Baik-Baik Mia pada Raheel."
"Ide elo itu bagus itu juga,Gue suka lebih baik juga seperti itu."
"Ya gue akan melakukan apapun untuk mia,asal Mia hidup bersama gue."
"Terus bagai mana jika mama lo tidak suka Mia yang kan menjadi maenantunya?
"Gue akan tetap menikahi Mia jika mama gue tidak merestui hubungan gue sama Mia.
"Serius itukah kalian maembicarakan asistenku?"
"Sayang apa sudah siap kopinya."ucap Dion melihat istrinya datang membawa kopi padanya.
"Ini kopi kamu mas,dan ini buat mas Bian." ucap Dita pada Bian pada kedua pria tampan yang ada dihadapannya itu.
"Terimakasih bayak Ta."
"Mia mana sayang kok gak lihat dia kembali lagi bersama kamu."
"Mia mau mandi dulu katanya,palingan dia sebentar lagi kesini."
"Mas Bian apa kamu tidak mau mandi juga ini sudah sangat malam apa tidak merasa gerah tubuh kamu itu mas?"
"Sebentar lagi Dita aku mandi mau tidur saja nantik."
"Ok,tak.masalah itu terserah kamu saja mas."ucap Dita santai.
"Dion apa lo akan menetap disini selamanya karna Dita tidak mungkin akan ikut dengan kamu?"
"Ya Bi,mulai hari ini gue sudah tingal disini bersama istri gue,tapi aku masih tetap ke kantor pusat Satu kali dalam dua bulan kesana untuk megecek pekerjaan disana karna Givan tidak akan membiarkan gue disini saja."
"Baguslah itu,kita masih bisa bertemu sering,tidak akan gue yg berkunjung sering ke sini."balas Bian santai.
"Mana tahan lo gak kesini kalau gak berdekatan sama Mia."
__ADS_1
"Untuk saat pasti gue kan sering disini tapi kalau nantik gue sudah menikah pasti Mia akan ikut denganku."
"Asal elo serius saja sama gadis itu,jangan sampai lo melukai hatinya jika nantik mama elo tidak bisa menerimanya dikeluaga lo.
"Aku kan tetap menikahinya,aku kan melakukan apapun untuk orang yang aku sayangi."
"Mas Bian benar-benar suka sama Mia?
"Ya"gue menyukai asisten kamu itu,baru saja gue jadian sama dia.",
"Selamat ya Mas Bian akhirnya Mia tebalas juga cinta dan sukanya pada orang yang selama ini di sukanya."
"Apa yang baru kamu bilang itu, memang itu kenyataan yang aku dengar."
"Iya mas,Mia jatuh hati pada saat bertemu mas Bian dimoll waktu itu."
"Baiklah,Berkati dia tidak jujur padaku,baiklan nantik aku akan membuatnya jijur padaku."ucap Bian dalam hati dengan senyuman yang penuh arti.
"Bi lo kapan kan berangkat dari sini?" tanya Dion pada Bian yang sedang asik dengan lamunannya.
"Mmmm,Apa yang lo bilang barusan dion,gue kurang dengar.?"
"Makannya jangan bingung dan melamun saja lo itu,entar kesambet baru rasa."kesal Dion pada sahabatnya itu.
"Gue kembali mungkin dua hari lagi karena ada sedikit masalah disini pada toko gue, ada barang hilang oleh kariawan gue,entah ada motif lain diri kehilangan ini,gue belum bisa mengatakan yang tidak-tidak dulu karna belum ada bukti."
"Berapaan kerugian lo Bi,akibat kejadian ini?"
"Kerugianku saat ini hampir mencapai dua M.
"Jadi kayak mana kamu bisa mengatakan dan mengecek barang yang hilang itu.?
"Tenang saja Dion kerena aku susah memasang alat pada berlian itu,akan mudah olehku untuk melacak dimana berlian itu berada."
"Bagus jiga ya pemikiran kamu bisa bikin pengaman seperti itu."
"Ya sudah kita masuk yok sayanh sudah malam ini besok kamu harus kerja."ujar Dion pada istrinya itu.
"Ayok mas aku juga sangat kelah sekali hari ini,"ajak Dita pada suaninya itu.
"Aku juga kan kekamar saja,kerena aku juga mau mandi,sudah sangat gerah badanku.Ucap Bian meninggalkan sepasang suami-istri itu.
Dion membawa istrinya itu masuk kekamar karena hari sudah malam,sampain
__ADS_1
dikamar mereka langsung tidur dengan pelukan yang biasa mereka lakukan berdua saat tidur.
BERSAMBUNG......