
Hari Dita betul-betul bercerita panjang dengan sahabatnya itu kerena Dita tidak bayak waktu dikota ini,dua hari lagi dia harus kembali kerena tidak mungkin Dita meningalkan perkerjaan lebih lama.
"Ta apa kamu akan lama berada disini?"
"Tidak Nay mukin senen siang aku harus berangkat ke kota B,kamu tahu aku seperti apa sekarang tidak bisa menigalkan perusahaan lama."
"Kamu bakal menetap disana Ta aku sangat kesepian disini,kita akan jarang ketemu pasti Ta."ungkap Naysha tampak sedih.
"Jangan seperti ini Nay,kita masih bisa telponan jika kamu membutuhkannya aku,jika kamu ada waktu datanglah ketempatku,tapi aku akan usahan kita bertemu dalam dua bulan sekali sekedar melepas rindu."Terang Dita pada sahabatnya itu agar Naysha tidak merasakan sepi.
"Entahlah Ta saat ini aku sering berpikir ada rasa takut pada diriku saat ini mas Givan akan meninggalkan aku,kerena aku sudah tidak bisa memberinya keturunan lagi yang diharapkan dia selama ini." curhat Naysha pada sahabatnya itu.
"Kamu jangan berpikir terlalu jauh Nay,Berfikirlah kearah yang baik,agar kamu dapat menerima kenyataan ini dengan iklas."
"Tapi Ta sulit bagi aku untuk melupakan kejadian ini,aku merasa kehilangan bayi yang aku tunggu kehadiran bersama mas Givan tapi Allah lebih menyayanginya,aku sedih merasa diriku ini bukan siapa-siapa lagi Mas Givan."
"Stop pikiran kamu seperti itu saat ini,tidak mungkin mas Givan akan melupakan kamu secepat ini Nay itu persaan kamu saja,aku tahu mas Givan itu sangat mencintai kamu dengan sepenuh hatinya."
"Aku tidak tahu apa yang harus aku buat sekarang,terkadang ada rasa suntuk aku dirumah sendirian."
"Jika kamu suntuk pergilah ke panti pasti kamu bisa melupakan kejadian ini,cobalah lebih berpikir kearah positif Nay bagai mana kamu bisa bangkit dan tidak terpuruk seperti ini."
"Aku akan mencobanya Ta,agar aku bisa melupakan ini semuanya,aku akan mencoba mengantikan zi untuk mengajar disekolah panti,lagian Zi akan pokus pada belajarnya karena Zi saat ini sudah kelas tiga sentar lagi dia akan tamat dan akan sma."
"Itu tidak masalah Nay asal kamu bisa melupakan semua ini."
"Ta aku lihat kamu datang sama Mas Dion apa sudah ada perkembagan hubungan kamu dengannya saat ini ??"
"Untuk itu allhamdulilah Nay aku sudah baikan sama dia,satu bulan ini kamu sudah bersama."senyum Dita terpancar indah dibibir itu.
"Syukurlah" Ta kamu bisa menerimanya kembali,aku senang melihat kamu bisa bersatu kembali dengan Mas Dion."
"Ya seperti itulah Nay. "
" Aku akan selalu berdoa buat kamu selalu bahagia bersama orang yang kamu cintai Ta,dan semoga saja kamu cepat mendapat momongan Ta."
"Terimakasih Nay atas doanya,semoga saja itu cepat terkabulkan kerena kami sangat menginginkan dia cepat hadir dikeluaga kecil kami saat ini."
__ADS_1
"Semoga saja ya Ta" senyuman keduanya terpacar dan ada sedikit kebahagiaan terpancar di wajah kedua wanita itu.
Mereka berdua lagi asik bercerita tiba-tiba saja alfa datang dengan membawa mainan kearah mereka berdua saat ini.
"Bunda ayok temanin Alfa ke cari cemilan di supermarket dekat sini saja,Alfa suntuk gak ada makanan yang mau dikunya,paman Zi kok lama ya?"
"Mungkin saja saat ini paman kamu megantar bibik zafira pulang dulu."
"Ohh gitu ya bun."Alfa tidak bertanya lagi pada bundanya.
"Kamu bisa pergi sama om Dion Ayah Givan sana."ucap Dita pada Alfa tampak suntuk saat ini.
"Baiklah Alfa akan ajak kedua pria tampan itu saja tante."ucap alfa semagat..
"Anak pintar. "Buruan sana jangan lupa untuk kami ya alfa."
"Tenang saja tante hari ini Alfa akan porotin kedua pria itu."
"Bagus itu Alfa,Tante sangat suka cara kamu."
Dita dan Naysha saat ini hanya bisa tersenyum kearah suaminya masing-masing kerena Alfa saat ini lagi meregek pada mereka berdua untuk diantar ke supermarket mencari apa yang sedang diingikanboleh putra satu-satunya sahabatnya itu.
"Ini sudah siang Alfa sebentar lagi kita akan makan siang bersama." elak Givan pada putranya itu.
"Alfa lagi gak selerah makan Yah,Ayoklah om Dion antar Alfa ya."
"Sama Ayah kamu saja al,om lagi malas keluar."
"Kalian sama-sama malasnya."ucap alfa pada keduanya saat ini.
"Yasudah Al biar kita berdua saja yang menemanin kamu,Hari ini kita akan bikin perhitungan dengan kedua pria pelit itu."ucap Dita saat ini kata-katanya penuh dengan ancaman pada Dion.
"Emang apa yang akan tente dan bunda lakukan pada mereka berdua??" Tanya Alfa pada wanita cantik itu.
"Tenang saja al,untuk om Dion nantik dia tidak ada jatah wajib untuk dia." jelas Dita menujuk suaminya itu terang-terangan dihadapan Alfa.
"Sedangkan untuk Ayah kamu yang pelit itu,Malam ini dia bakal tidur di kamar tamu lagi al,kamu setuju dengan rencana bundah hari ini."Tegas Naysha pada putranya itu.
__ADS_1
"Alfa setuju bunda,rencana kalian itu boleh juga."
"Sekarang kita berangkat kita puaskan untuk belanja dan jalan hari ini nak,mereka berdua lagi gak mau keluar baiklah kita akan keluar hari.
"Let,s go alfa," Ajak Dita dan Naysha saat bersamaan..
"Ok bun,kita pergi"Semagat Alfa saat ini.
Kedua wanita cantik itu meninggalkan kedua pria yang lagi kebingungan saat ini kerena sudah dapat lampu kuning oleh istrinya itu.
"Dion kamu tahu bukan apa yang harus kita lakukan sekarang."ucap Givan sudah terbayang apa yang akan terjadi nantik dia bakal tidur dikamar tamu malam ini jika tidak mau megantarkan Alfa.
"Gueh gak mau jatah gue malam ini hilang kerena ulah putra lo Van,cepatan kejar mereka jika lo gak mau tidur di kamar tamu."
Ucap Dion mengejar istrinya saat ini.
Mereka berdua langsung mengejar istrinya itu kedepan kerena Naysha saat ini lagi mengambil dompetnya di kamar.
"Sayang biar aku saja yang mengajak Alfa belanja."
"Lo kok bisa bertukar haluan kalian berdua."sambung Naysha baru saja turun dari lantai atas.
"Keputusan kami tadi sudah bulat jadi kalian berdua gak bisa menggangu gugat lagi." ucap Dita santai.
"Sekarang kalian berdua mingirlah kami akan berangkat,bik ina pak ujang mana ya kok aku gak lihat?"
"Bukankah pak ujang lagi jemput den Zi nona." jelas bik ina pada Naysha saat ini.
"Sekarang pak ujang lagi jemput zi sebaiknya kami berdua saja pergi sama Alfa."
"Enak saja kita udah siap-siap kalian nikmati saja hari kalian dirumah hari ini kita berdua bisa pakai taksi online."
Ucap Naysha kesal pada kedua pria itu.
"Ayok Ta kita berangkat."
"Yah sudah kami berdua ikut kalian aja,boleh ya sayang."regek Dion pada Dita saat ini.
__ADS_1
Akhirnya mereka pergi berempat hari ini untuk menemani Alfa hari ini belanja apa yang akan di beli oleh Alfa nantik.
BERSAMBUNG.......