
Semoga saja yang kalian inginkan itu terjadi Dion karna kami akan ikut senag jika ada kopenakan yang lahir dari istrinya kamu itu,aku akan bahagia jika adikku hamil ucap Raheell disamping istrinya itu.
"Semoga saja Dita hamil mas lihat tadi Dion sangat bersemagat ingin tahu apa dia dengar dari ucapanku."
"Semoga saja,kita akan memiliki keponakan."ucap raheell juga senang jika benar itu Dita hamil.
"Kamu akan lansung berangkat kerja mas?"tanya Ranti pada Raheell.
"Iya,ada apa kamu bertanya seperti itu padaku sayang,apa kamu menginginkan lagi seperti tadi malam"ucap Raheell megusili istrinya itu.
"Ahhh dasar kamu ini,aku tidak mau lagi badanku terasa capek kamu bikin,semalaman kamu mehajarku sampai aku tidak bisa tidur.Kesal Ranti pada rahel.
"Terus apa lagi sayang?"
"Aku ingin menanyakan kabar Mia pada kamu, apa anak itu senang tingal bersama Dita,apa dia tidak ada masalah berkerja sama dita.
"Untuk satu tahun ini dia baik-baik saja,tidak ada menujukan tidak nyaman bersama dita,mereka tampak akrab."jawab Rahel apa adanya pada istri nya itu.
"Syukurlah mas aku sangat megewatirkan dia,jika dia tidak nyaman tingal sama dita dan berkerja disana mas,kamu bisa menariknya ke perusahaan kita disini."
"Tenanglah sayang tidak akan ada terjadi apa-apa dengannya,aku jamin itu selama ini aku terus memantaunya."
"Apa kita jodohkan saja dia dengan rekan bisnis kamu mas?"
"Tidak,kau tidak mau menggangu Kebebasannya Mia sayang,biarkan dia menjalankan hidupnya sendiri dan mencari pasangan yang dia cintai seprti kita,sampai saat ini kita hidup bahagi,begitu juga aku inginkan buat Mia."
"Tapi mas sampai saat ini dia belum juga menikah,umurnya sudah hampir kepala tiga,bisa-bisa dia jadi perawan tua nantinya."jelas Ranti pada Raheell.
"Apa sih yang kalian ributkan kak sama istri kamu itu,ini masih pagi,kalian ini suka kali tidak besitegang dulu setiap pagi tidak akan pernah nyaman kalian ini,dasar keluarga anah kalian ini."ucap dita datang dari kamarnya.
"Kalian berdua sudah mau pergi ya?"tanya Ranti pada sahabatnya itu.
"Iya Ran,aku pinjam mobil kamu dulu ya."
"Kuncinya di tempat biasa kamu bisa memakainya sesuka hati kamu selama kamu disini."
"Ok,terimakasih bayak sahabatnya aku yang baik ini,"ucap Dita mencubit pipi Ranti.
__ADS_1
"iss dasar kamu ini,tidak pernah berubah ya kamu ta selalu bikin aku sakit dulu baru kamu puas."repet Ranti pada sahabatnya itu yang sudah meningalkannya bersama Raheell.
"Sini giliran aku sayang,aku akan berangkat kerja,mana kissnya buat aku pagi ini."ucap raheell sabill memeluk pinggang istrinya itu dan menciun bibir manis itu,sudah biasa setiap hari dilakukannya pada istrinya itu.
"Sana berangkat,nantik lama-lama kamu mencium bibir aku ini bisa-bisa kamu tidak jadi kerja,mala megerjaiku dikamar."ceplos Ranti pada Raheell saat ini.
"Tidak apa karena aku belum bisa puas dengan permainan kamu semalam itu sayang."ucap raheell pada istrinya itu
"Buang jauh-jauh pikiran kotor kamu itu tuan Raheell,kerena saat ini aku tidak sedang berselerah untuk melayani suamiku yang penuh pikiran kotor yang bersarang diotaknya."ucap Ranti lembut pada suaminya itu.
"Ya sudah aku berangkat ya,siapkan diri kamu malam nantik kita sambung kembali sayang."senyum Raheell pada Ranti.
"Mas,jangan mulai lagi,aku tidak mau sungguh melelahkan kemauan kamu itu mas."kesal Ranti pada suaminya itu.
"Daaa sayang,jaga diri baik dirumah dan anak-anak,aku berangkat dulu."ucap rahel selalu hangat pada istrinya yang sangat dicintainya itu.
*
*
"Mari ikut dengan saya tuan saya akan mengantarkan anda keruangan ibu hamil,saat ini piling saya megatakan istrinya anda lagi hamil,sebaiknya kita pastikan saja pada dokter yang menangani ini.
" Baiklah dok saya akan mengikuti saran anda.
"Mari tuan saya akan mengantarkan adan kedokter marlin."ucap dokter bagian peyakit dalam,dan mengantarkan Dionndan Dita keruanga ibu hamil itu.
"selamat pagi dokter marlin,saya ingin anda memeriksa istrinya tuan ini apa piling saya dia benar-benar hamil atau tidak."
"Baiklah dok saya akan melakukan apa yang adan mintak,terimakasi dok sudah bersedia mengantarkan pasien pagi ini.
"Sama-sama dokter,saya permisi dulu untuk kembali lagi keruangan saya.
"Terimakasih bayak dokter atas bantuannya,maaf jika kami menggangu waktu anda."'ucap Dion pada dokter itu.
"Tidak apa-apa tuan,silakan tuan prisa istrinya sama dokter marlin.
"Ya," ucap dian ramah pada dokter itu.
__ADS_1
"Selmat pagi tuan dan nyoya,mari ikut dengan ku,nyoya bisa berbaring diatas tempat tidur itu aku akan memeriksa anda.
"Baiklah dok."ucap Dita tersenyum pada dokter cantik itu.
Dokter itu memeriksa Dita dengan alat USG yang ada dalam ruangan itu,dilayar tampa kalah butiaran sebesar kacang didalam rahim Dita.
" Lihatlah tuan istrinya anda saat ini sedang hamil tiga minggu,untuk pertubuhan cabang bayi anda saat ini sehat,tidak ada masalah dengan kandungan anda nyoya."Ucap dokter itu lembut.
"Terimakasih dok,ucap Dita mulai meneteskan air mata karena bahagia saat ini apa yang impikan oleh Dion saat ini akhirnya tercapai juga.
"Sayang kamu benar-benar hamil anak kita,kita akan menjadi orang tua"ucap dion megecup kening istrinya itu.
"Mari kita turun nyoya,saya akan megasi reseb untuk mengurangi muntah di pagi hari dan vitamin untu anda nyoya,anda bisa menebusnya di apotik klinik.
"Terimakasih bayak ya dok."ucap dion pada dokter maarlin
Setelah itu Dion dan Dita kembali kerumah raheell setelah siap menebua obat di apotik klinik itu.
Sampai dirumah Ranti sudah menunggu mereka berdua.
"Bagaimana hasil pemeriksaan nya Ta,apa hasilnya sama dengan apa aku bilang tadi sama mas Dion?
"Iya Ran,aku akan menjadi ibu sebentar lagi."ucap Dita santai.
"Apaaaa itu benar Ta,aku sangat bahagia mendegar kabar ini."ucap Ranti memeluk sahabatnya itu.
Aku senang Ran akhirnya mas Dion akan menjadi seorang ayah,dan aku senang melihatnya tersenyum seperti itu."Dita melihat Dion terseyum senang kerena bahagia istrinya hamil mereka berdua akan menjadi orang tua yang sudah lama diimpikan Dion.
"Selamat untuk kalian berdua Akhirnya kalian akan memiliki bayi lucu nantik,semoga saja dia tidak menyisakan mas Dion nantik."ucap Ranti tampa salah.
"Sekarang saja dia sudah mulai bikin aku ribet untuk memenuhi keinginan ibunya,tapi tidak masalah bagiku,aku senang melakukannya untuk anak dan istriku Ran.
"Semoga dia sehat-sehat saja di rahim kamu ta tumbuh dengan sehat."ucap Ranti pada sahabatnya itu.
Dion sangat bahagia hari ini kerena dia bisa memiliki anak dari istrinya yang sangat dicintai nya itu,rasa bahagia Dion tidak dapat dikatakan saat ini Dion sungguh bahagia sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah untuk anak-anaknya nantik.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1