CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
Akhir Dari Keputusan.


__ADS_3

"Apa itu keputusan kamu sudah dil Bian,jangan suatu hari nanti kamu memintak kembali hak kamu pada adikmu,kerena papa akan megasih ini semua pada ica."ucap Pak Hamit serius pada putranya itu.


"Papa tidak bisa serti itu karena kak Bian juga berhak atas semuanya,selama ini dia yang sudah membuat perusahaan ini bisa berjaya seperti ini."selah ica lagi pada papanya itu.


"Aku sudah putuskan semuanya dengan matang pa,aku tidak akan mengambil ini semua dari ica,agar ica bisa hidup senang jika aku tidak disini lagi bersama kalian."ucap Bian terseyum pada papanya tampa ada keraguan di hatinya.


"Baiklah papa akan mengurus ini atas nama masing-masing perusahaan yang sekarang untuk mama kamu dan ica,tanpa ada kamu pewarisnya lagi di keluarga ini nak,jangan pernah kamu menyesal atas keputusan ini semua."


"Tidak pa,aku tidak akan menyesal atas keputusan ini,kerena untuk kebaikan adikku juga,agar suatu hari nantik ica bisa menjadi pemilik hebat apa yang papa ingin dulu padaku."ucap alif senang.


"Makan aku tidak kan mengambil ini semuanya aku akan selalu membagi hasil perusahaan dengan kamu kak,aku tidak mau hidup serakah seperti mama saat ini,aku sangat kecewa pada mama tidak melihat kesedihanku lagi."


"Kamu harus kuat meyikapi mama ca,suatu saat mama pasti berubah kita tidak boleh marah padanya."ucap Bian nasehati adiknya itu.


"Kalian beritihatlah papa akan megurus ini semua agar mama kamu itu bisa hidup tenang dengan kehagiannya saat ini tampa memikirkan perasaan kita."ucap pak Hamit agak sedih keputusan istrinya itu.


"Papa yang sabar,aku mintak maaf atas kesalahan yang aku buat, sehingga papa dan ica yang juga ikut menangung semuanya ulah ku."


"Sudahlah nak tidak ada gunanya kita meyesalkan ini semua kerena ini sudah suratannya papa hidup sendiri dihari tua papa tampa ada mama kamu disamping papa."ucap pak Hamit menepuk-nepuk pundak putranya itu.


"Maafkan Bian pa."ucap Bian memeluk papanya dengan air mata yang jatuh di pipi nya saat ini.


"Tidak usah memintak maaf,Jadih pria yang kuat nak,jangan perna kamu rapuh sebesar apapun masalah yang kamu hadapi tetaplah kuat."ucap pak Hamit.


"Iya pa. "


"Istirahatlah papa akan pergi menemui pengacara papa untuk membicarakan masalah ini semua." ucap pak Hamit meningalkan kedua anak nya itu.

__ADS_1


Bian sangat bersalah pada papanya saat ini,bukan ini yang diinginkan oleh bian,tapi apa boleh buat lagi karna mamanya itu masih saja bersikeras dengan keputusannya.


Bian terpaksa menerimanya semua apa keputusan yang terbaik buat keluarganya saat ini,bian hanya bisa iklas dengan keputusan yang diambil oleh papanaya saat ini,Bian mulai hari ini melepaskan semua untuk adik yang disayanginya dan Bian akan pokus dengan perusahaan yang lagi berkembang saat ini.


Bian Akan melanjutkan kehidupan bersama keluarga kecil untuk masa depan istri dan anaknya kelak lahir,Bian melaluinya dengan rasa kecewa terhadap mamanya yang tidak mau maafkannya dan tidak mau menerima istrinya.


"Mungkin keputusan ini yang terbaik sekarang ma,walau mama marah padaku,aku masih tetap menyayagimu ma,seperti dulu sampai sekarang, semoga mama selalu Bahagia tampa kami disisi mama."ucap Bian sambil megusap air matanya yang jatuh saja saat memikirkan mamanya.


"Kak kamu menagis?" ica melihat kakaknya itu menagis untuk pertama kali.


"Kakak hanya sedih saja,mama tidak mau memaafkan aku,tapi apa boleh buat lagi mungkin nanti ada masanya mama menyadari kesalahan itu karena jauh dengan kita."jawab Bian dengan agak sedih.


"Kakak tidak salah, kakak sudah benar mengambil keputusan untuk orang yang kakak sayangi dan untuk mempertahankan orang yang kakak cintai."ucap ica mengerti saat ini apa yang dirasakan oleh Bian.


"Kakak butuh sabar menunggu ini semua,aku yakin suatu saat nanti pasti mama menyadarinya saat kita tidak bersamanya lagi."ucap ica lagi.


"Aku senang Kak Mia sedang hamil anak pertama kalian,aku sangat menunggu kedatanga keponakanku."


Bian terseyum melihat adiknya sangat bahagia karena akan menantik kelahiran anak pertamanya dengan mia.


Hari ini semuanya sudah terjawab sudah keluarga Bian akan tetap bahagia tampa mamanya namun untuk hubungan antara papa dan adiknya semakin bertambah dekat saat kejadian ini.


Papa Bian memilih berpisah dengan istrinya karena tidak mau kehilangan anak-anaknya kerena kesalahan yang dibuat oleh Bian.-'pak Hamit sudah menerima iklas karena istrinya yang memilih hidup dan jalannya sendiri,mungkin ini diakhir kisah hidupnya bersama istrinya yang selama ini diperjuangkan,namun kerena kesalahan membuat hubungan keluarganya menjadi pecah seperti saat ini.


*


*

__ADS_1


Dengan berjalannya waktu Bian dan pak Hamit dan ica tetap melajutkan hidup mereka masing-masing dengan kebahagian mereka masing-masing.


Saat ini Bian sudah bahagia dengan istrinya dan sebentar lagi mereka akan memiliki buah cinta mereka saat ini Mia dan Bian sudah menunggu kelahiran buan hatinya itu ke dunia.denagan rasa bahagia mereka tidak bisa diucapkan lagi kerena akhir dari cinta mereka perjuangkan bersatu juga walau restu itu tidak lengkap diantara mereka,tapi sudah ada Pak Hamit yang sudah mendukung hubungan mereka sampai saat ini.


"Aku akan melanjutkan hidupku tampa mama,aku akan tetap menanti maaf dari mama sampai kapanpun karena mama selalu memberiku kasih sayang dari kecil sampai sekarang,aku tidak pernah melupakan jasa mama padaku,maaf jika aku melukai hati mama,kerena aku juga ingin bahagia bersama orang yang aku cintai,semoga mama selalu bahagia,sehat dan selalu tersenyum tampa kami disisi mama saat ini." ucap Bian dalam hati sambil jauh memandang keluar dari gedung tinggi itu.


"Tuan apa tuan masih memikirkan mama tuan ?" udah Him saat ini memperhatikan bos nya itu sedang termenung.


"Mmm"


"Apa sudah tidak ada jalan lain untuk bisa mendapat maaf dari mama tuan lagi?"ucap Him.


"Tidak Him,aku tidak mau mama marah lagi biarkan sampai saat itu datang sendirinya Him,suatu saat nanti aku yakin mama akan menyadari kesalahan yang dibuat mama pada papa,dan ica."ucap Bian.


"Aku ikut sedih apa yang tuan rasakan beberapa bulan ini semenjak pulang dari tanak air tuan sering termenung sendiri jika berada dikantor."jelas Him pada Bosnya itu.


"Aku hanya bisa iklas menerima keputusan mama pada papa dan ica tampa mama memikirkan hati papa dan ica saat ini tersakiti."jawab Bian agak sendu.


" Aku hasa berdoa untuk kebaikan keluarga tuan." ucap Him pada akhir ucapannya.


"Terimakasih Him kamu masih setia sampai sekarang menemamiku." ucap Bian pada Him.


"Aku yang harus berterimakasihlah tuan karena anda ibuku bisa melewati hari-harinya bersamaku kembali."ucap Him menatap bos nya itu.


"Sudah Jagan mengingatkan itu lagi Him,aku sangat iri padamu memiliki ibu yang sangat pengertian padamu,dia selalu ada untukmu." ucap Bian terseyum pada Asistennya itu kerena dulu Him tidak swgaja bertemu dinegara ini saat pertama kali Bian baru memulai bisnisnya.saat itu ibunya membutuhkan banyak darah namun Him tidak mendapat pedonor,Bianlah yang sudah membatu Him memberikan darahnya untuk ibunya yang pas sama golong darahnya sama Bian.


************

__ADS_1


__ADS_2