
Siang ini kedua wanita cantik itu menunggu para suaminya saat ini pulang dari rumah Bian sudah jam satu siang mereka juga belum samapai saat ini.
Dita dan Naysha juga mulai memikirkan suaminya itu belum kunjung sampai rumah,Dita tampak kawatir dengan dengan kedua pria itu.
"Apa kamu cemas juga Nay?
"Sedikit ta,tapi kemana mereka ya kok bisa lama gini mereka pergi ya.
"Iya ini sudah siang,mereka berdua belum juga sampai dirumah,apa yang sedang mereka lakukan sekarang?"
"Aku juga tidak tahu ta sedanga apa mereka sekarang,sebaiknya aku tlp sajaas Givan dari pada kita berpikir yang tidak-tidak tentang mereka berdua saat ini."
"Benar juga tu ide kamu Nay, sebaiknya kamu telpn saja mas Givan biar kita sedikit tenang.
"Ya sudah aku tepon dulu ya mas Givan,kamu tungguin sebentar ya aku mau megabil HP dikamar dulu.
"Baiklah Nay aku disini saja sambil jada lihat Radisah.ucap Dita pada Afiyah sat ini duduk bersilinjor di bawah dengan alas karpet dilantai yang ada di ruangan santai rumah Naysha.
Tak lama zi datang bersama Alfa dengan tentengan belajaan dikedua tangan mereka berdua,Dita yang melihat itu semua hanya menatap kedua anak yang sedang berdiri depan nya.
"Hai kak" sapa zi pada Dita yang masih menatap kerah mereka.
"Kalian memborong ya,kok bayak gitu kalian berdua belanja?"tanya Dita pada kedua pria tampan itu.
"Iya kak kita lagi ramai,pas seperti ini baru seru kak kita makan cemilan." ucap zi santai.
"Kamu beli apa Al,boleh tante lihat belanjaan kamu itu?
"Boleh tante ini memang untuk bunda dan tante kok,kami berdua sudah memilih apa yang kalian berdua suka."
"Kamu juga bilikan pripik kentang untuk kami? ucap dita senang pada Alfa tahu apa yang disukainya.
"Betul tante,itu ada didalam kantong itu silakan bukak saja,ini." ucap Alfa memberikan dua kantong belanjaan itu pada Dita.
"Terimakasih Alfa,zi kalian berdua baik bangat ya,kalian dapat duit dari mana sih kok bayak kali hari kalian belanja,dan juga tidak memintak pada kami berdua? tanya Dita lagi.
"Jatah jajan kami satu bulan kak,sudah ada dikasih kak Givan,begitu juga dengan Alfa."
"Kalau boleh kak tahu kamu itu berapaan dikasih sama mas Givan belanja satu bulan zi?
"Paling cuma sepuluh juta dan lebih kak,kami berdua itu tidak pernah dibedakan oleh kak Givan,jatah kami sama setiap bulan kak."
"Beruntung kali kamu dapat kakak seperti mereka zi bisa meyayangi kamu dan tidak pernah mereka megagap kamu adik angkat."
"Iya kak Zi sangat bersyukur adanya mereka berdua kak,makanya zi tidak ingin mengecewakan mereka berdua."
__ADS_1
"Bagus sekali itu zi jangan perna kamu bikin kecewa kakak kamu yang selalu meyayangi kamu dengan kasih sayangnya.
"Iya kak,tidak mau membuat kak nay kecewa atas tingkah laku tidak baik jadi aku tidak mau macam-macam,aku selalu membatasi pergaulan ku dengan dunia luar."
"Apa tujuan kamu kedepan zi?"
"Untuk kedepan nya zi akan membantu kak Givan dikantor setelah aku sma,itu sebentar lagi kak."
"Bagus itu zi,berjuanglah dan bersunguh-sunguh dalam apa yang kamu kerjakan zi satu saat nanti kamu pasti akan berhasil."'
" Zi sudah berjanji atas diri sendiri akan memperjuangkan apa selama ini yang zi inginkan saat ini."
"Berlajarlah dan capai apa cita- cita kamu dan impian kamu dengan semagat zi,kakak senang melihat kamu seperti ini kerena kamu itu selalu bersemagat."
"Terimakasih kak"ucap zi terseyum pada Dita saat ini juga tersenyum pada zi.
"Paman kita ke taman yok,katanya mau bentang tikar disana untuk makan siang bersama hari ini,tapi ayah dan om Dion kok gak pulang-pulang sih?
"Mana paman tahu Al,paman juga tidak tahu mereka itu pergi kemana."
"Ya sudalah paman kita kerjakan saja berdua,kita saja yang makan ditaman hari ini."
"Ayok kita pasang tikarnya,nantik kita habis diomelin oleh bidadari yang cantik itu,apa kamu mau lagi ditarik telinga kamu lagi.
"Ayok kita kesana sekarang sebelum dia turun Al"
" Ayok"ucap Alfa berjalan duluan dari zi saat ini.
Dita melihat zi dan Alfa hanya terseyum melihat tingka mereka,mereka tampak kompak,zi betul-betul menjaga Alfa dengan baik,dari kecil mereka selalu bersama.
"Ta kamu kenapa terseyum seperti itu dan ini apa ?ucap Naysha pada sahabatnya itu.
"Apa lagi Nay bukan kerena alah zi dan Alfa mereka ketakutan kerena kamu marah padanya.
"Dan ini siapa yang beli Ta?
"Ya mereka berdua kamu kayak tidak tahu saja putra kamu itu dan adik kamu itu."
"Benaran mereka belaja sebanyak itu ini."
"Ya"
"Mereka berdua kalau sekali-sakali belanja gak ada ingat uang."repet Naysha pada kedua bocah nakal itu.
"'Biarkan saja mereka Nay,selagi dia bisa menikmati masa-masa seperti ini, tidak ada salahnya,bukan membuang uang yang tidak berguna,mereka itu belanja untuk kita lihatlah mereka masih ingat kita semua yang kita suka ada disini."
__ADS_1
"Yang benar saja Ta"
"Iya, lihatlah itu Nay putra kamu itu tidak mrningalkan satupun kesukaan kita.
"Terus sebanyak ini sapa yanga makan ta."
"Ya kita nay, siapa lagi bukankah kita rame hari ini jadi gak salah tu zi dan Alfa belaja."
"Kamu yakin habis ini kita yang makan? ucap Naysha ragu.
"Untuk megabiskan hari ini semua kita berdua mana habis Nay."
"Sebanyak ini hanya kita yang makan."ucap Naysha lagi dengan bingung.
"Nantik ada mas Dion dan suami kamu juga yang akan makan Nay juga ada zi dan Alfa.
"Eee iya mereka berdua kemana si ta aku gak lihat?
"Mereka mau bentang tikar ditaman,mereka sudah lapar menunggu bapak-bapak berdua itu,kemana sih mereka kok belum sampai dirumah ya nay?
"Palingan bentar lagi mereka sampai kata mas Givan tadi sudah dekat rumah."
"Ya sudah kita siapkan yok,makan siang kita hari ini karena kita masih punya waktu bersenag-senang hari ini nay."
"Sudah ayok,sini aku yang gendong Radisah.ucap Naysha megambil bayi itu dari kasurnya.
"Ayok kita kebelakang bergabung sama zi dan Alfa."
Mereka berdua menyusul Zi dan Alfa di taman saat ini yang lagi asik menata makan siang bersama bik ina.
Dita dan Naysha hanya terperagah melihat yang ada di depan nya saat ini, karena sudah siap semua makanan yanga akan Dita tata sudah berada di taman saat ini.
"Kalian berdua Baik bangat sayang."ucap Dita pada kedua si tampan itu.
"Kalian pintar bangat hari ini jagoanku."sahut Naysha pada kedua jagoannya itu.
"Kita tingal tungguin kak Givan dan kak Dion saja lagi,zi juga sudah sangat lapar kak."
"Alfa juga bun,kok ayah lama sekali ya bun?
"Sebentar lagi mereka sampai bersabar ya Al."
"Baiklah bun Al akan tunggu ayah datang dulu baru kita makan sama-sama."ucap Alfa sedikit manahan laparnya demi meyenakan hati bundanya.
******************
__ADS_1