
Malam ini ada rasa cemas Mia yang berada di sebuah gedung besar tempat acara pernikahan nya malam ini bersama Bian, ada rasa cemas kini dirasakan oleh Mia semenjak Mia sampai sore tadi,Mia yang lagi dihias mua yang sudah sewa oleh Raheell untuk Mia,Hari ini Mia tampak cantik memakai gaun yang berbentuk kebaya itu dengan angun Mia dengan pakaian itu,wajahnya cantik itu tampak lebih berseri karena balutan busana pas ditubuhnya ramping itu.
Dita malam ini lebih cepat datang dengan kedua sahabatnya itu ketempat acara kerena saat ini Mia pasti merasa tidak ada teman,dan keluarga yang akan menemani dia saat nantik Bian akan melasungkan Akad nikah.
Tidak lama mereka bertiga masuk kedalam kamar dimana Mia sedang dihias oleh Mua yang disewa Raheell untuknya.
"Mia."pangil Dita pada Mia saat ini.
"Ya ampun Mia kamu cantik sekali hari ini,aku gak sangka kamu secantik ini." puji Ranti pada Mia.
"Kamu seperti putri turun dari kayangan saja malam ini,pasti Bian lupa lihat kamu malam ini melihat calon istrinya berubah kayak gini."ucap Naysha lagi.
"Benar Mia,aku gak sangka kanu secantik ini,sangat beruntung Bian mendapatkan kamu."ucap Dita lagi pada Mia.
"Pantas saja Mas Bian tidak mau meningalkan kamu,dia lebih memilih kamu dari keluarga nya Mia." Sambung Ranti lagi.
"Kalian ini membuatku malu saja Nona,aku sudah sangat cemas dari tadi sampai sekarang memikirkan masalah ini."ucap Mia membalas ucapan ketiga istri bos itu.
"Emang apa lagi yang kamu pikirkan Mia?" ucap Dita menatap Asistennya itu.
"Aku sangat ragu sekarang apa Bian benar-benar akan menikahi aku dengan jalan seperti ini?"ucap Mia lagi pada ketiganya.
"Itu pasti Mia,Bian sudah mengambil jalan yang benar dalam masalah kalian ini,kerena dia tidak mau kehilangan kamu."jawab Dita lagi.
"Sekarang mantapkan hati kamu Mia,untuk menjalankan hubungan kalian ini dan masa depan kalian berdua menutupi masa depan yang baik bersama orang yang sangat kamu cintai."Ranti megasih semagat pada orang yang sangat disayanginya itu seperti adik sendiri.
"Betul itu Mia,aku tahu Bian seperti apa orangnya Dia tidak pernah main-main dengan ucapannya,karena mas yovan yang sudah bilang padaku,kamulah pilihan Bian yang terahir Mia,jadi jalanin pernikahan ini dengan iklas dan bahagialah." sambung Naysha lagi.. "Entah kenapa saya takut saja Nona aku tidak bisa melupakan Kata-kata mama mas Bian padaku saat itu mas Bian membawaku kerumahbya.saat itu mamanya mas Bian Megusirku dari rumah itu dan menghinaku dengan orang tidak ada banding untuk anaknya."ucap Mia sangat sedih.
"Hai jangan seperti ini kamu harus bahagia Mia,ini saatnya kamu bahagia bukan untuk bersedih,kamu semua mendukung kanu jiga papa mertua kamu juga akan datang nantik untuk merestui hubungan kamu Mia." ucap Ranti lagi.
__ADS_1
"Sudah Jagan kamu pikirkan itu lagi Mia lihatlah kamu saat ini sudah sangat cantik seperti ini,masa kita harus sedih-sedih sih."ucap Naysha agar Mia bisa tersenyum lagi.
Mia saat ini meliahat ketiga wanita cantik itu sangat bahagia mereka perduli padanya kerena makasih ada orang seperti mereka bertiga saat ini.
Raheell datang kekamar Mia saat ini ingin menjemput Mia kerena acara akan dimualainsrbrbtar lagi.
"Apa kalian sudah siap ?"tanya Raheell pada keempat wanita cantik itu.
"Sudah mas"ucap Ranti pada suaminya itu.
"Kita turun sekarang ketempat acara saat ini Bian sudah datang dengan rombongannya dan ada papanya saat ini bersamanya."
"Mia kita akan turun sekarang apa kamu sudah siap." ucap Dita pada Mia.
"Aku siap Nona."ucap Mia sedikit cemas.
"Baiklah tuan,aku sangat berterima kasih bayak pada tuan selama ini sangat baik padaku sampai aku sudah mau menikah tuan masih saja menjagaku."ucap Mia berterimakasih pada Raheell yang sudah menolongnya.
"Kamu hari ini bukan orang lain melainkan adikku sama seperti Dita,kamu tidak pernah aku angap orang lain mia,untuk hari ini berbahagialah sudah saatnya kamu hidup bahagia bersama orang yang kamu cintai."ucap Raheell memeluk Mia,seperti adik perempuannya.
"Semagatlah Mia,jangan lihatkan mungka sedih kamu itu didepan tamu saat ini."ucap Ranti lagi ikut memeluk Mia.
"Ayok kita turun sekarang."ajak Raheell pada keempat perempuan cantik itu.
"Mari kak kita turun."ajak dita pada Raheell.
"Ayok."jawab Raheell pada Dita.
Mereka semua turun membawa Mia dengan gaun yang panjang itu sehinga Naysha dan Dita saat ini berada dibelakang Mia seperti sayang yang menemani tuan putri akan berjalan dengan memegan bagian belakang gaun panjang Mia.
__ADS_1
Sedangkan Ranti dan Raheell saat ini mendapingi Mia disamping putri cantik itu sebagai keluarga dari Mia.
Sampai di tempat acara yang sudah banyak tamu dari kalangan pengusaha dari kenalan Raheell menghadiri acara itu saat ini dan dengan hiasan gedung itu tampak mewah saat ini.
Dari Jauh seseorang sedang memandang Mia saat ini tidak berkelip matanya kerena orang selama ini dirindukannya sangat cantik.
"Jaga mata lo darinya,nantik lo gak bisa mengucapkan ijab kabulnya kerena membayangi cantiknya calon istri lo itu."ucap Dion mulai usil.
"Diam lo jangan ganggu gue,dia sangat cantik sekali hari ini."puji Bian melihat calon istrinya itu yang sebentar lagi akan halal menjadi istrinya.
"Ahhh daster lo,sebentar lagi dia akan jadi milik lo gak usah belagak bodoh kayak gitu lo."ucap Dion sambil memukul pundak sahabatnya itu.
"Aduuuuh", pekik Bian
" Sudah kalian berdua kalau tidak ribut tidak akan diam mulut kalian berdua."
"Lo apa-apaan sih Van,biarin saja aku bikin dia kapok hari ini kerena kita setelah pernikahan ini kita bertiga bakal jarang bertemu lagi karna kamu Bi akan tingal dikota dan negara yang berbeda dengan kita."ucap Dion agak sedih.
"Lo bisa bertemu denganku kapan kalian bisa mengujugiku." Ucap Bian pada kedua sahabatnya itu.
"Ya sudah nantik kita bahas itu setelah siap acaranya."ucap Givan.
"Benar kata lo Van,setelah siap acara ini kita bergadang tidak ada malam pertama buat lo Bi,kerena kita tidak punya waktu banyak lagi."ucap Dion pada Bian.
"Baiklah aku setuju rencana lo berdua itu,malam ini kita akan mengabisi malam ini bersama."balas Bian swmgat.
Mereka bertiga tampak senang malam ini adalah malam perpisahan mereka kerena Bian akan menetap di negara lain untuk melanjutkan hidupnya bersama orang yang dicintainya itu.
****************
__ADS_1