
Pagi ini Mia tidak bersemagat melakukan aktivitas karena kemaren Bian memberi tahukan Dia akan menemui Raheel dijerman agar mama Bian bisa merestui hubungan dia bersama Mia.
"Apa tuang Raheel akan membantu Bian jika dia jelaskan ini semua,apa sebaiknya aku mengalah saja hubungan kami ini juga tidak akan baik dimata mamanya mas Bian."ungkap hati Mia saat ini.
Mia tidak bisa konsen dalam mengerjakan perkerjaan hari ini,membuat Dita menghela nafas panjang melihat asistennya itu.
"Kamu kenapa lagi mia,aku lihat dari tadi kamu bayak termenung,ada apa ?ucap Dita pada Mia.
"Entahlah nona aku tidak bisa berpikir hari dengan masalahku dengan Mas Bian,maafkan aku nona tidak bisa pokus bekerja hari ini."
"Sebaiknya kamu pulang saja jika kamu seperti ini,tenangkan pikiran kamu itu terlebih dahulu Mia."Dita memahami perasaan asistennya itu.
"Tidak nona,aku akan tetap disini menemani nona berkerja." ucap Mia saat ini.
"Itu terserah padamu mia,aku cuma ingin kamu baik-baik saja hari ini."
"Baik nona"kata Mia.
"Kita akan melakukan miting dengan dengan staf yang menjabat beting diperusahaan ini sebentar lagi kamu bisa siapkan apa keperluan kita." ucap Dita dengan tegas.
"Baik nona saya akan menyiapkan semuanya."
"Lakukan sekrang Mia janga bayak melamun lagi,aku tidak suka kamu seperti itu."
"Ya nona"ucap Mia dengan cepat menyiapkan apa yang akan dibawa kedalam ruangan miting yang sebentar lagi akan dimulai.
Tidak lama Mia siap dengan semua yang di mintak Dita,Mia mengajak Dita untuk keruangan miting karena sudah waktunya.
"Mari nona sebentar lagi miting akan dimulai"ucap Mia mengigatkan Dita siang ini.
"Ayok kita langsung saja keruangan miting Mia,kerena kita akan pulang cepat hari ini,Radisah agak panas padannya."
"Mari nona" ucap Mia berjalan disamping bos nya itu.
"Hari ini kita akan membicarakan proyek kita yang berada di kota s agar bisa selesai diakhir bulan ini,kerena masih ada lagi proyek kita harus kerjakan setelah ini."
__ADS_1
"Mudah-mudahan orang lapangan bisa menyelesaikan pada akhir bulan ini nona,karena sudah 88%sudah selesai kita tingal meyiapkan saja lagi nona."
"Baguslah itu mia,aku senang mendegar itu karena kak raheell juga senang dapat kabar ini"
"Semoga saja nona"ucap Mia senang pada Dita saat ini.
Tidak lama mereka sampai di ruangan miting itu dan Mia masuk kedalam ruangan itu dengan mengikuti atasannya itu.
Mia duduk disamping Dita saat ini.
Dita saat ini lagi pokus dengan penerangan dari kariawanya apa saja agenda yang harus mereka bahas dimiting kali ini,butuh 3 jam hari ini Dita dan Mia didalam ruangan itu,untuk membahas bemacam kerjaan yang akan ditangani oleh staf masing-masing yang ada di perusahaan yang sedang dipegang oleh Dita saat ini.
Akhirnya miting itu siapa juga dipada jam 4 sore,kaqrena hari ini Dita akan pulang cepat kerena anak perempuannya saat ini membutuhkan dia.
"Mia kita lansung pulang saja hari ini, ini sudah waktunya kita pulang."
"Baiklah nona aku mengikuti saja apa kata nona hari ini,kerena aku jiga kurang srmagat hari ini."
"Ayok buruan Mia,batik kita bicarakan diatas mobil saja,kita harus cepat pulang kopenakan kamu itu saat ini lagi demam."terang Dita pada Mia.
"Kamu itu harus semagat mia,jangan seperti ini,lihat aku dulu sama Dion aku bersikuku kuat menerima apa saja keputusan darinya,aku memilih pergi darinya."
"Apa aku harus melakukan hal yanga sama dengan kamu nona?
"itu tergantung kamu Mia kalau kamu sanggup melupakan dan jauh dari Bian." terang Dita pada Mia saat ini.
"Aku akan Memikirkannya dulu dengan matang nona,kerena saat ini aku masih ragu degan hatiku ini."
"Makanya yakinkan hati kamu itu dangan satu saja jangan ada lagi yang kamu pikirkan."
"Bagai mana aku tidak memikirkannya nona dengan mentah-mentah mama Bian sudah menolakku saat aku baru pertama kali dikenalkan pada maknya super galak itu."
"Jadi pikirkan lah terlebih dahulu apa kamu bisa melupakan Bian karena kamu sudah dua tahun ini menjalankan hubungan dengannya."ucap Dita selalu meyupors asistennya itu biar selalu semangat.
"Ayok nona kita turun mobil sudah menunggu kita di dopan lobi.
__ADS_1
"Baiklah,Mari kita pulang,selalu semangat."ucap Dita diselah dia berjalan ke life untuk turun kebawah.
Mereka berdua sampai diluar dan Dita dan Mia masuk ke dalam minil.
"Nona Dita apa aku boleh bertanya sesuatu pada kamu?
"Ada apa, apa yang ingin kamu tanya mia,insyaallah aku akan menjawabnya."
"Apa aku salah untuk mengakhiri hubungan kami ini,kerena pada akhirnya aku juga yang akan tersakiti,jika meneruskan hubungan kami ini,Tampa restu orang tua mas Bian aku juga tidak mau menikah dengannya.
"Mia,bukan aku tidak menghargai keputusan kamu itu,tapi kamu harus pikirkan lebih dulu hati kamu itu,apa kamu bisa hidup tanpa Bian yang dua tahun ini sudah mengisih Hari-hari kamu,aku akan mendukung apapun keputusan kamu Mia,kerena kamu itu saudara aku juga,kebersamaan kita selama beberapa tahun ini membuat kita bisa dekat ini,bukan antara atasan dan asisten saja hubungan kita Mia."
"Aku belum tahu apakah aku bisa jauh darinya atau tidak,aku mencoba memahami ini semua namun aku pikir aku juga yang akan tersakiti,sebaiknya aku saja yang mengala kerena apa yang diinginkan oleh mama mas Bian itu juga tidak mungkin aku bisa penuhi,aku memang tidak memiliki Apa-apa nona apa lagi jika mamanya tahu aku ini mantan dari wanita pehibur walau aku masih gadis dan perawan sampai saat ini tapi tetap saja aku pernah keluar dari dunia itu."
"Jagan megungkit masalalu yang pahit itu Mia, kerena itu harus kamu buang jauh-jauh."ucap Dita megusap punggung asistennya itu yang sedang menangis memeluknyaa.
"Tapi itu kebenaran nya nona,pada akhirnya aku juga yang akan terhina oleh mama mas Bian jika aku meneruskan hubungan ini."
"Sudah Mia jangan sedih lagi kita pikirkan nanti jalan keluarnya nantik.ucap tidak sedikit sedih melihat mia yang selama beberapa tahun ini sudah bersamanya.
"Maafkan aku nona membuat andan menjadi sedi kerena aku."
"Kisah kita tidak terlalu jauh berbeda mia,aku mengerti hati kamu dan perasaan yang sedang kamu rasakan saat ini.
"Terimakasih nona,anda masih mau mendegar ungkapan hati aku saat ini."
"Berceritalah padaku mia,hanya aku yang kamu punya saat ini,tempat kamu bersandar dan bercerita,aku janji akan mencari jalan keluarnya,bersabarlah dulu jika kamu mampu.
"Ya nona, aku akan bersabar."
Tidak lama mobil yang membawa mereka sampai dirumah Dita saaat ini,mia turun dari mobil yang sudah mengatur mereka berdua saat ini.
Dita hanya melihat mia masuk sedikit sedikit sedih,rasa kasihan pada asistennya itu Dita saat ini hanya bisa menghebuskan nafas panjangnya kearah pungung mia yang lebih dulu masuk kedalam.
**************
__ADS_1