
Hari ini para tamu sudah pulang meningalkan rumah dita saat ini dan begitu juga dengan keluarga dion sudah kembali lagi kekota asal nya.
Dita masuk kekamar nya untuk menganti kebaya yang dipakai nya seharian ini, dita sudah tidak nyaman untuk memakai kebaya itu lebih lama lagi,tak lama dion masuk kekamar dita dengan membawa kopernya.
"Ta aku mau mandi kamar mandi nya dimana ?ucap dion pada dita saat ini dita sudah selesai memakai baju ganti nya.
"Mas bisa mandi dibelakang mas kamar mandi nya didekat dapur, terang dita pada suami nya.
"baik lah aku mandi dulu.
"tunggu dulu, ini mas handuk nya, dita memberikan handuk nya pada dion.biar aku siap kan pakaian mas, sambung nya lagi.
"Ok, terimakasih ya, ucap givan berlalu dari duta.
Dita menyiapkan pakaian untuk dion, dita membuka koper yang dibawa dion dan mengambil sepasang pakaian dan lengkap dengan dalaman dion tak lupa dita sediakan saat itu juga.
Tak lama dion masuk dengan balutan handuk dipingangnya, dita yang melihat dion seperti itu merasa malu, dita tidak mau lihat kearah dion saat ini.
"Mas itu pakaian nya sudah saya tarok di atas kasur, maaf ya aku sudah lancang bukak koper kamu. ucap dita tampa melihat kearah dion.
"Ya, terimakasih, gak apa-apa ta itu sudah menjadi tanggungjawab kamu sebagai istri saat ini, ucap givan santai.
"Aku keluar dulu ya, silakan pakai pakaian nya mas, aku akan biatkan kamu kopi dahulu.dita hendak membuka pintu, namun dion mencegah dita.
"Tunggu ta kamu jangan pergi dulu,aku ada sesuatu yang aku jelas kekamu.
"pakai lah terlebih dahulu pakaian kamu mas,aku tidak nyaman lihat kamu seperti itu.
"Baiklah aku akan pakai baju ku dulu, kamu tunggu sebentar.dion cepat-cepat memasang pakaian nya, sedangkan dita saat ini memalingkan pandangan nya ketepat lain.
__ADS_1
Dita berdiri di jendela kamar nya memandang keluar saat ini,tak lama dion datang dan berdiri disamping dita saat ini.
Mereka berdua hanya bisa diam,tampa berbicara dita tak merasa nyaman saat itu dia angkat bicara lebih Dahulu.
"kamu mau jelaskan apa mas.tanya dita.
"Maaf ta aku selama ini sudah membuat kamu selalu kesal kepadaku.tapi aku betul-betul gak tahu tentang perjodohan ini sama sekali,aku tahu kamu tak bisa menerima perjodohan ini.tapi kamu harus ingat ta aku menyetujui perjodohan ini karena mama yang memintaku untuk menikahi gadis yang pernah menolong nya saat itu periwa kebakaran beberapa tahun lalu yang meakibatkan papaku juga tewas kerena kebakaran saat itu.
"Maafkan aku mas disaat itu aku tak sempat menarik keluar papa mu, karena disaat itu beliau sudah ditimpa bahan yang mudah kebakaran saat itu,aku sempat membuangnya bahan itu tapi api nya terlalu cepat menjalar keseluruhan ruangan itu,saat itu api sudah menjalar pada ongokan yang menimpa papamu mas tapi aku masih saja beruasha, namun pada saat itu,mama kamu sudah mulai sesak,dengan cepat aku membawa dia keluar pada saat itu aku baju ku sudah kebakaran dipunggung.sampai diluar aku gak sadar diri lagi mas, saya tahu lagi entah apa terjadi selanjutnya,pas aku bagun, aku sudah berada diruang rawat rumah sakit,ayah bilang aku tak sadar diri selama 3 hari.
"Mama selamat hari itu, tapi tidak dengan papa, ucap dion sedih.
"Maafkan aku, ucap dita singkat.
"kamu gak salah ta, mungkin kalau tidak ada kamu disaat itu mungkin mama juga ikut kebakar di didalam gudang itu.jelas dion.
"Kalau mas merasa terpaksa menikahi ku mas boleh meninggalkan aku,aku akan Terima apa keputusan ini,aku tidak mau menjalani pernikahan ini dengan keterpaksaan mas.
"Aku tidak pernah terpaksa mas,aku menerima ini sudah iklas mungkin sudah jodohku dan jalan hidupku mas.terang dita.Aku juga tidak tahu dengan hati kamu mas apa bisa mas menerimaku sebagai istri mu.ucap dita sedikit sedih.
Dion hanya diam menatap dita tampa ada kata yang terucap sedikitpun saat ini,apakah dia harus bilang kepada dita saat dia sangat mencitainya sebelum perjodohan ini,dan juga sebelum pernikahan ini terjadi, namun dion masih juga menyimpan perasaan itu,bahwa dia tahu saat ini dita belum mau menerima pernikahan ini sepenuh hati.
"Aku harus sabar ta menunggu kamu,aku akan mempertahankan pernikahan ini, aku tak bisa melepaskan kamu lagi, aku sangat mencintai kamu,kamu sudah menjadi milikku tidak akan pernah aku lepas lagi, kata hati dion saat ini masi diam menatap dita.
*****
Saat ini dita dan dion berada diruang makan bersama ayah dan ibu nya,dion yang biasa dengan sikap dingin dan acuh nya tak terlalu banyak mengeluarkan kata, dia hanya sekedar nya saja berbicara.
"Nak dion bagai mana dengan perkerjaan kamu,apa kamu akan tingal bersama kakek kamu di kota kelahiran kamu nak?tanya pak wahyudi kepada menantu nya.
__ADS_1
"Dengan kerjaan ku saat ini baik-baik saja yah, tapi kalau untuk tingal bersama kakek kayak nya tidak, aku lebih suka tingal sendiri dari dahulu sebelum papa dan mama meninggal aku sudah terbiasa ayah.
Mungkin besok pagi aku akan membawa dita denganku kekota kelahiran ku karena kakek yang memintaku agar aku membawa istri ku sebelum kembali kekota dimana kami bekerja yah,ucap dion dengan santai.
" Ayah tidak akan melarang kamu membawa dita kemana kamu akan membawanya pergi karena dita adalah istri mu,tanggung jawab ayah sudah berpindah kepadamu nak, tolong kamu jaga dita, dia istri kamu saat ini sayangilah dia sebagai mana ayah meyayangi selama ini. pesan pak wahyudi kepada menantu nya.
" Iya ayah aku ke akan menjaga dita dengan baik.ucap dion dengan seyum kepada dita.
"Dita kamu sebagian istri,bersikaplah sopan kepada suamimu,lakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri yang baik kepada suamimu nak.
"Iya yah, jawab singkat dita.
"urus suami kamu dengan baik nak, ibu tahu kalian menikah kerena permintaan kami sebagai orang,tapi kami sebagai orang tua kami berharap kalian bisa mempertahankan pernikahan ini tampa ada perpisahan antara kalian,cobalah kalian untuk menerima ini, ibu yakin pasti kalian bahagia.
Siap makan malam dita masuk kedalam kamar untuk membereskan pakaian nya karena besok pagi dion sudah berbakat kekota kakenya tentunya dita ikut dengan dion saat ini dia sudah menjadi istri pria dingin itu.
Dion masuk menyusul dita kekamar nya.sampai didalam kamar dion melihat dita lagi megemas barang-barang nya dan juga tak lupa megemas barang-barang dion yang terlebih dahulu siap dikemas dita.
"Ta apa kamu berat untuk ikut denganku ketempat kakek, kalau kamu rasanya berat kamu boleh tingal disini untuk beberapa hari lagi nantik aku akan menjemput kamu kembali.ucap dion
"tidak mas,aku akan ikut dengan kamu, apa kata kakek kamu kalau aku tidak ikut denganmu,ucap dita apa ada nya.
"Tapi aku gak bisa lihat wajah kamu Murung dari tadi siang,ucap dion menatap dita saat ini.
" Aku murung bukan karena kamu mas, aku sedih meningalkan orang tua ku saat ini, aku kaget mas terlalu cepat bagi aku pernikahan ini,bukan aku tidak terimah ini semua, tapi aku belum siap meningalkan orang tuaku,aku akan bergantung hidup bersama kamu,tanggung jawab ayahku sudah berpindah kepada kamu.aku takut mas akan meningalkan aku, karna kamu tidak pernah cinta kepada ku mas.isak tagis dita mulai terdengar, dion melihat dita menagis dan berkata seperti barusan yang diucapkan hati nya sangat sakit. dion memeluk dita dan menarik dita kedalam dekapannya.
"Aku tidak akan pernah meningalkan kamu ta,aku akan menjaga pernikahan ini,kamu jangan pernah berpikir aku untuk berpisah dengan kamu,ucap givan kecium kening dita.
Sepasang suami-istri itu diam didalam pelukan mereka, saat ini nyaman bagi nya sekedar melepaskan rasa sesak di dada masing-masing.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....