CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
kejutan Buat Sang Istri.


__ADS_3

Malam ini Dionenghilang dari kamar meningalkan dita yang tertidur nyeyak dikamar sendirian malam ini karena dion akan memberikan kejutan untuk istrinya di villa yang sudah di sewanya untuk beberapa hari ini.


Malam ini dion dan dita malam terahir berada didaerah bayak tumbuhnya tanaman teh ini.


Dion akan memberi kejutan pada istrinya malam ini pas dihari ulang tahun pernikahan nya yang kelima tahun saat ini pernikahan mereka sudah,namun inilah baru dion bisa bersama istrinya.


Setelah siap semuanya dion kembaliasuk kekamar untuk membangunkan istrinya saat ini,dion melihat wajah cantik itu masih nyaman dengan tidurnya.


Dion terseyum melihat wajah cantik itu terlelap dengan damai didalama mimpinya saat ini.


"Kamu gak berubah selama sayang wajah cantik ini yang selalu membuat aku sangat menyukai kamu,dan mulut jutek kamu dulu bikin aku selalu ingat pertama kali kamu megancam aku."


Seyum dion terpancar dibbibir itu,dion megusap bibir cantik istrinya itu dengan satu kecupan dibibir itu selalu dicuri dion jika ada kesempatan untuk merasakan bagai mana rasa bibir itu selalu membuatnya candu.


"Mas kamu belum tidar?"


Tanya dita saat ini tiba-tiba saja tidurnya terganggu oleh dion yang megecup bibirnya.


"Kamu sudah bangun sayang,duduklah sebentar kita,ikutlah denganku sebentar setelah itu kamu bisaelanjutkan tidurnya kembali,pasti kamu capek kerena pertempuran kita tadi."


"Tapi mas mau kemana kamu megajakku sudah malam seperti ini??"


Ucap dita penasaran pada suaminya itu tiba-tiba saja mengajaknya entah kemana ditengah malam seperti ini.


"Mari ikutlah dengan aku sayang,senyum dion terpancar dibibirnya itu."


"Kemana mas,ini sudah malam sebaik kamu tidur mas, besok kita sudah harus kembali ke kota mas."


"Ikutlah sebentar saja sayang,aku ada sesuatu buat kamu."


"Baiklah mas,ucap dita pada suaminya itu.


Dion mambawa istrinya itu keruangan tengah villah itu saat ini tidak ada penerangan sama sekali hanya lilin-lilin kecil yang berjejer diselah dita dan dion saat ini.


Dita hanya diam terpaku melihat apa yang ada di hadapannya saat ini,dita hanya bisa menutup mulutnya kerena tidak percaya apa yang dilakukan suaminya saat ini membuatnya bahagia dan senang,dita meneteskan air mata kebahagiannya saat ini karena suaminya sendiri ingat malam ini adalah malam anniversary mereka berdua.


"Mas kamu tidak melupakannya malam ini hari jadi kita,hari pernikahan kita lima tahun mas,dengan air matanya yang saat ini tidak dapat ditahannya kerana terharu apa yang baru dilihatnya saat ini."


Terimakasih mas kamu tidak melupakan hari itu,aku suka mas apa yang sudah memberi kejutan seperti ini."

__ADS_1


"Jangan menagis ini adalah hari jadi kita,malam ini kita bisa merayakannya bersama,untuk pertama kali sayang."


"Mas aku bahagia,semoga apa yang menjadi impian kita malam ini semua bisa tercapai dan tuan kamu untuk memiliki anak dariku bisa secepatnya dia hadir ditenga-tenga kita mas."


"Amin,muda-mudahan saja sayang,kebagian kita hari ini kita mulai dari awal sayang.


Aku ada hadiah untuk kamu dihari jadi kita ini aku sudah menyiapkan ini dari lama,muda-mudahan saja kamu suka dengan pilihan aku ini."


Dion mengeluarkan dari kamtung celananya sebuah kalung cantik buat istri yang sudah lama dipesan pada sahabatnya bian,dion mengeluarkan kalung itu dari kotak kecil itu,dan memakaikan pada leher jenjang istrinya itu.


"Mas ini catok mas aku meyukainya,ucap dita pertama kali dion memberikan hadia untuknya karena salama ini mereka hidup terpisa walau dita masih ada ikatan pernikahan dengan dion.


"Syukurlah kamu menyukainya aku senang kamu menerima hadiah yang aku berikan untuk kamu."


"Terimakasih mas,senyum dita terpacar di bibir cantik itu."


"Mmm,jawab dion dengan memeluk istrinya itu dengan satu ciuman bibir istrinya itu yang membuat dita saat ini mersa sesak karena dion memainkan bibir itu dengan lama.


Dengan napas sesak dita melepas pagutan mereka berdua.


"Mas apa kamu ini mau membunuku sehinga aku gak bisa bernafas kagak ini."


"Kamu ini selalu seperti itu mas,gak pernah berubah kalau apa kamu mau itu,selalu memaksaku,sungut dita pada dion saat ini.


"Gak apa sayang aku ini adalah suami kamu,mana mungkin aku bikin kamu celaka sayang ucap dion mecubit hidung mancung istrinya itu.


"Terimakasih sayang kamu sudah mau menjalani pernikahan ini,kita akan membagin rumah bahagia sayang."


"Mas kita lanjut tidur ya ini sudah dini hari besok pagi kita harus melanjutkan kembali perjalanan kita kekota."


"Baiklah sayang mari kita tidur,ajak dion pada dita saat ini karena matanya sudah mengantuk juga.


Sampai dikamar mereka berdua langsung merebahkan dirinya saat ini,kerena mereka sama-sama merasa kantuk.


Tak lama mereka berdua saat ini langsung tertidur,dita yang nyaman berada dipelukan suaminya itu membuat mereka damai dialam mimpi masing-masing malam ini.


Paginya dita lebih dulu terbangun dari suaminya saat ini,dita melihat kesamaping karena dion masih nyaman tidar dibawah selimut yang menutup dirinya saat ini.


"Mas bagun kita harus bersiap untuk berangkat pagi ini."

__ADS_1


"Sebentar lagi sayang aku masih ngatuk."


"Mas bagun,bantuin aku mas berkemas."


"Mmmm,ucap diondion dion hanya deheman nya saja didengar dita saat ini."


"Dasar pemalas kamu mas,ucap dita mencubit perut dion saat ini."


"Aduuuh sayang jangan dicubit sakit,rigis dion pada istrinya itu.


"Cepatan kamu bagian galau gak aku pergi pulang sendiri,tahukah dita saat ini meningalkan dion yang masih berbaring di ranjang."


"Hai sayang jangan seperti itu aku akan bagian sayang,jangan merajuk sayang maafkan aku ya,ucap dion dita masih berdiri di pintu kamar mandi.


"Kalau kamu tidak ingin pulang aku bisa pulang sebdiri,ucap dita langsung masuk kekamar mandi dengan bunyi pintu yang kuat akibat bantinagan dita saat itu.


"Aduuh kalau wanita sudah seperti ini, susah untuk membunuknya.


Dion langsung cepat-cepat duduk dan memberesakan apa yang dikatakan istrinya itu barusan,kerena istrinya sudah tampak marah padanya saat ini.


Abis selesai dion dengan berkemas dion menunggu istrinya keluar dari kamar mandi sambil memainkan HP nya saat ini alex baru saja mengirim imeil padanya.


"ceklek"


Bunyi pintu kamar mandi terbuka nampak istrinyanya baru keluar dengan balutan handuk yang melilit di tubuhnya saat ini.


Dita tidak melihat kearah suaminya saat ini karena masih kesal pada dion.


"Sayang jangan seperti ini kamu mendiamkan aku kerena masalah yang tak peting."


"Aku bukan marah mas,aku malas saja melihat kamu melakukan aku."


"Sudah selesai aku kemas semua kita tingal berangkat saja,tunggu aku mandi dulu,kamu bersiaplah sayang."


"Baiklah mas. "


Hari ini mereka berdua berangkat ke kota B, dion memutuskan untuk megantar dita dulu baru dion akan berangkat kota givan kembali untuk bekerja kembali kerena sudah satu minggu lebih dion meninggalkan pekerjaannya.


BERSAMBUNG...............

__ADS_1


__ADS_2