
Sudah dua hari dion berada di kota dimana istrinya menetap saat ini,namun siang ini dion harus kembali lagi kekota dia bekerja dan selama ini dia menetap yaitu dikota givan dan di perusahaan sahabatnya itu dion berkerja sebagai asisten givan pratama dan sebagai orang kepercayaan givan selama dia berteman dengan givan dari mereka SMP.
Hari ini dion akan berpisah dahulu dengan istri yang sangat disayanginya itu,dion baru saja bermanja-manjanya pada istrinya itu dan begitu pula dengan dita saat ini.
Dita segaja tidak masuk kerja hari ini karena suaminya akan kembali ke kota dia selama ini tinggal,dita sangat sedih akan ditinggalkan oleh dion,tampak diwajah itu cantik itu raut murung dita.
"Sayang jangan seperti ini aku akan kembali lagi minggu depan jangan sedih kayak gini,aku gak bisa lihat ku seperti ini,bisa-bisa aku gak pokus kerja,jadinya akan lama aku menyelesaikan perkerjaanku.
Ayoklah sayang lihat kann seyum manis di bibir ini,biar aku berangkat dengan hati tenang."
"Tapi mas aku benar-benar gak mau jauh dengan kamu,kita baru saja bersama sekarang kita akan berpisah lagi,berat hati ini untuk membiarkan kamu pergi mas."
"Aku janji setiap minggu aku akan usahakan kemblai lagi kesini sayang,tapi kamu gak seperti ini,aku janji."
"Aku sedih mas kamu meningalkan aku sendiri disini,ucap dita manja pada dion saat ini.
"Iya tapi kamu harus gerti sayang untuk sementara saja kita berpisah setelah siap semuanya kita tidak akan berpisah lagi."
"Tapi kamu janji ya jangan lupa dengan aku mas."
"Sekarang bagunlah aku akan mandi dulu,ini sudah hampir siang pesawat aku dua jam lagi akan berangkat,apa kamu mau ikut mandi denganku kita bisa megilangi kembali permainan barusan dikamar mandi."
"Dasar kamu ya mas,gak capek-capeknya kamu,baru saja selesai kamu ingin mengulangi lagi,aku tidak mau kamu aja mandi lebih dulu,badanku sudah remuk semua kerena ulahmu mas,ucap dita sangat kesal pada suaminya itu."
"Aku cuma menawarkan saja sayang kalau kamu mau,kalau gak mau ya gak apa-apa."
"Ya sudah mandi kamu sana mas biar aku kemas dulu pakaian kamu."
"Baiklah aku bersih-bersih dulu ya,ucap dion sambil mencium kening istrinya itu dan berjalan kearah kamar mandi.
Dita melihat suaminya masuk kedalam kamar mandi dita juga mulaiegemas pakaian dion kedam kopernya.
Dita hanya diam saja sambil menyiapkan pakaian suaminya yang mau dipakai hari ini diatas ranjang.
__ADS_1
Tak lama dion selesai dengan mandinya dion melihat istrinya itu masih melamun sambil memegang pakaian dion ditangannya ditepi ranjang.
"Hai sayang jangan melamun terus nanti kesambet setan baru rasa,apa lagi kamu pikirkan sayang aku akan kembali tidak usah seperti ini,ucap dion memeluk istrinya itu dengan badannya yang masih sedikit basa dengan aromah sabun yang lengket di badan dion membuat dita membalikan badannya kearah suami itu.
"Mas harum tubuh kamu ini yang akan membuat aku tidak bisa melepaskan kamu pergi mas,aku akan merindukan aromah tubuh ini,ungkap hati dita memeluk suaminya itu."
"Sayang setelah ini selesai kamu bisa setiap waktu megirup aromah tubuh ini,sekarang jangan sedih lagi aku harap kamu bisa untuk membiarkan aku pergi."
"Iya mas,aku harus bisa ucao dita mulai mengeluarkan air matanya di dekapan suaminya itu.
"Hai kamu menagis,sesedih itukah kamu untuk melepaskan aku sayang.
"Bukan sedih mas tapi aku akan merasa kesepian tampa kamu yang sudah beberapa hari ini kita bersama."
"Sudah jangan seperti ini,pergilah mandi sekarang kita makan siang dulu setelah itu kita langsung menuju bandara ya.
"Baiklah,ucap dita sambil berjalan masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah dia melayani suaminya diatas ranjang.
Dion juga tidak bisa berkata apa-apa lagi kerena dita sudah mengingatkan dion sebelum mereka mengambil keputusan ini sebelum mereka untuk kembali.
Dion mau tak mau harus mengkuti apa kata istrinya itu, demi kebaikan dia sediri untuk melanjutkan pernikahan mereka lebih serius lagi,jangan sampai dion melakukan kesalahan untuk kedua kalinya,kerena dion sangat mencintai istrinya itu.
Tak lama dita audah siap denga ritual mandinya, dita langsung kekamar ganti untuk memakai pakaiannya.
Dita keluar dengan balitan busana yang biasa-biasa saja tidak terlalu mewah dilihat,kerena dita tidak menyukai dandanan yang terlalu mencolok.
"Mas kamu kok belum pakai bajunya entar kamu terlambat,kita makan siang dulu,nantik itu juga agak lama mas."
"Iya sayang ini tingal pakek aja kok ribut sih."
"Kamu jangan pandang HP terus kamu pakek cepatan bajunya."
"Kamu aja belum siap,rambut kamu aja belum dikeringkan tu,sini biar aku bantu geringin ya sayang,icap dion pada istrinya itu.
__ADS_1
"Gak usah mas aku bisa sendiri."
"Sini aku keringkan ya biar cepat sayang."
"Baiklah kalau kamu masih maksa mas."
Setelah mereka siap dengan itu semua dita mengajak dion turun untuk makan siang,dion mengambil kopernya dan membawa turun bersamanya.
"Ayok kita turun mas,kita makan siang dulu habis itu kita bisa langsung berangkat ke bendara."
"Ayok sayang,ucap dion sambil menarik kopernya kebawah."
Sesampai dimeja makan mereka makan siang dengan keheningan tampa mengeluarkan suara sedikitpin,sampai mereka siap menatap makan siang itu.
"Apa kamu sudah siap sayang,kalau sudah kita bisa langsung berangkat sayang.
"Sudah mas,ayok kita langsung saja mas,aku juga akan masuk kantor aja mas setelah keberangkatan kamu mas."
"Tidak masalah sayang asal kamu gak merasa sepi tampa aku disisi kamu."
"Maka dari itu aku megituskan untuk masuk saja kerja aja siang ini mas,agar aku tidak terlalu sedih saat kamu tingal nantik."
"Kamu harus kuat ya sayang,hanya sebentar saja aku tidak bakal lama mengurus ini semua."
"Aku akan menunggu kamu palang kerumah ini mas."
"Mari kita berangkat sekarang nantik aku bisa terlambat."
Hari ini dita akan megantar dion ke bandara, sampai di bandara dita melepas suaminya berangkat ke kota dimana dia menetap selama ini.
Dita sangat sedih ditingal dion saat dion masuk kedalam bandara meningalkan dita diluar sendiri,dita masih menatapnya sampai dion hilang dari pandangannya saat ini,barulah dita pergi meninggalkan bandara dengan air mata yang masih jatuh di pipinya saat ini.
BERSAMBUNG......
__ADS_1