
Dion dan dita menyusul dimana saat ini bian dan Mia berada,mereka berdua akan menuju tempat wisata itu saat ini Mia berada disana bersama bian.
Tak butuh lama dion dan dita sampai dimana bian dan Mia sedang menunggu mereka saat ini di sebuah caffe,dion melihat bian sedang duduk bersama mia,dion mengajak dita untuk bergabung dengan bian dan Mia di caffe itu.
"Hai bro enak lo ya sama anak gadis orang disini,ucap dion pada bian.
"Ah elo gak bisa liat gue senang sedikit saja dion,baru sebentar aja gue bawak Mia lo udah bawak bini lo nyari Mia kesini."
"Yee siapa yang mintak kesini bukan gue itu kerena bini gue ada perlu tu sama asistennya."
"Ah lo gak asik jadi teman,aku baru ingin dekati dia lo udah datang menganggu gue,bisik bian pada dion sahabatnya itu.
"Bukan gue menganggu lo,tapi benaran bini gue mau bicarakan sesuatu sama Mia."
Lo tenang aja abis ini gue bawak bini gue dari sini sehabis dia selesai membicarakan sesuatu sama Mia.
"Awas saja lo inkar sama janji lo gue bakal bikin lo susah dapatin dita lagi."
"Elo jangan ngancam gue bi,gue gak bakal mempan dengan ancaman lo itu,gue udah bebel dengan itu."
"Ya sudah kalau lo gak takut dengan ancaman gue lihat saja nantik."
"Eeeeeh bi lo udah pesan tiket pesawat untuk balik besok belum?"
"Lo tenang aja, urusan itu serakan sama gue,soalnya gue juga gak bisa lama-lama disini,kerjaan gue lagi padat bagat.
"Apa lagi gue bi,semenit saja gue untuk nyatai gak bisa,soal nya sekarang perusahan givan sedang medapat tender besar bi jadi susah untukku bersantai."
"Kan elo tahu perusahaannya givan itu bukan perusahaan kecil jadi lo harus stembai dion kemana saja akan diarahkan sama dia."
"Betul juga kata lo bi. "
Dita dan Mia sedang asik dengan pembicaraannya dengan Mia sat ini.
"Mia apa tadi kamu udah siap menyelesaikan apa yang aku suruh tadi takutnya kamu kelupaan karena kita memerlukan itu besok untuk sebagai bukti mereka yang curang sama perusahaan."
"Sudah nona aku langsung mengerjakan setelah sampai dikamar dan sudah mengirim semua pada tuan raheell."
"Bagus Mia kamu memang bisa diandalkan,aku suka Cara kamu mia,ucap dita senang kepada Mia.
"Nona dari mana tadi sama tuan dion,kok sebentar saja nona sudah sampai disini?"
"Orang tempatnya cuma dekat sini sini kok,aku cuma kepantai dekat sini sama mas dion."
" Pasti enak yang jalan sama sang suami yang sudah sangat dirindukan selama ini."
__ADS_1
"uss kamu ini Mia, jangan kencang-kencang bicaranya entar dia dengar,bisa besar kepala dia tahu aku merindukannya."
"up aku keceplosan nona,bisik Mia pada dita.
"Ya sudah jangan bahas itu lagi."
"Baiklah bos,kalau itu mau nya.
"Ee Mia tadi aku lihat kamu nyatai aja dekat sama bian,gak merasa jantungnya mau copot gitu,soalnya pujaan hati,canda dita pada Mia.
"Apaan si nona,ya pastilah itu,aku tidak perlihatkan itu nana,aku bisa sedikit rilex bersama dia."
"Bagus itu Mia jangan kamu liahatkan rasa suka kamu sama dia,biarkan saja dulu Mia agar kamu bisa tahu apa bian ada hati sama kamu."
"Betul juga kata nona,aku akan coba melihatnya nona apa ada perkembangan atau tidak."
"Mantap itu mia,jangan sampai dia besar hati jika dia tahu kamu suka padanya.
Pas dita dan Mia sedang asik berbincang dion ndan bian datang ketempat kedua wanita cantik itu yang sedang duduk di bangku caffe itu,dion bian bergabung lagi dengan wanita-wanita cantik itu.
"Sayang apa kamu sudah siap berbicara dengan mia,kita kembali ke hotel yok ini sudah sore juga,kita bisa istirahat disana saja."
"Sudah mas,ayok kita langsung saja kembali saja ke hotel lagian aku juga merasa capek juga."
"Mia apa kamu mau kembali bersama kami pulang?"ucap dion pada Mia.
"Dasar lo bi,gue cuma nawarin aja sama mia,itu tergantung sama mia saja kalau dia mau kembali bersama kami."
"Maafkan saya tuan,saya kembalinya sama mas bian saja natik,lagian saya merasa bosan dikamar hotel sendirian,ucap mia kerena dia merasa segan sama dita dan dion saat ini,karena mia tidak mau menggangu kedekatan mereka baru rasakan.
"Baiklah mia kalau begitu kami berdua cabut dulu ya,selamat menikmati masa-masa pendekatan kalian berdua,Mudah-mudahan kalian jodoh ya,ucap dion pada kedua orang yang ada depan nya itu.
"Lo jangan bayak bisacara dion,Lama-lama gue sumpel mulut lo pakek ni sepatu gue.
"Ha... ha.. kamu itu lucu ya bi,masa cewek cantik kayak mia lo gak ada rasa suka sama dia sedikit saja,aduhh kasihan gue lihat sahabat bodoh kayak lo.ucap dion santai.
"Udah mas jangan ganggu mereka tegok tu munggka mereka sudah kayak tomat,kamu itu gak tahu diri juga masa terang-terangan kamu mojoin mas bian."
"Ya sudah kami pamit dulu mas bian,jagaasistenku ya,jangan diapain dia mas,kalau mas suka langsung saja bilang,entar jangan sampai nyesal lo mas bian."
"Kalian laki sama bini sama saja ya,ucap bian sangat kesal pada suami-istri itu.
Dita dan dion meningalkan bian dan mia di caffe itu saat ini.
Mia yang baru sadar bian menatapnya dengan tajam padanya merasa agak kurang nyaman.
__ADS_1
"Mas bian kenapa menatapku seperti itu,ada yang salah denganku?"
"Kamu kurang nyaman ya Mia,aku menatap kamu seperti itu."
"Jujur ya mas,aku memang kurang nyaman dengan tatapan mas kaya tadi,aneh saja bagiku."
"Aneh kayak mana?"
"Ya aneh,mas kayak mau memakan aku saja,menatapku seperti itu,aku kurang nyaman mas dan ada rasa takut melihat kamu mas."
"Masa gitu sih mia,tenang saja mia aku gak bakal ngapain kamu kok."
"Kita cari tempat lain yok,lama-lama disini bosan juga, ajak bian pada mia.
"Emang nya kita mau kemana lagi mas?
"Kita keapertemenku saja yok,kamu bisa gak masak,kita masak saja ya kerena aku kurang suka masakan tempat ini."
"Bisa sih mas tapi aku tidak seperti koki masak,aku cuma masak sekedar yang aku suka saja mas,kalau kayak koki saya gak bisa,aku masak dari warisan ibuku saja mas apa adanya.
"Oke tak masalah mia,yang penting kamu bisa masak,kita mampir di super maket dulu cari bahan yang mau olah hari ini.
"Ok ayok,ajak mia pada bian dengan senagat.
Bian dan mia pergi meninggalkan caffe itu menuju supermarket untuk belanja apa yang akan dimasak mia hari ini untuk bian.
mereka berdua memilih bahan yang akan digunakan hari ini untuk dimasak di tempat bian, dengan sama-sama semagat mereka berdua tak sadar bahan yang dipilihnya sudah kabanyakan di troli itu.
"Mas untuk apa sih senayak ini bahan-bahannya kayak mau makan setahun saja mas."
"ya sudah kita bisa menarik nya kembali mia,aku gak mau menarok nya mas bian saja yang kembalikan ke tempatnya lagi."
"ok tak masalah aku akan megikuti apa mau kamu hari ini mia,asal kamu mau masakan aku hari ini.
Bian menarok bahan yang sudah kelebihan tadi yang mereka ambil ketempatnya lagi.
"Sudah ayok kita bayar,ujar bian pada mia.
"Biar aku saja yang bayar mas kamu tungguin aku disana saja,cuma sebentar kok."
"Gak usah biar aku saja,kamu tungguin aku aja disana,ucap bian pada mia sambil mengambil troli yang didorong mia.
"Baiklah mas,balas mia pada bian."
Siap membayar semua belanjaan bian meganjak mia keapertemennya,didalam perjalanan menuju keapertemennya bian mia tidak bayak bicara kerena mia merasa segan pada bian.bian memperhatikan mia hanya diam saja,bian bisa tersenyum saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG...............