CINTA SEBELUM PERJODOHAN.

CINTA SEBELUM PERJODOHAN.
Perbincangan Yang Agak Srius.


__ADS_3

Tidak beselang lama mereka berempat baru duduk di tikar yang baru di siapaka oleh jagoan Naysha itu,Givan dan Dion datang dengan membawa buah dan kerupuk ikan.


"Hai sayang Kamu sudah kelamaan nungguin kita ya."ucap Givan pada istrinya itu.


"Kamu itu dari mana si mas,lihatlah putra kamu itu sudah kelaparan menunggui kalian berdua."ucap Naysha agak jutek pada Givan.


"Maafkan aku sayang agak terlambat karena macet tadi dijalan mau masuk sini ada kecelakaan.ucap Givan santai.


"Kamu mas berhutang penjelasan padaku hari ini."ucap Dita pada Dion saat ini.


"Nantik setelah makan kita bicarakan,ada satu hal sayang aku ingin bicarakan juga sama kamu."


"Baiklah kalian berdua cuci tangan dulu,kalian baru dari luar, Kasihan Radisah ketularan bekteri yang kalian bawak dari luar."ucap Dita pada kedia pria itu.


"Baiklah"


Dion tidak bayak cerita jikan istrinya sudah meyigung mengenai putrinya itu,tidak lama mereka berdua sudah siap mencuci tangan dan duduk kembali dengan istrinya masing-masing.


"Mari kita makan,kami juga sudah kelaparan."ucap Givan pada semuanya.


"Ayah Al mau kerupuk ikan itu,bisakah ayah membukak untuk kami."ucap alfa pada ayahnya itu.


"Baiklah putra ayah,ayah akan membukan ini untuk kamu,kerupuk yang kamu sukai."Givan dengan cepat merobek bukus kerupuk itu dan memasukan dalam piring agar semua orang dengan mudah megambinya.


"Terimakasih ayah"ucap Alfa senang.


"Ya makanlah." ucap Givan senang melihat putranya itu.


"Jadi itu alasannya kamu beli kerupuk itu tadi van? tanya Dion.


"Ya" Alfa sagat neyukai itu,maka setiap aku pulang selalu pesan sama ibu-ibuk tadi walau hanya beberapa bukus aku tetap beli setiap hari."

__ADS_1


"Entah mengapa Alfa menyukai kerupuk itu selain kerupuk ikan dia tidak mau."


"Ayok makan nantik ngorolnya." selah Naysha pada suaminya itu.


"Aku mau rasa rendang sayang,sudah lama juga aku gak makan redang bikinan kamu."


"Kak sudah drama kalian itu disini bukan kami saja yang ada,ada kak Dion dan kak Dita juga disini,jadi jangan teruskan drama cinta kalian itu."


"Kamu tidak tahu saja enak punya pasangan zi,maka cepat besar jadi Jagan selalu cemburu padaku."ucap givan pada adiknya itu selalu ribut jika mau kama baik dalam sarapan pagi atau makan malam tidak ada namanya tenang dimeja makan jika dua orang ini jika bertemu.


"Enak ya keluarga kalian in,aneh tapi nyaman satu sama lain."ucap Dion terseyum pada kedua orang itu.


"Ya sudah makan jangan ribut lagi dan kamu mas jangan teruskan lagi omongan kamu itu."ucap Naysha sudah tahu gelagat suaminya itu.


"Baiklah kita makan"ucap Givan sudah tidak bisa bicara lagi kerena tatapan istrinya itu.


Semua yang ada ditaman sangat menikmati hari libur yang berbeda dengan kerbersamaan mereka saat ini tampak riang,rasa seperti ini jarang kali mereka dapatkan kerena mereka disibukan dengan kesibukan masing-masing,apalagi Dita juga jauh dari Naysha jadi sekali-sakali momen seperti ini tidak selalu merekan dapat.


Dion di mintak Dita menjelaskan apa yang ingin dibicarakan saat ini padanya.


"Mas tadi kamu ada yang ingin kamu bicarakan padaku,bisakah kamu sekarang bilang apaitu?"


"Baiklah Tadi kami berdua ingin membatu Bian yang lagi sulit untuk meyakinkan mamanya saat ini tidak mau merestui hubunganya dengan Mia,kerena Mia tidak sepadan dengan keluarga mereka."


"Jadi apa yang kalian lakukan saat disitu?


"Kami gak bisa melakukan apa-apa Ta,kerena itu bukan urusan kami,kami hayang meyarankan suruh Bian nika lari,jika dia tidak mau kehilangan Mia.


"Gila ide kalian itu,apa kalian tidak berpikir kakak Raheell akan mehabisi Bian nantik,itu ide berbahaya mas.ucap dita agak keras.


"Mia itu sudah sama dengan aku mas,Dia juga dianggap adik oleh kak raheell,jadi Jagan macam-macam dengan ide yang kalian itu."

__ADS_1


"Kalau mas Bian kalau menginginkan Mia suruh Bian untuk datang pada Kak raheell dengan Baik-baik, aku yakin kak raheell memahami kondisi mereka saat ini bagai mana,tapi jika mas Bian tidak mau melakukan itu sebaiknya menjauhlah dari kehidupan Mia,aku tidak mau keluarga mas Bian selalu menghinanya apa lagi mamanya,terang-terangan sudah menolak Mia."


"Terus bagai mana jalannya?


"Ya seperti tadi aku bilang barusan mas,suruh dia dulu untuk menemuai kak raheell,jika tidak berhasil aku akan membantu bicarakan ini sama kak raheell nantik,aku juga ingin Mia bahagia seperti aku mas,dia sudah bayak menderita selama ini."


"Memang agadis miskin seperti kami ini menikah dengan orang seperti kalian ini,hanya bayak dapat cacian dan umpatan meyakitkan dari keluarga mereka.


Mamun aku dan naysha masih beruntung bisa menikah dengan ka kalian,kalian tidak ada lagi yang meperhatikan bobot menantu untuk anaknya."


"Tapi tidak dengan Mia,medapatkan orang yanga salah,kerna mama mas Bian memilih menantu dari kalangan yang berada,wanita tua itu terlalu matre dan gengsi untuk menerima Mia sebagai menatunya."sambung Naysha pada mereka semua.


"Sayang jangan kata begitu tentang tante mira,mungkin saja saat ini dia belum tahu Mia orang seperti apa."ucap Givan mengingatkan pada istrinya.


"Tapi kalau kekayaan yang dilihat dari Mia, memang Mia tidak memiliki apapun,tapi tante mira tidak tahu cinta mereka sudah dua tahun ini bertahan dengan Baik-baik saja. " ujar dita saat ini.


"Aku akan memintak kak Raheell datang menenui Tante mira nantik memintak Bian menikahi Mia,dengan Alasan Bian sudah menghamili Mia,apa tante mira masih bersekukhu dengan keras hatinya itu."


"Jangan gila sayang itu tidak baik unjungnya,Mia juga yang akan tersakiti pada akhirnya."


"Aku tidak masalah Mia akan tersakiti,agar Mia bisa hidup bersama orang yang dicintainya itu."


"Aku juga setujuh dengan pendapat Dita mas." sambung Naysha.


"Kamu jangan kompak sayang dengan Dita."


"Aku tidak kompak dengan sahabat aku itu,kerena orang kaya seperti kalian tidak akan pernah memandang cinta dan kasih sayang yang ada pada gadis miskin seperti kami ini."ucap Naysha membuat Givan terdiam dengan ucapan istrinya itu,Givan ingat jika kedua orang tuanya masih hidup belum tentu juga merekan bisa menerima istrinya itu sebagai menantu di keluarga pratama.


Pembicaraan mereka saat ini membuat kedua pria itu terdiam oleh kata-kata istrinya masing-masing,ada benarnya juga kata mereka berdua.


Dion tidak bisa lagi menabung pembicaraan dengan Dita saat ini karena istrinya itu sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk asistennya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2