
Acara sudah dimulai saat ini bian sedang berjabat tangan dengan penghulu yang akan menikakan mereka berdua malam ini.
Bian menjawab kata dari penghulu itu dengan lancar tampa ada hambatan satu kata saja yang terputus daribkalimat menerima Mia sebagi istrinya itu dari penghulu.
Kata-kata Sah itu keluar dari para saksi yang sudah menyaksikan ikral cinta mereka berdua saat ini.
"Sah.. "
"Sah.. ".
Sah.. "
Kata itu sudah disambut oleh para saksi,malam ini Mia sudah sah menjadi istrinya Bian statusnya sudah berubah saat ini,Mia meneteskan air matanya ketika kata sah itu terdegar diteliganya.
Malam ini Mia sudah menjadi seorang istri dari Bian yang selama ini mencintainya dan menyayanginya melebihi apapun.
Bian memasangakan cicin pernikahannya pada jari manis Mia dengan senyuman yang tersirat dibibir itu,setelah memasangkan cincin itu tidak lupa Bian mencium kening istrinya itu,begitu juga yang dilakukan Mia saat ini mencium tangan suaminya itu denga rasa bahagia.
Setelah siap dengan ijab kabul itu mereka berdua saat ini sibuk mehadapi tamu yang datang mengucapkan selamat pada mereka berdua.
Rasa bahagia yang mereka rasa saat ini terlihat wajah mereka berdua.siapa saja yang menyaksikan mereka saat ini pasti iri melihat sepasang suami-istri itu yang tampak bahagia.
Pak Hamit yang melihat anaknya sangat bahagia seperti ini,dia juga ikut senang sudah melihat putra menikah dengan wanita pilihannya,pak Hamit datang pada mereka berdua bersama puterinya ica.
"Kak,selamat ya aku sangat senang kakak sudah menemukan orang yang kakak cintai dan sudah menjadikan ratu dihati kakak,semoga kalian berdua bahagia,jangan lupa bikinkan Ica ponakan ya kak."ucap ica blak-blakan saja pada kakaknya itu.
"Ahhh dasar kamu ini."ucap Bian sedikit kesal pada adik perempuannya itu.
"Apa kataku tadi salah ya kak ipar?" tanya ica pada Mia.
"Itu tidak salah Ica,InsyaAllah kalau Allah cepat megasih kamu keponakan mengapa tidak."jawab Mia santai.
__ADS_1
"Sudah Ica,kamu jangan bettingkah seperti ini."ucap pak Hamit melarang putrinya itu menganggu kakaknya.
"Ahh papa gak asik orangnya,papa juga pengen cucu bukan ?"
"Itu pasti sayang,papa menanti itu dari kelian berdua."Ucap pak Hamit.
"Papa sama dia sama saja,selalu kompak kalian ini bikin aku malu."ucap Bian lagi.
"Ya sudah lupakan itu semua nak,hari ini adalah hari bahagia kanu,selamat ya nak kalian berdua sudah bersatu sekarang,jagalah hubungan kalian ini dan kamu Bi jaga istrinya kamu dengan baik nafkahi istri kamu dengan baik.
Dan kamu nak Mia,jadilah istri yang baik untuk Bian lakukan tugas kamu sebagai istrinya,mulai sekarang mulailah hidup bahagia,papa tidak akan memaksa kamu nak untuk kembali.
Apapun yang kamu sudah putuskan papa akan mendukung ini semua,papa tidak akan menganggu kehidupan kalian berdua."
"Terimakasih kasih pa,sudah memahami keputusan Bian,Bian tidak akan kembali lagi ketanak air karna Bian akan berkerja disini untuk mencari nafkah untuk istriku pa,aku sudah meningalkan semuanya,mulai sekarang kamu yang akan mengambil itu ca,bantulah papa diperusahaan karna kakak tidak akan kembali lagi kesana dan juga kakak tidak menginginkan itu semua.
Maafkan Bian pa,sudah mengecewakan papa kerena Bian memilih hidup dengan Mia,walau sekarang mama tudak suka dengan hubungan kami ini,Bian tidak perna marah pada mama,semoga dengan kepergian Bian mama bisa berubah pa."
"Sudahlah pa jangan dipikirkan ini semua,papa sekarang jalani hidup papa denga baik bersama Ica,dan kamu ca jaga papa dan mulailah belajar tangung jawab untuk untuk perusahaan papa."pinta Bian pada adiknya itu.
"Aku bisa saja kak melakukan itu,tapi perusahaan papa yang besar seperti saat sekarang apa aku bisa melakukannya,aku bukan sepintar kakak."ucap Ica pada Bian.
"Kuncinya kamu bersungguh-sungguh melakukannya."ucap Bian pada adiknya itu agar adiknya itu lebih semangat.
"Ya sudah papa akan kembali juga malam ini ke Singapure karena mulai hari ini papa akan menetap disana,mama kamu memilih ini semua."
"Maafkan aku pa,kerena aku yang membuat keluarga kalian seperti ini,aku sangat menyesal yang sudah merusak ketenangan keluarga kalian."ucap Mia merasa bersalah.
"Itu bukan salah kamu nak,kerena istri papa orangnya saangat keras jadi dialah yang merusak semua ini,berhentilah menyalakan diri kamu itu."ucap pak Hamit pada menantunya itu.
"Terimakasih papa sudah meyepatkan datang kesini."ucap Bian memeluk papanya itu.
__ADS_1
"Ya sudah jalanilah hari-hari kalian berdua dengan bahagia nak,papa akan kembali,sampai jumpa lagi nak."ucap pak Hamit sedikit sedih berpisah dengan putranya itu.
" Ica,kamu jaga papa dengan baik dek,karena kakak sudah tidak ada dekat kalian lagi,jadi mulai sekarang tangung jawab itu kakak berikan sepenuhnya padamu dek."ucap Bian pada adik Satu-satunya itu.
"Baiklah kak Ica akan mencobanya dengan baik kak."
"Ayok ca kita harus berangkat karena satu jam lagi pesawat kita akan berangkat."ajak pak Hamit pada putrinya itu.
"Kami pamit kak,jaga diri kakak.ucap Ica memeluk kakaknya itu.
Setelah selesai berbicara dengan papanya Bian tampak sedih.
"Mas kamu sedih berpisah dengan mereka."ucap Mia pada Bian.
"Ya,, ucap Bian saat ini meneteskan air matanya.
"Maafkan aku mas,ini semua salahku sudah memisahkan kalian dan membuat kaluarga kalian hancur dan kacau seperti ini."ucap Mia juga merasa bersalah.
"Jangan pernah kamu menyalakan dari kamu sayang,aku tidak mau kamu menyalakan diri kamu terhadap masalah ini,disini yang salah itu mamaku yang tidak pernah menghargai aku sebagai putranya."jelas Bian pada istrinya itu.
"Bagai mana aku tidak menyalakan diriku sendiri mas,semenjak aku masuk dikehidupan kamu,keluaga kamu terpisa satu sama yang lain."ucap Mia denga wajah sentuh itu.
"Jangan pikirkan itu lagi kita mulai hidup kita dengan hal-hal yang baru saat ini,karena kita akan memulai kehidupan baru mulai hari ini kamu sudah sah menjadi istrinya aku."
"Terimakasih banyak mas kamu lakukan ini semua hanya untukku,dan cinta mas sangat besar padaku." jelas Mia.
Mia mendegar kata-kata Bian sangat senang kerena saat ini Mia hanya ingin bahagia bersama Bian orang yang sangat dicintainya itu dan disayanginya.
Mia kan selalu menjaga cinta itu untuk suaminya dan akan melanjutkan hidup baru dengan pasangannya aaat ini yang sudah dikirim untuk nya oleh Tuhan.
**************
__ADS_1