
sudah satu tahun saja umur anak dion wanita saat ini,sepasang suami istri itu tampak bahagia meliki anak perempuan dari hasil cinta mereka selama ini.
Dion tampa menyayangi putrinya itu dan selalu ada untuknya saat ini,putri kesayanga Dion dan Dita pampak lucu saat ini kerena mirip sekali cantik dan imutnya denga Dita.
Radisah itulah nama gadis cantik, bocah perempuan yang ada di gedongan dion saat ini akan kerumah Naysha saat ini mereka bertiga berkunjung kerumah sahabatnya itu karena sudah satu tahun ini dita tidak dapat berkunjung kerena Radisah masih kecil,Dita tidak bapat membawa perjalan jauh putrinya itu,dan juga kerjaan Dita juga bayak meyita waktunya selain megurus putrinya.
"Kamu sudah siap sayang papa kita berangkat sekarang ketempat Ayah Givan dan bunda Naysha pasti kak alfa senang lihat kamu datang kerumahnya hari ini."ucap Dion berbicara pada putrinya itu,dengan senyuman yang terpancar diwajah tampan itu.
"Ayok papa kita berangkat sekarang,Susah sudah tidak sabar lagi ingin bertamu bunda Naysha."ucap Dita meniru suara anak bayi itu membuat Radisah terkekek ketawa yang melihat mamanya.
"Kamu itu lucu sekali sayang seperti ini,teruslah ketawa seperti ini nak."ucap Dion senang melihat ketawa gadis kecil itu.
"Ayok mas aku sudah siap."ucap Dita megajak Dion berangkat menuju rumah yang saat ini mereka berdua berada diapertemen Dion.
"Apa kamu sudah menyiapkan kebutuhan putri kesayangan aku ini sayang?
"Suda mas,semua aku siapkan kita akan nginap dirumah Naysha malam ini."ucap Dita pada suaminya.
" Ayok"ucap Dion mengedong putrinya itu keluar dari apartemennya itu.
Dalam perjalanan menuju rumah sahabatnya itu Dita tidak berenti terseyum karena sudah satu tahun ini tidak berjumpa semenjak Radisah lahir,itu terahir kalinya Dita bertemu dengan sahabatnya itu.
Tidak lama mereka bertiga samapai dirumah Naysha saat ini,kerena dihari libur semua penghuni yang ada dirumah itu saat ini ada dirumah.
Dita masuk kedalam yang sudah ditunggu Naysha dan Givan saat ini,diruang tamu.
"Asalamualaikum,ucap Dita masuk kedalam.
"Walaikumsalam,Hai ta ayok masuk."ucap Naysha pada Dita.
"Hai Dion masuk yok,duduklah kita bisa berbicara sedikit.ucap Givan pada sahabatnya itu.
"Apakabar lo van,sehat lo?
"Seperti yang kamu lihat sekarang,aku baik-baik saja."
"Mana putriku yang cantik yang imut itu,sini sama ayah kita main seharian sama ayah ya."ucap Givan megambil Radisah dipekukan Dion.
"Lo hati-hati pegang putri gue yang cantik itu,susah bikinnya gak bisa sama kalau terjadi apa-apa dengannya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja Dion aku tidak akan menyakiti putri kesayangan aku ini."ucap gavan gemas pada gadis kecil itu.
"Mas Jagan digituin nanti dia nangis lho."ucap Naysha pada suaminya itu.
"Sayang apa kamu mau mengedongnya,lihatlah dia tampak lucu sekali,aku sangat geram oleh bocah lucu ini." ucap Givan mencium pipi gembul Radisah.
"Lihatlah mas dia tertawa seperti itu."ucap Dita senang melihat gadis kecil itu.
"Kamu kasih saja sama aku anak manis dan cantik ini Dion." Canda Givan pada Dion.
"Enak saja lo,emang anak kucing enak perut lo aja mintak."kesal Dion pada sahabatnya itu.
"Kamu bisa bukan lagi lebih bayak lagi."jawab Givan santai.
"Danang aku ini apa mas bisa beranak tiap sebentar."sambung Dita pada Givan.
"Itu saja Dita sungguh susah dan berjuang untuk dia lahir kedunia ini."balas Dion pada sahabatnya itu.
"Itu kalau kamu mau ya,kalau tidak mau ya gak apa-apa."balas Givan dengan santai.
"tunggu Alfa besar dan zi besar nanti lo bisa mintak pada mereka bikinkan cucu yang banyak buat kamu." Balas Dion pada sahabatnya itu.
"Sudah-sudah jangan ribut terus kalian itu jika sudah bertemu,biar aku kasih asih dulu Radisah mas,sini aku akan bawak dia kekamar dulu."ucap Dita mengambil gadis kecil itu dari tangan Givan saat ini.
"Aku temanin ya ta"ucap Naysha pada sahabatnya itu.
"Ayok kita kekamar. "Ajak Dita saat ini.
Sampai dikamar yang biasa ditempati oleh Dion kalau meginap dirumah Givan waktu lajang.
Dita membaringkan gadis itu sambil memberi asinya pada gadis kecil itu sambil berbicara pada sahabatnya.
" Ta apa kamu masih sangup kerja sampai saat ini,karena Radisah sudah mulai tumbuh dan aktif.
"Masih Nay,aku tidak mau melepaskan perkerjaanku sebelum anak-anakku besar dan aku harus menunggu ray besar agar dia bisa mengantikan aku disini atau anak gadis kak raheell nanti megambi ahli perusahaan papanya.
"Raysha maksud kamu,apa dia mau meneruskan itu semua."
"Anak itu kemauan tinggi dia sedikit agak sama dengan adik tampan kamu itu."
__ADS_1
"Pasti dia sekarang tampak cantik ya,umur zi dan Raysha tidak berada jauh beda Nay paling nantik mereka sama-sama dewasa.
"Sungguh menyenangkan melihat mereka nanti ya Ta.
"Seperti itulah Nay." ucap Dita terseyum pada sahabatnya itu.
"Lihat Ta dia sudah tidar baru sebentar saja dia dikasih asi langsung lelap,lucu sekali kamua nak."ucap Naysha selalu memandang Radisah lagi tidar itu.
" Ya sudah kita keluar yok gabung sama mereka lagi apa mereka sekarang ini,apa masih saja ribut mereka itu?tanya Dita.
"Aku juga tidak tahu ta,ayok kita susul mereka."
Naysha dan Ditapun ikut bergabung bersama kedua pria tampan itu,mereka berdua duduk disamping suaminya masing-masing.
"Kelian berdua ngapain duduk disini apa tidak ada kerjaan lain yang kalian kerjakan." ucap Dion pada kedua wanita itu.
"Emangnya kami ini tidak bole ikut bergabung disini."ucap Dita menatap tajam pada suaminya itu.
"Bukan begitu sayang bikin kopi gitu dan cemilan dong sana biar ada teman kita ngobrol disini."terang Dion pada istrinya itu.
"Aku lagi malas mas,kita pesan saja ya,makanan dan cemilan dari luar saja ya."ucap dita pada Dion saat ini menatapnya.
"Jangan terlalu malas sayang,aku mau kamu yang bikin kopinya,dan cemilan.
"Cemilannya kita pesan saja ya,aku lagi malas mas,kopinya aku bikin sendiri ya,bujuk Dita manja pada istrinya itu.
"Ya sudah terserah kamu saja sayang yang penting kamu bikin kopi buat kita berdua."ucap Dion pada Dita.
"Sayang kamu juga bantuin ya Dita sana? ucap Givan pada istrinya itu.
"Baiklah sayangku,ucap Naysha pada Givan."
"Ayok Ta kita kedapur jangan ganggu mereka lagi kita cari kesibukan lain aja setelah ini bikin kopi untun mereka berdua."
Dita dan Naysha membuatkan dua cankir kopi untuk para suami yang berada diruanga tamu saat ini,Dita juga sudah membawa sepiring pisan krispi kerena bik ina sudah memasaknya didapur.
Dita meletakan kopi dan pisanga goreng krispi itu didepan mereka berdua,apa yang diinginkan oleh kedua pria tampan itu.
**********
__ADS_1