
"Mas apa pasangan suami-istri yang ada dirumah itu sudah bagun belum ya mas?"
"Mana mas tahu sayang kita aja masih lo."
"Biarkan saja mereka berdua tante,entar kalau mereka berdua suda bosan nantik keluar sendiri tante."sambung Alfa pada kedua orang itu.
Dita hanya bisa diam saja mendegar penjelasan bocah yang sedang duduk dibantu belakang,Dion saat ini mendegar penuturan putra sahabatnya itu hanya bisa tersenyum saja kerena Dion tahu kebiasaan Givan jika sudah bersama istrinya.
Sesampai dirumah mereka bertiga masuk kedalam dengan bayak tentengan ditangan Dita dan Dion saat ini, barang-barang belanja mereka sore ini bersama Alfa.
Suana didalam masih saja sunyi dan sepi sama dengan mereka berkat tadi.
"Tukan tante gak percaya pada alfa,mereka tidak akan keluar jika sudah dalam kamar,Kadang-kadang alfa kesal pada mereka berdua selalu cuek kepadaku jika sudah berdua."terang Alfa pada Dita saat ini.
"Sudah gak usah sedih gitu bukankah tante sama om Dion bersama Alfa sekarang."ucap dita pada alfa.
"Baiklah tante Alfa mau mandi dulu,Alfa mau kekamar dulu." ujar Alfa berjalan kekamar sebelah kamar ayah dan bundanya.
"Kasihan kamu Al,punya orang tua terlalu berlebihan bucinnya sama istri."timpal Dion berada di belakang istrinya saat ini setelah siap menaruh barang belajaan Dita kedapur.
"uuuusy, "kamu ini mas mulutnya dijaga jangan sembarangan berkata nanti alfa dengar."ucap Dita memperingati suaminya itu.
"Memang keyantaan begitu sayang,lihatlah sekarang,Kamu sudah tahukan bagai tingka mereka,sudah jam berapa ini mereka belum juga keluar." Ucap Dion apa adanya.
"Kamu ini mas ada saja omongan kamu itu. "
"Memang seperti itu keyantaannya mau diapakan lagi."
"Sudah mas aku mau masak dulu ya kamu temanin Alfa saja ya."ucap Dita pada Dion saat ini.
"Aku temanin kamu aja masak ya,lagian Alfa masih mandi palingan habis mandi dia bakal dikamar juga." ungkapan Dion nyatai.
"Ok baiklah tapi jangan sampai gangguin aku masak kanu ya mas."balas Dita oada suaminya itu.
"Ok aku akan bantu motong sayur saja,"ucap Dion.
"Baiklah ayok kita masak sekarang" ucao Dita pada suaminya itu kerena semangat kali Dion akan menemanin Dita masak.
Sampai didapur mereka berkutat dengan perkerjaan mereka,Dion membantu istrinya memotong sayuran kerena sudah terbiasa Dion tidak terlalu susah untuk itu semua.
"Kamu pintar juga ya,lihatlah cara kamu motong sayurnya bagus."ucap Dita senang suaminya tidak seburuk pikpprannya.
"Ya bisalah sayang,aku terbiasa masak kalau sudah malas makan di luar maka aku akan masak sendiri apa yang aku inginkan."jawab Dion santai.
"Pantasan saja kamu pandai cara memotong sayuran yang benar mas."
__ADS_1
"Itu sebenarnya gampang sayang,sebenarnay tidak perlu belajar kalau ada kemauan pasti bisa."
"Benar juga kata kamu itu mas,kalau ada kemauan pasti akan mudah megerjakan semua itu."ucap melihat suaminya itu terseyum pada nya.
"Biar aku bantu goreng ikannya sayang,biar kamu bisa kerjakan yang lain."
"Emang mas bisa,benaran ni nantik malah kenak minyak panas mas.ucap Dita tidak enak pada suaminya itu.
"Benar aku bisa kalau sekedar untuk mengoreng ikan."jelas Dion pada istrinya itu.
"Benaran gak apa mas goreng ikan ini,biar aku masak sayurnya.
"Kamu ini kayak gak percaya saja sama suami sendiri."ucap Dion pada Dita saat ini lagi memperhatika suaminya itu memasukan ikan kedalam minyak yang sudah panas itu.
"Kenapa lihat kayak gitu sayang kamu ragu apa yang sudah aku katakan tadi. " ucap Dion.
"Oooh "ucap Dion pada Dita yang lagi asik menumis bawang untuk sup ayam yang akan dibikin untuk Alfa.
"Ya sudah kamu lanjutkan saja masak sopnya." ucap Dion.
"Apa kamu sudah siap mengoreng ikannya mas? "
"Ini hapir masak,betar lagi sudah bisa diangkat."ucap Dion pada istrinya itu.
" Ya sudah".mas bisa duduk disana aja biar aku yang lanjutkan masak nya ini betarbetar lagi akan siap semua."jelas Dita pada Dion.
"Nantik kamu bauk lagi mas,bauk ikan goreng gak apa-apa kamu mas."
"Itu tidak masalah sayang,yang penting hari ini aku akan temanin kamu masak sampai siap" Ucap Dion saat ini memeluk istrinya dari belakang sehinga Dita sulit untuk bergerak.
"Mas lepas nantik ikan nya gosong,angkat dulu ikannya."suruh dita pada suaminya itu.
"Baiklah aku akan mengangkat ikan ini dulu abis itu aku bisa peluk kamu."jawab Dion sambil mengangkat ikan yang sudah masak dalam pengorenagan.
"Tadi katanya tidak akan menganggu aku masak tapi kok sekarang kamu mulai dengan tingkah gila kamu itu."ucop Dita yang masih saja melanjutkan masaknya.
Sore ini sepasang suami istri itu lagi menikmati kebersamaan mereka didapur,kerena jarang bagi dion seperti ini bersama istrinya itu.
Dion melihat istrinya itu memasak dengan cekatan membuatnya ingin selalu berada disamping istri yang selama ini jauh darinya.
Tak lama Dita sudah siap dengan semua apa yang sudah dimasaknya tadi sedikit bantuan dari suaminya itu.
"Mas apa kamu mau makan sekarang apa mau tungguin sepasang suami-istri itu bangun dulu?"
"Nantik saja sayang kita makan sama-sama saja sebentar lagi mau magrib."jawab Dion.
__ADS_1
"Yah sudah kita bersih-bersih dulu ya,kita solat jama'ah dikamar saja mas."
"Baiklah kamu pergilah duluan bersih-bersih,sebentar lagi aku akan meyusul,aku kirim imeil ini dulu pada alex tadi aku sampai lupa mengirimkan pada alex kerena asik membatu kamu masak.
"Ya sudah mas aku naik keatas duluan ya," ucap Dita pada Dion.
Dita langsung masuk kekamar nya untuk membersikan dirinya kerena sebentar lagi Dita akan sholat magrib bersama suaminya.
Tak beselang lama waktu shalat magrib masuk saatnya Dion akan menjadi imam untuk istrinya.
Setelah siap dengan sholatnya saat ini Dita mencium tangan suaminya dan begitu juga dengan Dion membalas mencium kening istrinya itu dengan kasih sayang dan rasa cinta pada istrinya saat ini.
"Tetaplah bersamaku sayang,jangan pernah meninggalkan aku lagi."ucap Dion mencium kening istrinya itu.
"Aku akan selalu ada dekat kamu mas. "ujar Dita saat ini merasa bahagia saat ini.
"Berkemaslah kita turun kebawah untuk makan malam bersama mereka sayang."
"Baiklah mas,kamu tungguin aku bentar ya aku akan menaruh sejadah ini dulu."
"Baiklah" ucap Dion berdiri dari tempat dia sholat.
"Ayok mas kita turun mungkin saja mas Givan sudah bangun saat ini."
"Ayok" Ucap Dion berjalan duluan dari istrinya itu saat ini.
Sepasang suami-istri itu turun dari lantai atas untuk menemui sahabat mereka saat ini,sampai dirung keluarga Dita tidak melihat siapapu disana,Dita berniat untuk memangil sahabatnya itu kekamar dimana Naysha saat ini,namun disaat Dita ingin megetuk pintu disaat bersamaan meka berdua sama kaget kerena Naysha juga membukak pintu.
"Auuuu"Teriak Naysha saat ini kerena keningnya kenak ketuk oleh Dita."
"Maaf Nay aku gak segaja kamu itu tiba-tiba saja membuka pintu.
"Sakit Dita,"masak kening ku kamu jitak sih?"
"kenapa kamu itu nongol tiba-tiba dipintu?"
"Ya mana aku tahu kamu itu akan megetuk pintu kamarku."
"Kita makan malam yok, apa kamu gak capek setengah hari melayani suami gila kamu itu sih Nay."
"Capek ya pastilah,tapi bagai mana lagi maunya dia mengempurku sampai aku gak sagup berdiri rasanya ta,tulang-tulangku mau patah rasanya.
"Dasar gila kamu ya Nay,ucap Dita mulai kesal pada sahabatnya itu saat ini,saat ini Naysha mulai dengan kegilaan ya kalau bicara tidak ada remnya,membuat Dita kesal saja.
*******
__ADS_1
"