
Hari ini Dion menyusul istrinya kedalam kamarnya setelah mereka berbincang bersama Ranti Dita masuk kedalam kamar kerena hari ini tubuh tampak kurang fit.
Mungkin saja kerena kehamilan yang baru membuat tubuhnya merasa lelah dan mudah capek.
"Sayang kamu kenapa kok malah tidur,ini m?asih jam 10 pagi,tidak baik kamu tidar jam segini."Dion memperingati istrinya itu jangan sampai tidur jam segini karena tidak baik untuk ibu hamil.
"Tapi mas aku merasa lemas dan capek hari ini,aku tidak tidur mas hanya berbaring saja untuk menghilangkan rasa lelaku saja mas."terang Dita pada suaminya itu.
"Ya sudah istirahatlah,biar tubuh kamu itu fit kembali kerena besok kamu sudah masuk membatu Raheell di kantornya."ucap Dion pada istrinya itu tampak terseyum padanya.
"Makasih ya mas,kamu sudah gerti dengan keadaan aku saat ini." ucap Dita pada Dion.
"Aku yang berterimakasih pada kamu kerena kamu mau mengandung anakku sayang."ucap Dion sangat bahagia saat ini bahwa Dita hamil anaknya.
"Apa kamu bahagia dengan aku hamil mas?
"Aku sangat bahagia sekali kamu hamil anakku saat ini,tampa aku sadari itu sudah dititipkan sama kamu sayang."ucap Dion terseyum pada istrinya itu.
"Maafkan aku ya mas aku juga tidak menduga dia sudah tumbuh di rahimku,aku juga tidak sadar degan ini semua."
"Itu bukan salah kamu sayang kita sama-aama tidak mmeyadarinya jadi gak usah memintak maaf seperti itu padaku,mulai sekarang kamu harus menjaganya,buah hati kita ini." ucap Dion megusap perut Dita dan mencium perut istrinya yang rata itu.
"Iya mas aku akan menjaganya mulai hari ini."ucap Dita bahagia saat ini,tampa dia sadari cabang bayi itu sudah tumbuh da rahimnya saat ini.
"Apa besok kamu bisa aku tingal disini,dan bisa aku percaya kamu menjaganya untuk aku sayang."
"Mas aku bisa menjaganya dan diriku dengan baik lagi pula dia tidak terlalu meyusakahkan diriku saat ini,mas gak usah pikirkan itu aku akan jaga diriku dan anak kita."jawab Dita agar suaminya itu semangat mendegar perkataannya.
"Kamu jangan terlalu lelah bekerja ya sayang,aku takut kamu kelelahan akibat bayak kerjaan."
"Mas percayalah kak Raheell tidak akan mempersulit aku,dia tahu aku ini sedang hamil,tidak mungkin dia memberiku kerjaan bayak."
"Aku percaya pada kamu,aku tidak meragikan Raheell kok,aku yakin dia pasti menjaga kamu, dan keponakannya yang ada di rahim kamu ini sekarang."jawab Dion senang.
"Itu pasti mas,kak Raheell akan menjagaku seperti adiknya sendiri."
__ADS_1
"Aku tahu itu karena kumu itu agak mirip dengan adiknya."
"Aku juga sudah mengagapnya kakak kandungku sediri mas,kerena aku tidak memiliki saudara kandung."
"Aku faham apa dari kata kamu itu."ucap Dion agar istrinya itu senang.
"Apa kamu langsung ke Indonesia sehabis dari Inggris mas?
"Mas akan langsung kekantor pusat karena ada lagi sedikit kerjaan sama Givan menjelang kamu selesai membatu Raheell disini."
"Ya sudah tidak masalah mas,aku akan menunggu kamu menjeput aku disini." ucap Dita senang melihat suaminya itu bisa melepaskan dia bersama raheell disini selama satu bulan ini.
"Istirahatlah aku akan menemani kamu seharian disini,kerena aku merasa senang saat ini kamu sedang hamil."
"Ya mas"
Ucap Dita hanya melihat Dion beranjak kedofa yang ada di samping tempat tidaur dikamar Dita dan Dion saat ini menyalakan TV yang ada dihadapannya itu.
Sambil bersantai Dion saat ini merasa ingin Mamakan sesuatu yang ingin dimakannya kerena sudah merasa suntuk seharian berada dikamar menemani istrinya beristirahat.
"Mas kamu tidak tidaur aku lihat dari tadi mas tampak tidak nyaman berada dikamar?
"Kalau itu yang kamu inginkan,bagai mana mau mencarinya mas,mas saja tidak tahu apa yang kamu ingin makan bagai mana mau membeli atau dibikin."
"Seperti itu keadaannya sayang,apa ya enak dibikin?tanya Dion pada istrinya itu.
"Kita bikin rujak saja yok mass aku ingin buahnya nenas dan mangga muda saja mas."
"Kamu itu dimana kita akan mencari buah mangga muda disini sayang, ini bukan negara kita sayang."
"Tenang saja mas,itu ada dibelakang dikebun Rumah ini lengkap mas kita tingal petik,makanya mas harus mengelilingi rumah ini."ucap Dita terseyum pada suaminya itu yang tampak bigung.
"Ya sudah ayok kita ambil buahnya,"ucap dion lebih semagat dari dita saat ini.
"Ayok "ucap Dita langsung berdiri dan bejalan sambil megajak suaminya itu untuk kebelakang."
__ADS_1
Sampai dibelakang Dion melihat bayak macam jenis buah dikebun rumah raheell itu,Dion tidak meyangka rupanya rumah ini memiliki kebun agak luas yang berada di belakang rumah cantik ini.
"Dulu aku baru tingal disini kebun ini belum bayak tanaman yang disini saat itu,aku menanamnya mas bibitnya dari pesan langsung dari negara kita oleh Ranti.
kami berdua selalu megabiskan waktu disini sebelum aku masuk kuliah disini dan membatu kak raheell di kantornya."
Duta menjelaskan itu pada suaminya itu sudah mulai bingung bagai mana mau memanjat mangga agak tinggi itu.
"Mas lihat apa sih kok bigung kayak gitu?
"Bagaimana mengabilnya ini sayang tinggi seperti itu."
"Ya dipanjat mas,mas itu laki-laki masa gak bisa manjat mangga rendah seperti itu."terang Dita pada suaminya itu tampak bingung itu.
"Apa rendah kata kamu sayang,setinggi itu kamu bilang rendah." ucap Dion tidak percaya pada istrinya itu.
"Ya sudah biar aku yang ambil mangganya mas bisa tungguin dibawah saja."ucap Dita santai.
"Tidak-tidak,kamu tidak boleh melakukan itu sangat berbahaya sayang biar mas jolok saja mangganya kita tidak butuh bayak kok."ucap Dion mengambil jolokan disamping pohon mangga tersebut.
"Hati-hati ya mas kamu megambil buahnya,aku cari buah nenas disana dulu ya."
"Ok,hati-hati ya."Dion melihat istrinya itu sampai dikebun nanas milik Ranti dan Rahel itu.
Setelah mendapatkan itu semua mereka masuk kedalam dan Dion menyiapkan senua bumbu rujak dan megiling kacang tanah dan gulah merah dan beberapa biji cabe didalam gilingan itu,setelah siap Dion membawa ketempat Dita yang sudah siap megupas mangga muda dan nanas masak itu dibaskom yang sudah disediakan.
"Ini sayang sudah siap semua."ucap Dion memberikan kacang giling yang sudah siap di makan itu pada Dita.
"Kayaknya enak ni mas aku jadi gak sabar ingin mencicipinya."ucap Dita tampak senang.
"Ya sudah dimakan sayang jangan dilihat saja entar gak selera lagi."
Mereka berdua memakan rujak itu dengan nikmat membuat Dita tidak sadar sepasang suami-istri yang tidak jauh dari mereka terseyum melihat tingkah mereka berdua saat ini.
"Lihatlah mas aku senang saat ini Dita bahagia seperti itu,ada rasa senang dihatiku diaa bisa kembali lagi sama Dion."ucap Ranti pada Suaminya itu.
__ADS_1
"Aku juga senang melihat mereka seperti itu,aku juga bahagia saat ini Dita suda hamil dan sebentar lagi aku akan ada keponakan." senyum Raheell melihat suami-istri itu.
*******