
Sepasang suami-istri itu turun dari lantai atas untuk menemui sahabat mereka saat ini,sampai dirung keluarga Dita tidak melihat siapapu disana,Dita berniat untuk memangil sahabatnya itu kekamar dimana Naysha saat ini,namun disaat Dita ingin megetuk pintu disaat bersamaan meka berdua sama kaget kerena Naysha juga membukak pintu.
"Auuuu"Teriak Naysha saat ini kerena keningnya kenak ketuk oleh Dita."
"Maaf Nay aku gak segaja kamu itu tiba-tiba saja membuka pintu.
"Sakit Dita,"masak kening ku kamu jitak sih?"
"kenapa kamu itu nongol tiba-tiba dipintu?"
"Ya mana aku tahu kamu itu akan megetuk pintu kamarku."
"Kita makan malam yok, apa kamu gak capek setengah hari melayani suami gila kamu itu sih Nay."
"Capek ya pastilah,tapi bagai mana lagi maunya dia mengempurku sampai aku gak sagup berdiri rasanya ta,tulang-tulangku mau patah rasanya.
"Dasar gila kamu ya Nay,ucap Dita mulai kesal pada sahabatnya itu saat ini,saat ini Naysha mulai dengan kegilaannya kalau bicara tidak ada remnya,membuat Dita kesal saja.
"Ini pakaian kalian aku sama Alfa tadi sudah belanja karena kamu gak bangun-bangun dari tidur kamu itu."
"Terimakasih yan Ta kamu perhatian kali sama aku."ucap Naysha pada sahabatnya itu.
"Ya sudah aku keruang makan dulu cepatan kalian susul kami dimeja makan saja ya,kerena Alfa sudah menunggu kamu dari tadi kasihan dia Nay."ucap Dita pada sahabat nya itu.
"Ya sudah aku aku akan meyunsul kamu sebetar lagi,saat ini mas Givan lagi mandi ta."
"Kami tungguin dimeja makan."ucap Dita menigalkan Naysha yang lagi berdiri di pintu kamar itu.
Sampai diruang makan Dita langsung menyiapkan apa yang akan diperlukan untuk makan malam mereka malam ini.
Tadak lama muncul sepasang suami istri yang sudah dari tadi ditungguin oleh Dion dan Alfa,Dion mekihat Givan hanya terseyum saja saat ini karena dia tahu apa yang dikerjakan oleh sahabatnya itu bersama istrinya itu.
"Sudah siap lo dengan semedi lo sama istrinya lo itu.ucap Dion tanpa ada salah.
"Ahh kamu gak pernah merasa puasa lama saja,kamu sudah tahun aku ini sudah lama gak main sama dia."bisik Givan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Kalian berdua lagi bisik-bisik apa tu?"ucap Naysha pada kedua pria di hadapan nya itu saat ini.
"Kamu tidak perlu tahu sayang urusan laki-laki"ucap Givan santai.
"Ya sudah kita makan sekarang"ucap Dita sudah mulai mengambilkan nasi dan lauk untuk Dion,Begitu juga dengan Naysha juga mengambilkan makan malam buat putranya saat ini.
"Kamu makan bayak ya sayang,maaf bunda tadi cuekin kamu,kerena Ayah kamu itu tidak mau lepas, dari bunda."
"Itu sudah kebiasaan bunda sama ayah yang selalu cuek alfa jika sudah berdua dirumah."kesal Alfa pada bundanya saat ini.
"Sudah sayang jangan cemberut gini dong,bunda mintak maaf ya."
"Ya sudah bunda makan saja,alfa juga sangat lapar hari ini bunda sudah lupah denganku.
Naysha hanya bisa diam mendegar penuturan putranya itu,karena Alfa suntuk dengan keseharian sendiri saja disini kerena tidak Zi didekatnya.
"Ayok makan Alfa,tadi tante sudah masakan apa sup buat kamu pasti kamu suka."
"Terimakasih tanta Alfa sangat menyukainya enak tante,Alfa akan menghabiskan sup nya ini." ucapnya polos sambil malahap sop buatan Dita kedalam mulutnya.
Mereka semua makan dengan lahap saat ini dengan keheningan tiada satupun pembicaraan lagi yang keluar dari mulut mereka semua.
"Ta apa kamu sudah siap dengan bersih-bersihnya?"tanya Naysha pada sahabatnya saat ini lagi membersikan meja makan.
"Sudah"mari kita bawak kopinya pada mereka berdua Nay." Ajak Dita.
Dita dan Naysha saat ini bergabung dengan suaminya mereka masing-masing,Dita duduk di samping Dion saat ini dengan agak dekat pada suaminya itu,begitu juga kemanjaan Naysha pada Givan saat ini.
"Sayang kamu sudah siap dengan beres-beresnya ? tanya Dion pada istrinya itu.
"Sudah mas,ini kita sudah bikin kopi buat kalian berdua."
"Mas Givan diminum tu kopinya buatan istri tercintanya.
"Ya tentu dong ta,namanya nya istri yang bikin pasti enak rasanya."
__ADS_1
"Lo semuanya enak kalau lagi ada maunya." sindir Dion saat ini.
"Apaan sih kamu Dion,emang kamu saja yang enak-enakan sama istri,aku juga dong apa lagi sudah dia bulan ini aku belum dapat jatah dari dia,pasti lamah prisesnya."
"Dasar bucin lo van"kesal Dion.
"Bucin harus Dion karena kita ini gak bakal enak kali gak bucin sama istri."
"Kalian ini kalau ngomong pastinya arahnya pikiran kotor kalian itu."timpal Naysha.
"Ya terus apa lagi sayang harus kita omongin, seharian dikantor membahas pekerjaan buat kita berdua bosan juga."
"Benar itu van,sekali-sekali kita kayak gini."
"Hari ini saja kita seperti ini Dion,besok kita sudah harus berkutat lagi dengan keseharian kita dikantor."
"Emangnya kalian semua kapan berangkatnya,masa sih sebetar saja kalian disini,berakti tinggal aku dong disini pasti sunyi nanti pas kalian gak ada."ucap Dita agak sedih.
"Kami harus kembali ta,kerena Alfa sekolah gak mungkin lama-lama dia libur."terang Naysha pada sahabatnya itu.
"Apa kamu harus besok juga kembali mas?tanya Dita pada suaminya itu.
"Iya sayang karena sehabis makan siang kami ada miting penting dan penijauan proyek yang lagi ditangani oleh alex,aku gak bisa lama-lama disini sayang."
"Ya sudah gak masalah mas,ooh ya aku awal bulan ini akan kembali ke Jerman untuk menjeguk Raanti habis melahirkan mungkin aku agak lama di sama mas kerena aku sekalian ada kerja selama sebulan kedepan bersama kak raheell."
"Apa ada diantara kalian mau ikut denganku?"ucap Dita pada suaminya dan sahabatnya itu.
"Aku tergantung dia saja ta kalau aku dizinkan pergi sendiri aku bakal ikut dengan kamu,kerena aku ingin bertemu Ranti juga,sudah lama kita tidak jumpa."terang naysha.
"Tapi sayang itu lama,Dita bakal lama disana,kamu bakal tidak betah disana nantik." Ucap Givan pada istri nya itu,kerena dia tidak mau jauh dari istrinya.
"Ahhh bilang saja lo itu gak bisa tidur tampa ketek Naysha Van,jangan bayak alasan lo."ujara Dion blak-blakan apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.
"Ahh dasar kamu Dion main bilang-bilang apa kelemahan sku lagi."ucap Givan agak kesal pada Dion saat ini.
__ADS_1
Dion hanya terseyum melihat sahabatnya itu malam ini karena tingkah dan ulah yang dibikin sehari ini membuat mereka semua agak kesal pada Givan termasuk putra mereka sendiri.
*************