
"Aku mau kekamar mas apa kamu mau ikut denganku,aku merasa lelah saat ini."ucap Dita hendak meningalkan suaminya diruang tamu dengan Ranti, namun tiba-tiba saja ray datang bersama Rahel dan Raysha.
"Hai aunty"Sapa Ray pada Dita saat ini memeluknya.
"Hai sayang kamu sudah kembali,aunty sangat merindukan kamu sayang"ucap Dita mencium pipi Ray.
"Aunty jangan cium pipi Ray lagi,bukan ray sudah sering bilang sama aunty sebelumnya,ray tidak suka dicium."jujur Ray pada Dita saat ini.
"Apa kamu tidak merindukan aku sayang."
ucap Dita saat ini pada ray yang tampan itu mentap Dita.
"Ray sangat merindukan aunty tapi mereka tidak mengizinkan Ray pergi menemui aunty keindonesia."
"Jadi bocah ini yang membuat aku memikirkan yang tidak-tidak dari tadi terhadap istriku,ahhh dasar lo Dion mudah sekali kamu cemburu pada istriku kamu belum tahu siapa orangnya."ungkap hati Dion saat ini merasa legah.
"Hai paman Dion apa kabar."Sapa ray pada Dion saat ini.
"Hai Ray"senang bertemu dengan kamu sayang,"ucap Dion membalas sapaan Ray.
"Aunty kita bisa bicara gak dikamar gak ray akan menujukan sesuatu pada kamu,kerena dirumah ini tidak ada yang mau melihat apa yang ray buat." bisik ray di telinga Dita saat ini.
"Baiklah kita ke kamar sekarang aku ingin lihat apa yang akan kamu pelihatkan pada aunty.
"Ok,ayok" Ucap ray menggandeng tangan Dita membawa masuk kedalam kamarnya saat ini,Dion hanya bisa tersenyum saja melihat kedekatan Dita denga anak-anak Raheell dan Ranti itu.
"Mereka mamang seperti itu Dion"selah Raheell pada Dion saat ini memperhatikan istrinya itu.
"Aku hampir saja cemburu oleh putra kamu itu tuan raheell."ucap Dion santai pada Raheell.
"Selama disini Dita tidak pernah dekat sama pria manapun karena waktu itu masih terikat pernikahan dengan kamu."jelas raheell santai dan tersenyum pada Dion saat ini.
"Aku berterimakasih pada anda telah menjaga istriku selama disini,aku tidak bisa berkata apa-apa lagi tuan Raheell."ucap Dion saat ini agak merasa segan pada Raheell.
__ADS_1
"Istri kamu sudah aku angap sebagai adikku sampai saat ini tidak ada yang perlu kamu segankan padaku,anggaplah aku juga bagaimana Dita menganggapku saat ini."
"Baiklah aku Akan anda seperti apa istriku menangil anda.
"Tidak masalah soal pangilan itu itu tergantung kamu Dion saat ini kita berada dirumah bukann dikantor." jelas Raheell pada Dion saat ini.
"Bagai mana perkembangan hubungan kaliann saat ini?"tanya raheell pada Dion saat ini.
"Hubungan kami berdua saat ini sudah bayak kemajuan,betambah jauh kami bertambah membutuhkan satu sama lain."jujur Dion pada Raheell.
"Baguslah itu itu Dion aku lebih senang kalian berdua bahagia."ucap Raheell sungguh senang mendegar perkataan Dion barusan.
"Apa kamu belum bisa menetap di kota B dion,apakah kamu akan membiarkan Dita sendiri di kota itu?"tanya raheell pada Dion.
"Aku sudah memutuskan untuk tingal bersama istriku saat ini kak,kerena aku baru siap megerjakan tender yang dimenangkan oleh perusaan Givan."
"Baguslah aku lebih legah mendegar ini semua Dion karena Dita sudah ada yang mengjaganya saat ini tingal satu lagi tangung jawabku pada Mia,Gadis itu tidak memiliki orang tua,jika terjadi apa-apa dengan nya aku tidak bisa memaafkan diriku."ujar raheell lebih serius dari tadi.
"Kalau boleh aku tahu ada apa dengan gadis itu?Dion sedikit penasaran pada ucapan raheell saat ini.
Tapi tidak dengan Mia saat itu gadis itu menderita selama satu minggu disiksa oleh majikari rumah hiburan itu kerena dia tidak mau melayani tamu yang datang.dihari itu dia kabur dan masuk kedalam mobilku dan memintak tolong kepada agar dia diselamatkan dari kejaran orangnya mujikari rumah hiburan itu.
Aku membawa Mia ketempat Ranti dan mereka tingal bersama Ranti selama beberapa tahun kerena Mia tidak bayak macam,Ranti pun suka berteman dengan nya.
Namun sampai saat ini aku belum bisa menemukan dalang dari penculikan Mia dan dijual pada mereka itu.
"Kasihan sekali nasib gadis itu" potong Dion saat ini,agak terdiam mendegar cerita raheell.
"Aku tahu satu teman kamu saat ini menjalin hubungan dengan nya saat ini,aku takut nantik akan membuatnya sakit jika keluarga teman kamu itu tahu Mia tidak memiliki apa-apa dan keluarga lagi.
"Aku juga berpikir seperti itu saat ini,aku takut orang tua Bian mempertanyakan keberadaan keluarga Mia,dan tahu Mia pernah menjadi wanita penghibur walau itu bukan kemauan nya tapi dia dipaksa,aku rasa mamanya Bian tidak akan menyetujui hubungan mareka saat ini."
"Itu yang aku takutkan Dion,Mia juga aku angap sebagai adik aku sendiri kerena istriku sama-sama meyayangi kedua temannya itu."
__ADS_1
"Kita bisa berdoa buat mereka berdua saat ini agar mereka tidak ada masalah dengan hubungannya ini."
"Semoga saja seperti itu Dion,kerena aku tidak mau dia bersedih lagi."
"Nantik aku ka membicarakan ini bersama temanku kak,aku kan mencoba berbicara baik-baik dengan Bian.ucap Dion pada raheell saat ini.
"Aku percaya pada kamu Dion."
Tak lama Ranti dan Dita datang membawa cemilan yang berada dalam piring yang ada ditangan Dita saat ini.
"Apa yang kaliann bicara saat ini serius itu kali mas?"tanya dita pada suaminya sat ini.
"Tidak ada aku hanya membicarakan tentang kerjaan saja." karena dion tidak mau Dita tahu tentang masalalu asistennya itu.
"Betul itu Dita,aku dan suami kamu hanya membicarakan pekerjaan saja,tidak ada yang lain."sahut raheell meyakinkan Dita saat ini.
"Baiklah ini makanlah kami bikin ini sama Ranti barusan."ucap Dita memberikan sepiring bakwan kesukaan raheell.
"Siapa yang bikin ini,pasti kamu dita?"tanya raheell semagat memakan bakwan bikinan dita karena setahun ini raheell tidak pernah merasakan bakwan bikinan lagi semenjak dia di Indonesia.
"Seperti inikah kedekatan kalian selama ini"ucap dion tampak tersryum melihat raheell memakan bakwan yang dibikin oleh istrinya itu."
"Seperti ini selama istrinya kamu disini,kami seperti keluarga kandung Dion,begitu juga dengan anak-anak dengan Dita mereka dekat melebihi ibunya sendiri seperti ray dan rayaha saat ini,dapat kamu lihat sendiri bagai mana tingkah mereka dengan Dita."
"Mas dion aku saja sampai iri oleh istrinya kamu itu,aku saja ibu mereka tidak seperti itu dekatnya mereka bersama ku."jelas Ranti pada Dion,Ranti baru saja mengambil marcel dari pegasuhnya.
"Lihatlah lucu kali kamu marcel bikin aku gemas saja."ucap Dita mencubit hidung bayi yang ada ditangan Ranti.
"Jangan dicubiit Ta nantik dia nagis,"ucap Ranti pada sahabatnya itu.
"Cepatlah kelian proses biar kalian itu ada yang diajak bercanda ketika pulang kerja pasti sagat membahagiakan sekali."ujar raheell pada kedua orang yang ada di hadapan nya itu.
"Muda-mudahan saja kami secepatnya memilikinya kak."jawab Dita senang dan terseyum.
__ADS_1
Dion pun ikut terseyum melihat senyum istrinya itu,kerena mereka berdua sedang menunggu hadirnya malaikat itu tumbuh di rahim istrinya itu secepatnya.
BERSAMBUNG.......