Cinta Syaza

Cinta Syaza
Episode 31


__ADS_3

Najwan hanya menggeleng kepala. Dia melihat seorang pria berdiri berhadapan dengannya sambil tersenyum.


"Tuan Arif, ini Tuan Najwan, pengacara dari firma yang mengurusi hal perundangan kantor kita. Najwan, inilah Tuan Arif. Bos baruku, anak Ny. Maznah." Kedua pria itu mengulurkan tangan bersalaman.


"Tuan Arif, aku pulang dulu. Sampai jumpa besok !" Ucap Syaza sambil tangannya mengambil buket bunga mawar putih yang terletak di atas meja. Diukirkan senyuman untuk Arif lalu berjalan cepat mengejar Najwan yang sudah keluar dari kantor itu.


(Syaza, walaupun kau tak seanggun wanita lain, entah mengapa kurasa kau sudah mencuri hatiku). Perasaan yang dialaminya ini memang aneh. Gadis yang berambut pendek dan tidak memiliki sifat-sifat kelembutan itu yang berjaya memikat hatinya. Agaknya apa reaksi mama ketika mengetahui anak laki-laki kesayangannya ini terpikat pada asisten pribadinya yang tomboi itu. Walaupun Syaza terlihat agresif dan tidak selembut gadis lain, tapi dia ada keistimewaannya sendiri. Kalau tidak takkanlah si Daniel selalu bersamanya dan baru saja tadi dia melihat kemesraan Syaza dengan Najwan. Namun, Arif tahu ada sesuatu yang membuat dia lebih merasa ingin mengenali gadis itu dengan lebih rapat lagi. Mungkinkah karena raut wajahnya yang mirip dengan seseorang yang dirinduinya selama ini ?


Ah, entahlah ! Tergambar di ruang matanya senyuman manis Nini sebelum mereka berpisah. Dan senyuman itu menjadi penemannya hingga kini karena setelah itu tiada lagi senyuman manis yang dapat ditatap dari bibir gadis yang amat dicintainya itu. Perginya Nini karena menghadap panggilan Ilahi setelah menderita penyakit kangker otak turut membawa cintanya. Waktu itu dia menganggap cintanya hanya untuk Nini dan tiada gadis lain yang akan dapat mengembalikan perasaan cintanya kembali. Namun, pertemuannya dengan Syaza yang mirip wajah Nini mengubah segalanya. (Maafkan Abang, Nini. Abang tidak dapat menolak perasaan Abang yang telah jatuh cinta pada gadis yang mirip wajahnya denganmu itu).


* * * * *


"Apa perasaanmu kerja dengan bos yang bergaya seperti Arif itu ? Kamu tidak terpikat ?" Pertanyaan Najwan memecah kesunyian yang berlegar di dalam mobil yang sedang disetir kencang itu.

__ADS_1


Syaza yang terdiam sambil memerhatikan pemandangan di luar, ketawa dengan tiba-tiba. Lucu rasanya pertanyaan si Naj ini ! Dia menoleh ke arah Najwan yang sedang menyetir di sebelahnya. Pria itu hanya berwajah datar.


"Kamu ini luculah, tak ada pertanyaan lain ya untuk ditanyakan ? Kamu kira aku ini seperti Aliah atau teman-teman wanitamu yang berderet itu ya ? Pantang lihat pria tampan sedikit sudah tergoda," Syaza mengelaknya.


"Eleh ! Hatimu juga tidak sekeras batu, langsung tidak ada sedikitpun perasaan terhadap pria."


"Kamu kan sudah lama kenal denganku, Naj. Sepanjang persahabatan kita ada tidak aku keluar dengan pria selain kamu dan Daniel ? Tak ada, kan ?"


Najwan hanya mengangguk perlahan. Memang benar kata-kata Syaza itu. Selama mereka bersahabat, tidak pernah sekalipun dia mendengar cerita Syaza tentang taman prianya. Kalau keluar pun selalu dengan dia ataupun Daniel atau pun ketiganya mereka keluar bersama. Najwan tersenyum sendiri mengenang pertemuan pertama kalinya dengan gadis itu kira-kira dua tahun lalu.


"Hoi ! Matamu buta ya ? Saya sudah tunggu dari tadi mau parkir di sini, kenapa kamu ambil tempat parkir saya ?" Najwan yang baru keluar dari mobil terkejut dengan jeritan suara seorang perempuan di belakang mobilnya. Dia menoleh lalu terlihat olehnya seorang pria memakai kacamata sedang berjalan cepat ke arahnya.


"Hei, tolong keluarkan mobilmu dari sini. Saya sudah tunggu dari tadi, kenapa kamu seenaknya saja masuk. Kamu ini tidak punya manners ya ?" Syaza bersuara kesal. Dia memandang pria yang berdiri di hadapannya itu yang terheran-heran memandangnya. Hatinya panas karena pria itu telah 'merampas' tempat parkir mobilnya. Sudah hari ini pertama dia melaporkan diri di tempat kerja baru sesduah dua bulan dia mengirimkan lamarannya, tapi begini pula jadinya.

__ADS_1


"Aku lihat tempat parkir mobil ini kosong, terus aku masuk sajalah. Kamu harus ingat siapa cepat dia dapat. Dan satu lagi aku tak lihat namamu ada tertulis di tempat parkir ini. Maaf ya... Sampai jumpa lain waktu !"


Syaza melirik tajam ke arah pria itu yang berjalan meninggalkannya dengan seenaknya. Dia kembali masuk ke dalam mobilnya menyetir perlahan mencari tempat parkir yang kosong. Lega hatinya ketika melihat ada satu tempat parkir mobil yang kosong selang dua buah mobil dari tempat parkir mobil yang diributkannya dengan pria yang tidak beradap itu.


Dia berjalan cepat menuju ke bangunan kantor sebelas tingkat itu. Matanya melirik jam di pergelangan tangannya. Nasib baik belum pukul sembilan. Syaza memerhatikan ramai pekerja sedang berdiri di depan pintu lift itu. Tiba-tiba dia melihat pria yang mengambil tempat parkir mobilnya tadi turut berdara di situ. Dia cepat-cepat menyelip di celah-celah pekerja yang ramai itu untuk berdiri di barisan depan sekali supaya tidak terlepas lift untuk naik ke atas.


Syaza meloloskan dirinya memasuki lift yang terbuka itu secepat kilat. Dia melihat ramai pekerja berebut untuk menempatkan diri mereka dalam lift termasuk pria tadi. Dan tiba-tiba lift itu berbunyi kuat menandakan kelebihan muatan. Semua yang berada di dalam lift memandang ke arah pria yang terakhir mmemasuki lift itu. Syaza melihat pria itu terpaksa melangkah keluar. Dia yang berdiri di tepi dinding lift segera melongok sambil menjerit kecil ke arah pria itu yang memandangnya dengan pandangan terkejut.


"Saudara, siapa cepat dia dapat ! Maaf ya... Sampai jumpa lain waktu !"


Najwan memelototkan matanya dengan jeritan gadis tomboi yang disangkanya pria itu. Dia tidak sempat membalas kata-kata gadis itu karena pintu lift tertutup cepat. Najwan tiba-tiba ketawa mengingat perbuatannya dan gadis itu. Tidak sangka gadis itu mengenakannya kembali. Tapi dia geran memikirkan bagaimana gadis itu bisa berada di dalam lift dengan begitu cepat.


*FLASHBACK OFF

__ADS_1


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri !" Najwan tersadar dari lamunannya apabila lengannya ditepuk perlahan oleh Syaza. Syaza memandangnya dengan pandangan yang penuh tanda tanya. Najwan kembali menyunggingkan senyumannya.


"Sebenarnya, aku teringat kembali waktu kita awal-awal ketemu dulu. Lucu rasanya !" Ucap Najwan dengan senyuman yang masih terukir di bibir.


__ADS_2