
"aku cuma tahu dari Aliah, Syaza ada masalah keluarga. aku pun tidak sempat bertemu dia sebab dia langsung mengundurkan diri waktu aku perjalanan dinas ke Palembang."
Najwan hanya mengangguk tanda faham akan penjelasan Daniel. tidak disangka dalam dua bulan terakhir, berbagai macam hal telah terjadi.
"aku merasa sepi sejak dia berhenti kerja. aku pernah mencoba hubungi dia, tapi panggilanku tak dijawab, hanya suara operator yang terdengar. tega sekali dia tak menghubungi kita selama dua bulan dia pulang kampung. cuma waktu hari ulang tahunku Minggu kemarin, aku menerima kiriman hadiah dari dia, tapi cuma itu saja... dan sampai sekarang tidak ada satupun telepon dari dia," kata Daniel sambil menyuap nasi Padang ke dalam mulutnya. wajahnya berubah muram setelah menuturkan kata-kata itu.
"kata-katamu ini seperti orang yang ditinggalkan kekasih saja ? kau ada rasa pada si gadis tomboi itu ?" tanya Najwan walaupun hatinya terbesit suatu perasaan aneh ketika mengetahui Syaza ada mengirimkan hadiah pada pria di hadapannya itu.
(cemburukah aku ? oh, tak mungkin ! aku tak pernah menyimpan perasaan cinta padanya). Fikirannya Coba menolak dugaan itu.
__ADS_1
"kalau aku katakan bahawa aku sudah jatuh cinta pada dia, tentu kau rasa lucu, kan ? sebab mesti kau fikir masa iya aku bisa terpikat gadis tomboi macam Syaza, padahal aku bisa mendapat gadis yang lebih cantik dari dia. tapi itulah kenyataannya. aku merasa sangat kecewa karena kehilangan dia. sebenarnya, aku berencana akan meluahkan perasaanku padanya setelah aku pulang dari Palembang, tapi semua itu sudah terlambat rupanya."
Najwan menelan ludahnya. Dia tidak menyangka wanita tomboi yang dinikahinya tanpa rasa cinta itu telah disukai dan cintai oleh Daniel, teman baiknya. Anehnya kehidupan. kalau dibandingkan antara dia dengan Daniel, rasanya pria itu lebih tampan dan bergaya dari dia, tapi mengapa Syaza yang dicintainya ?
"Daniel, aku tak merasa lucu cuma aku heran apa istimewanya Syaza yang tomboi itu sampai kau sudah seperti orang yang galau tingkat dewa ini ? kau kan bisa dapat gadis yang lebih cantik daripada dia. bisakah kau jelaskan padaku ?"
"Entahlah, Naj... sejak setahun belakangan ini, aku merasa semakin dekat dengannya. seperti ada suatu ikatan yang kuat. walaupun dia tomboi tapi keikhlasan hatinya menepiskan semua sifat kasar dan keras hatinya. kau teman baik dia juga, tentu kau pun tahu semua itu."
(Daniel, kasihannya kau. Mencintai wanita yang telah menjadi milik orang lain. Dan orang yang telah memiliki cinta hatimu itu adalah aku, sahabatmu sendiri. kalau saja kau tahu...) hati Najwan berbisik.
__ADS_1
#sore hari... (kampung Syaza)
Angin petang yang bertiup sepoi-sepoi menyuruh dirinya untuk duduk di atas panggok dibawah pohon rambutan yang rindang. Fikirannya melayang mengingat nasib dirinya. Sudah hampir 6 bulan dia menghabiskan kehidupannya di kampung. Hubungannya dengan teman-temannya di Jakarta terputus begitu saja. Dia menahan hati untuk menghubungi mereka setelah ponselnya hilang waktu tasnya dicuri waktu dia sibuk membeli barang keperluan rumah. Kesehatan umi yang sudah berangsur membaik membuat hatinya lega. Entah mengapa belakangan ini datang keinginannya untuk kembali bekerja. Namun, berat rasa hati untuk menyatakan hasratnya itu pada umi.
Syaza meneliti iklan pekerjaan yang tertulis di surat kabar harian itu.
"Jabatan pegawai administrasi di Hotel Impian ini juga bagus. Aku coba melamar dululah... Siapa tahu ada rezeki, aku dapat kerjaan ini," dia berkata sendiri.
Hajah Hawa hanya memerhatikan anak tunggalnya itu yang sedang membaca koran dari balik jendela rumah.
__ADS_1
(Kasihan anakku ini, sudah di usia remajanya mengalami penderitaan, malah sekarang penderitann tidak pernah pergi jauh darinya). Dia dan suaminya sadar apa yang dialami oleh Syaza itu karena ulah mereka sendiri.