
"Laa... Daniel, kau belum tau ya ? Pantas saja seperti orang yang punya kerjaan saja tunggu si Syaz itu, rupa-rupanya kau masih tak tahu berita terkini ?"
Daniel heran dengan kata-kata gadis itu.
(Apa berita terkini yang aku belum tahu ? Apa kaitannya dengan Syaza ?) Hatinya bertanya-tanya.
"Apa yang kau bicarakan nih, Aliah ? Aku sudah confuse nih. Berita terkini apa yang aku belum tahu ?" Tanya Daniel sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Daniel, pacarmu sudah berhenti kerja. Syaz sudah mengantarkan surat pengunduran diri hari Jum'at kemarin. Sekarang dia sudah tidak bekerja di kantor ini lagi," jelas Aliah sambil menyusun file-file yang akan dibawa oleh Ny. Maznah untuk pertemuan nanti.
Bagi aliah, tindakan syaza yang berhenti kerja secara mendadak, membuat dia sangat kesal. Karena tindakan wanita itu, beban kerjanya kini bertambah. Di samping tugasnya sebagai administrasi, dia juga terpaksa merangkap jabatan asisten pribadi sementara menggantikan syaza.
__ADS_1
Daniel merasa jantungnya seakan-akan berhenti tiba-tiba. Benarkah kata Aliah atau itu semua candaan yang dilakukan gadis itu karna April moody ?
(Eh, sekarang bukan bulan April, tapi sudah Juni). Daniel langsung bangun memeriksa laci meja syaza untuk memastikan barang-barang wanita itu masih ada. Namun, hanya file-file kosong dan peralatan kantor yang ada disitu. Dia bersandar lemas pada kursi bekas tempat duduk syaza. Hilang mood ceria yang ada dalam dirinya seketika itu.
Daniel meraup mukanya secara kasar. Dia ingin memberi kejutan kepada syaza pagi itu tapi dia tidak menyangka wanita itu lebih dulu memberi kejutan padanya.
(Syaz, mengundurkan diri ? Apa sudah terjadi sesuatu padanya ?) Daniel bertanya dalam hati lantas segera masuk ke ruangannya. Dia ingin menelfon Syaza untuk mengetahui semua yang terjadi dan dia ingin mengetahui dari mulut wanita itu sendiri. Mengapa syaza pergi tanpa menunggu kepulangannya. Tidakkah syaza tahu betapa akrabnya hubungan mereka selama ini dan sekarang wanita itu pergi tanpa mengucapkan perpisahan ?
(Syaz, jawablah panggilanku ini. Jangan kau siksa jiwaku dengan kebisuanmu itu. Teganya kau, Syaz !)
Daniel bersandar pada kursi sambil memejamkan mata. Matanya tiba-tiba tertuju pada kalender kecil yang terletak di atas meja. Besok, ulang tahunnya akan memasuki di usia ke 24 tahun. Biasanya dia selalu menunggu setiap kejutan yang akan dilakukan oleh Najwan dan Syaza.
__ADS_1
(Ah, cepatnya waktu berlalu !) Dia masih ingat party ulang tahunnya tahun kemarin yang dirayakan meriah bersama teman-teman baiknya itu di club karaoke favorit mereka di puncak. Masih terbayang di matanya betapa gembiranya dia dan syaza duet bersama menyanyikan lagu >pertemuan< dari Rhoma irama dan Rita Sugiarto itu.
"Syaz, aku merindukanmu, sayang ! Ada lagikah kejutan yang akan terjadi padaku tahun ini ?"
Syaza sudah pergi meninggalkannya dan sekarang persahabatannya dengan Najwan pun makin renggang karena tiadaan Syaza. Kalau dulu selalu Syaza yang selalu mengajak mereka berkumpul bertiga, tapi kini sejak Syaza pergi, Najwan tidak pernah menghubunginya.
Banyak teman kerjanya yang menegur perubahan sikapnya sejak ketiadaan Syaza. Entah mengapa dari sekian banyak gadis yang pernah dikenalnya, wanita berdarah Melayu yang tomboi itu yang berjaya mencuri perhatiannya.
Tapi seperti kata abangnya, Norman, waktu mereka bertemu dua Minggu lalu, cinta itu sesuatu yang universal. Cinta itu buta. Banyak orang yang jatuh cinta karena cantik/tampan wajahnya, harta benda atau baik budinya seseorang. Mungkinkah dia sudah jatuh cinta pada Syaza karena kejujuran dan keikhlasan hati wanita itu ?
Matanya melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan hampir pukul 1 siang. Baginya satu lagi waktu siang hari yang selama dua bulan ini yang begitu membosankan sejak Syaza tidak ada. Dia berfikir sejenak. Pantaskah dia menelpon Nelly, teman baru yang dikenalnya waktu mereka bertemu di rapat penandatanganan kontrak kerja sama antara Prima Holdings Company dengan kantor Globar Transport milik keluarga wanita itu.
__ADS_1