Cinta Syaza

Cinta Syaza
Episode 36


__ADS_3

"Nita, sebentar lagi aku mau pulang kampung, kamu jaga diri baik-baik ya ! Ada apa-apa kamu mau pesan ?" Syaza bertanya lembut ketika melihat gadis itu berdiri di depan pintu kamar sambil terheran-heran memandangnya.


"Tak adalah, Syaza. Saya tidak mau. Jangan lupa sampaikan salamku pada keluargamu khususnya umi. Hati-hati di perjalanan. Selamat jalan," ucap Anita lalu melangkah kembali ke kasur untuk menyambung kembali tidurnya yang terganggu karena Syaza tadi.


Syaza hanya nyengir mendengar kata-kata Anita. Matanya melihat sahabatnya itu menarik kembali selimutnya dan sebentarbsaja sudah hanyut dalam lelapnya. Kakinya melangkah ke dapur untuk mencari makanan yang bisa dimakan untuk mengganjal perut.


Bunyi WhatsApp yang diterima melalui ponselnya mengejutkan Syaza. Dia mengambil telepon lalu membaca chat yang di kirim kepadanya itu.


[Moga selamat dalam perjalanan. Jangan lupakan aku kalau sampai di kampung nanti ! Aku akan merindukanmu !]


Syaza tersenyum setelah membaca ayat yang tertera pada layar ponselnya. (Ini lagi satu orang pria yang semakin aneh sikapnya terhadapku sejak belakangan ini. Seperti orang mabuk cinta saja. sebentar cemberut, sebentar gembira. Kalau aku tak perhatikan jadi marah, tapi kalau di tanggapi bukan main senangnya sampai asyik mau dekat denganku saja. Pria... Pria... Susah sekali mau fahami apa yang ada dalam pikiran mereka) hati Syaza mengeluh. Tidak lama kemudian, ponselnya berbunyi.


"Halo, Naj ! Kau sudah ada dibawah ? Okelah, tunggu 5 menit. Sebentar lagi aku turun."

__ADS_1


Dengan membawa sebuah tas baju, Syaza bergegas keluar dari rumah dan berjalan cepat menuju ke lift untuk turun ke tingkat bawah.


Syaza tersenyum ketika melihat Nurain, Tetangga setingkat dengannya itu turut sama memasuki lift itu sambil membawa seorang anak perempuan yang sepertinya anak dari wanita itu yang berusia setahun lebih muda darinya. Dan bersamanya juga ada seorang pria yang Syaza kenali sebagai suami Nurain.


"Syaza mau pulang kampung ya bawa tas besar ini ?" Sapa Nurain sambil tersenyum manis. Dia meletakkan anaknya ke bawah sambil mengelus perutnya yang sedikit menonjol. Syaza hanya mengangguk. Dia segan untuk bersuara ketika suami Nurain asyik meliriknya dari tadi. Heran sepertinya melihat istrinya yang begitu lembut penampilannya bertegur sapa dengan gadis tomboi. Syaza menebak sendiri ketika melihat reaksi pria itu.


Setelah itu mereka hanya berdiam diri hingga lift itu sampai ke tingkat bawah. Syaza hanya melambaikan tangan pada Nurain sebelum melangkah cepat meninggalkan pasangan itu.


Najwan tersentak dari perhatiannya yang sedang menatap berita yang tersiar dalam kabar The Star itu ketika mendengar ketukan pada kaca mobilnya. Dia nyengir sambil tangannya cepat menekan tombol central lock untuk membuka kunci pintu mobil.


"Syaz, kamu kelihatan bagus hari ini !" Kata Najwan setelah mobil yang disetirnya itu sudah sampai jalan tol. Dia merasa kecantikan Syaza terpancar sedikit hari ini dengan pakaian yang dipakainya.


"Makasih untuk pujiannya. Aku pengen membelikanmu sarapan setelah ini !" Kata Syaza sambil memandang Najwan yang tersenyum tipis.

__ADS_1


"Syaz, pujianku ini ikhlas. Memang kau terlihat manis dan imut sekarang. Tapi kalau kau mau traktir aku sarapan juga apa salahnya. Kebetulan aku belum makan apapun." Syaza hanya memiringkan bibirnya mendengar kata-kata Najwan.


Sepanjang perjalanan itu mereka hanya bicara sedikit. Sesekali Syaza melihat Najwan menguap sedikit. (Kasihan... Mengantuk sepertinya sebab pagi-pagi sudah harus menyetir jauh) tebak hati Syaza.


"Naj, kalau kau rasa mengantuk, kita bisa berhenti di rest area sebentar atau biar aku menyetir dulu. Tak baik kau menyetir dalam keadaan seperti ini," Syaza berkata lembut.


Najwan hanya menggelengkan kepalanya. Dia rasa masih mampu untuk menyetir sampai saat ini.


"Syaz, tak apa-apalah ! Kalau kita mau berhenti juga tunggu sampai ke rest area. Kita sarapan disitu juga."


Syaza menganggukkan kepalanya menyetujui rencana Najwan. Dia menebak hampir 1 jam lagi mereka akan sampai di rest area.


Syaza sedikit menyanyi mengikuti lagu 'Dua insan' yang kedengaran di radio dalam kendaraan itu. Dia begitu asyik dengan nyanyiannya tanpa menyadari Najwan yang sesekali melirik sambil tersenyum.

__ADS_1


Najwan yang pada awalnya hanya mendengar akhirnya ikut menyanyi setelah melihat Syaza begitu asyik mengikuti lagu itu.


__ADS_2