
#keesokan harinya...
Najwan melangkah keluar dari mobilnya lalu melangkah memasuki lift yang kebetulan terbuka ketika dia sampai disitu. Kalau tidak karena kantor pengadilan tempat kerjanya itu menjadi kantor yang mengurusi undang-undang Prima Holdings, dia sebenarnya malas untuk ke kantor tersebut. Kejadian dua bulan lalu masih membekas di hatinya. Tamparan wanita itu masih terasa perih di pipinya. Walau bagaimanapun, hatinya sudah puas sekarang karena sudah membuat gadis itu menderita.
"Selamat pagi, Aliah. Bisakah saya bertemu Ny. Maznah ?" Tanya Najwan sambil mengukirkan senyuman pada gadis itu. Dulu dia mengetahui dari Syaza kalau gadis di depannya ini menyimpan perasaan padanya tapi takut untuk meluahkan Katika mereka bertemu secara berhadapan.
"Sebentar ya, Tuan Najwan." Najwan duduk di sofa yang terletak di ruang tunggu. Kalau dulu dia akan langsung masuk ke dalam kantor menemui Syaza, sementara menunggu untuk bertemu Ny. Maznah, tapi sekarang dia sedang mencoba untuk menghindari dari bertemu dengannya.
Daniel yang sedang berjalan ke arah kantin tidak sengaja melihat Najwan yang sedang duduk di ruang tunggu. Langkah kakinya diatur menuju ke arah sahabat yang sudah dua bulan tidak ditemuinya itu.
"Hai, Naj ! Lama tak bertemu ? Apa kabarmu sekarang ?" Sapa Daniel sambil menepuk bahu Najwan, menyebabkan sahabatnya itu terkejut.
__ADS_1
"Sehat ! Lain kali Salam dulu, ini main tepuk saja," Najwan berkata sambil sedikit ketawa.
"Aku akan memberi salam padamu pada suatu hari nanti, tapi sekarang ini hanya hallo dan hai saja yang aku dapat ucapkan," jelas Daniel sambil tertawa.
"Apakah pada saat itu aku masih hidup atau tidak, tidak ada yang tahu."
Daniel tersenyum penuh makna.
"Najwan, sudah lama kita tidak pergi makan sama-sama, kan ? Rasa-rasanya sudah dua bulan lebih kita tidak bertemu. Siang nanti aku traktir kau makan di restoran seberang jalan itu. Apa kau ada waktu ?"
"Dulu kita happy saja ketika pergi bertiga. Kalau kau, Syaza dan aku ada waktu luang, kita mesti janjian untuk pergi makan siang bersama atau pergi main bowling sesekali. Tapi sekarang aku rasa semuanya sudah berubah."
__ADS_1
"Hei, kawan ! Kalau aku tak bisa ikut, kawanmu yang tomboi itu kan ada untuk menemanimu," usik Najwan sambil sedikit ketawa. Matanya melihat raut wajah Daniel yang tiba-tiba berubah.
"Kau ketinggalan berita, Naj ? Teman baik kita itu sudah dua bulan berhenti kerja. Dia sudah pulang kampung."
Najwan terkejut setelah mendengar cerita yang keluar dari mulut Daniel. Dia terdiam seketika karena kejutan itu.
"Daniel, kita ketemu di restoran Padang seberang jalan waktu makan siang nanti," ucapnya sebelum berjalan menuju ke ruangan Ny. Maznah. Melihat reaksi Daniel yang tiba-tiba muram, dia bisa merasakan kalau sahabatnya itu masih bersedih karena kepergian Syaza.
Waktu melintasi meja tempat kerja Syaza bekerja dulu, hatinya tiba-tiba terusik. Kalau dulu disitulah dia selalu bergurau atau mengusik wanita itu. Tapi, sekarang meja itu kosong tidak ada pemiliknya.
(Ah, kenapa aku malah mengingat wanita yang telah menghancurkan kehidupanku itu ! Biarlah dia dengan hidupnya... Apa peduliku !) Kata hati Najwan.
__ADS_1
#Siang hari (rumah makan Padang)
"Daniel, pada sebabnya Syaza berhenti kerja secara tiba-tiba ? apa dia punya masalah ?" Najwan berpura-pura tanya waktu mereka sedang menikmati makan siang bersama.