Cinta Syaza

Cinta Syaza
Episode 55


__ADS_3

Fikirannya terganggu ketika terdengar pintu ruangannya diketuk. Aliah terlihat di depan pintu sambil tersenyum. Di tangan gadis itu ada sebuah kotak kecil yang di bungkus tapi dan indah.


(Hadiah untuk aku kah ? Tapi dari siapa ? Gadis cerewet ini ? Tidak mungkin...) Dia dan Aliah selalu berdebat dan saling mengejek.


"Hadiah itu untuk aku, Aliah ? Dari siapa ? Kalau kau yang ngasih, terimakasih sajalah dan kau bisa ambil kembali hadiah itu !" Ucap Daniel datar. Matanya melirik wajah gadis itu yang sudah berubah ekspresi wajahnya.


"E... Maaf, Daniel... Kau kira aku ini sangat murah hati sampai mau sedekah barang padamu. Kege'eran ! Ngabisin duit make-up ku saja ! Sebenarnya aku juga tidak tau hadiah ini dari siapa. Kau lihat saja sendiri... Aku keluar dulu," kata Aliah lalu pergi.


"Daniel, hati-hati ! Jangan-jangan di dalamnya ada ulat atau katak, serbuk antraks ? Atau bisa jadi bom ! Berdoa saja dulu sebelum buka. Semoga sukses !" Jeritan kecil Aliah di luar ruangannya membuat dia tersenyum sendiri.


Daniel terpaku memandang hadiah di depan matanya. Perasaannya berdebar-debar ketika ingin membuka balutan kotak itu.

__ADS_1


(Siapakah pengirim hadiah ini ? Tidak mungkin dari mommy. Setahuku mommy akan pulang ke Jakarta untuk merayakan ulangtahunku setiap tahun sambil menyerahkan sendiri hadiah padaku. Kop surat pada kotak itu menandakan pengirimnya dari Bandung. Siapakah dia ? Mingkinkah..." Daniel bertanya-tanya.


Dengan segera Daniel membuka bungkusan kotak yang dibalut cantik itu dan akhirnya dia terpaku melihat sebuah jam tangan bermerk JH terletak cantik di dalamnya. Daniel meneliti sampul surat yang terselip cantik. Selembar kertas ditarik dari dalam sampul itu. Dia terkejut melihat apa yang tertulis di dalamnya.


[Untuk sahabatku yang tersayang,]


[Maafkan aku karena tidak bisa merayakan ulang tahunmu bersama-sama tahun ini.


Aku harap kau bersedia menerima pemberianku ini. Semoga kau bahagia dalam meniti kehidupan. Aku harap jam ini akan mengingatkanmu padaku, sahabatmu yang nakal ini yang sama-sama berbagi kesenangan dan kesedihan (adakah kesedihan sepanjang persahabatan kita ini ?) Daniel, aku harap semoga jam ini akan senantiasa bersamamu.


NB:jangan marah padaku karena tidak mengucapkan kata perpisahan, sebab bagiku kata perpisahan itu akan memisahkan kita untuk selama-lamanya. Semoga kita bertemu kembali nanti.

__ADS_1


Syaza]


Daniel menyeka air mata yang tergenang di kelopak matanya. Dia tidak menyangka Syaza masih ingat persahabatan mereka dan Sudi memberi hadiah ulangtahun seperti yang pernah dia minta secara gurauan dari wanita itu.


"Syaz, aku merasa kecewa yang teramat karena kehilanganmu tanpa kabar berita," Daniel merintih sayu.


Dia menyimpan kembali kartu istimewa itu di dalam begnya. Dilepasnya jam yang dipakai selama ini lalu menggantinya dengan jam pemberian dari insan yang begitu istimewa dalam hatinya itu. Jam yang sudah melekat pada pergelangan tangannya itu dicium lembut.


"Terimakasih, sayangku ! Semoga kita akan bertemu pada suatu hari nanti. Seperti aku yang menunggu berdetiknya jarum jam pemberianmu ini setiap saat, sama halnya aku menunggu kehadiranmu kembali dalam hidupku. Jika ditakdirkan kita bertemu kembali, dirimu tidak akan kulepaskan lagi," kata Daniel penuh yakin.


Daniel mengambil ponselnya lalu berjalan keluar dari kantor tersebut. Dia tidak tau mengapa selera makannya tiba-tiba datang. Pilihannya tentu saja Kedai Selera Kampung yang dikunjunginya bersama Syaza waktu mereka keluar makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2