Cinta Syaza

Cinta Syaza
Episode 34


__ADS_3

Sedang dia menunduk menulis jadwal pertemuan Tuan Arif untuk besok, telinganya disapa oleh suara-suara pria yang sedang ketawa. Sepertinya ada hal yang sangat lucu sehingga begitu menyenangkan suara mereka ketawa. Hatinya bertanya-tanya sendiri sambil tangannya masih tetap menulis. Dia malas mencari tahu semua itu karena perlu menyiapkan segera kerjanya sebelum jam makan siang.


"Amboi, rajin sekali kelihatannya asisten kita ini ! Tak lihat kiri kanan. Sudah masuk waktu istirahat siang pun masih menghadap kerja. Tak lama lagi bisa naik pangkat. Kau hati-hati sedikit, Daniel... Entah tak lama lagi dia akan ambil alih jabatanmu juga." Kata-kata sinsidan dari Najwan mengingatkan Syaza dari tindakannya. Dia mendongakkan wajahnya memandang pria yang berdiri di depan mejanya itu. Syaza mengomel sendiri sambil memandang Daniel dan Najwan yang nyengir-nyengir seperti kerang busuk.


"Naj, kalau dia ambil alih jabatanku... Rasanya terpaksa aku gulung tikar pulang Australia. Menggembala kambing biri-biri punya kakekku," balas Daniel. Dia merasa Syaza tersenyum sinis padanya dan Najwan.


"Setelah itu kalo kita kembali bertemu dengannya, bau badan dia pasti seperti bau kambing, ya kan Naj ? kasian ! Mukanya saja yang tampan tapi bau badan seperti kambing," Syaza kembali menyindir.


Daniel memelototkan matanya yang sayu itu pada Syaza. Najwan yang berada di sisinya memegang perut menahan tawa yang hampir meletus dari mulutnya.


Karena lucu melihat aksi Daniel yang menahan marah dan gelagat Najwan yang menahan geli di hati, Syaza akhirnya menghamburkan tawanya di hadapan dua pria itu.

__ADS_1


"Sudah masuk waktu makan siang nih, mari kita pergi makan bersama-sama. Hari ini kita makan kari kambing di restoran mamang seberang jalan sana itu ! Oke ?" Syaza bersuara sinis setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


"Aku setuju dengan rencanamu itu, Syaz. Bagaimana dengan tauke kambing biri-biri kita ini ? Mau ikut tidak ?" Tanya Najwan menepuk bahu Daniel.


Daniel hanya membuat muka datar sambil mengganggukkan kepala. Dia malas melayani usikan teman-temannya itu karena memang antara mereka selalu bersenda gurau begitu.


Siang hari itu mereka bertiga makan di restoran mamang bersama-sama


"Oii, Daniel ! Kita baru dua tiga kali menyuap nasi, kau sudah menghabiskan kari kambing ini ? Balas dendam ya ?"


Pertanyaan sinis dari Najwan tidak dihiraukan oleh Daniel.

__ADS_1


"Ho'ohlah, Daniel... Teganya kau tak tinggalkan berang sedikitpun untuk kita berdua. Kau itu ada darah tinggi, nanti kalau darah kau naik sampai ke otak. Bahaya tau ! Sakit stok siapapun juga tak mau," ujar Syaza sbil menutup mulutnya menahan geli dihati.


Daniel tangan sedang meneguk air surup lemon tiba-tiba tersedak menxenhar kata-kata Syaza. (Kapan aku punya darah tinggi. darah campuran baru ada). Matanya memandang gadis itu yang menutup mulut menahan tawa. Najwan yang duduk di sebelahnya memandangnya meminta penjelasan.


"Daniel, masa masih muda kau sudah punya penyakit itu ? Kalau kau punya penyakit itu, kenapa kau makan juga daging kambing tadi ?" Soal Najwan tidak percaya.


Daniel yang hanya mendiamkan diri dari tadi hanya tersenyum kecil melihat gelagat Najwan yang bertanya-tanya melihat aksi Syaza yang ketawa lucu.


"Naj, sebenarnya aku tak punya darah tinggi. Yang ada orang itu cuma buat gosip saja. Dia sakit hati karena aku menghabiskan kari kambing tadi. Tapi, kalau darah cmouran, aku memang ada !" Kata Daniel sambil melirik tajam ke arah Syaza yang masih ketawa.


Akhirnya, Najwan turut ketawa kelucuan setelah memahami perkara yang sebenarnya. Dia merasa semua mata di restoran itu memandang ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2