Cinta Syaza

Cinta Syaza
Episode 8


__ADS_3

Syaza melangkah ke lift, diikuti oleh Daniel yang masih tertawa. Syaza harus merapatkan dirinya ke tubuh Daniel karena kerumunan orang di lift. Dia bisa merasakan nafas pria itu di telinganya. Dia merasa tidak nyaman dengan situasi itu. (Menurutnya, apa yang pria itu pikirkan tentang keadaan mereka ?) Syaza menahan hatinya selama beberapa menit. Dia enggan mengangkat wajahnya untuk menatap Daniel. Begitu pintu lift terbuka, Syaza segera mengatur dirinya keluar dari lift. Langkah kakinya diatur untuk langsung menuju temoat parkir mobil. Suara Daniel yang memanggilnya diabaikan. Dia ingin segera meninggalkan tempat itu.


Daniel mengikuti Syaza yang meninggalkannya. Terkejut dia dengan suasana hati gadis itu hari ini, selalu berubah dalam seperti cuaca kadang panas dan kadang hujan.


"Syaz, apa kamu baik-baik saja ? Aku merasa kamu seperti lain ketika di dalam lift ?" Tanya Daniel ingin memastikan. Syaza ragu-ragu untuk memberi tahu pria itu tentang perasaannya tentang insiden di lift.


"Aku ... aku tidak suka apa yang terjadi di lift," Syaza berbicara dengan ragu-ragu dengan nada lambat. Wajahnya menunduk dari ketika Daniel memandangnya. Dia merasa tidak enak pada pria itu. Wajahnya sudah merah karena malu.


"Aku tidak mengerti apa yang ingin kamu katakan. Bisakah kamu jelaskan padaku !" Daniel berbisik di samping telinga Syaza. Sekarang dia bisa mencari tahu apa yang mengganggu pikirannya. Syaza terkejut dengan tindakan Daniel. Dia berbalik ke arah pria yang berdiri sangat dekat dengannya. Namun, Daniel hanya menatapnya dengan wajah biasa.

__ADS_1


"Malaslah aku mau memberitahumu tentang itu.aku ingin pulang dulu, lalu pergi bermain skuasy." Syaza menekan alarm pada kunci mobil dan membuka pintu mobil, tapi dia terkejut ketika tindakan Daniel yang menghentikannya.


"Kenapa ini ? Aku sudah terlambat, kamu tahu ?" Syaza mulai marah. Daniel masih berdiri di depan pintu mobilnya dengan renungannya yang tajam.


"Syaz, aku tahu kamu tidak suka apa yang terjadi di lift, kan ? Itu bukan apa-apa !Bukannya aku memelukmu," Matanya tertuju pada wajah masam Syaza.


Daniel merasa lucu dengan perilaku gadis itu. Melihat Syaza berjuang untuk menyingkirkan tubuhnya, perasaan belas kasihan muncul. Dia memindahkan tubuhnya menjauh dari mobil gadis itu.


"Syaz, aku ingin pergi bersamamu untuk bermain skuasy, boleh ?" Tanya Daniel ketika dia melihat Syaza menyalakan mesin. Dia tahu gadis itu tidak terlalu marah padanya sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu bisa ikut tetapi dengan satu syarat," kata Syaza setelah menurunkan kaca jendela mobilnya. Dia memperhatikan ekspresi terkejut Daniel setelah dia mengucapkan kata-katanya.


"Aik ! kenapa ingin bermain skuasy juga harus pakai syarat ?"


"Syaratnya mudah saja, hanya saja malam ini saya merasa malas untuk nyetir. Kau jemput aku ke rumahku jam delapan tepat ! Setuju ?" Syaza tersenyum simpul sambil menunggu Daniel berpikir.


"Oke, aku setuju. Aku akan menjemputmu jam delapan. Kamu tidak boleh terlambat, oke ?"


"Tentu ! Oke, aku akan pulang. Sampai jumpa !" Syaza melambaikan tangannya dan mempercepat mobilnya meninggalkannya. Daniel menggelengkan kepalanya pada perilaku gadis itu. Arif hanya menonton dari kejauhan antara Syaza dan Daniel. Entah bagaimana hatinya sakit melihat semua itu. Syaza lebih terlihat menikmati bersenda gurau dengan pria itu daripada dengan dia. "Mereka saling mencintai ? Tapi, tidak mungkin ! Gadis kasar sepefti itu, kenapa Daniel bisa jatuh cinta padanya ? "Arif bertanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2