
Nampak seorang pria yang menggendong gadis melangkah cepat, "dokter tolong nona saya dokter" ucap Pak Anton yang langsung membawa Lavanya ke rumah sakit yang sering didatangi oleh keluarga Lavanya.
"Ada apa ini pak Anton? " ucap Dokter Risma.
"LAVANYA!!!" ucap Dokter Risma shock melihat Lavanya tak sadarkan diri.
Dokter Risma adalah dokter yang dikhususkan untuk merawat Lavanya.
"Cepat bawa dia ke ruang pemeriksaan! " ucap dokter Risma.
Pak Anton langsung menaruh tubuh mungil Lavanya di bangker pasien.
"Pak Anton tunggu disini saja biar saya yang menangani Lavanya" ucap Dokter Risma.
Pak Anton nampak panik, dia pun segara menghubungi nyonya Nesha.
"Halo Anton? ada apa? " tanya Nesha di seberang.
"Begini nyonya, nona mimisan dan tidak sadarkan diri, sekarang saya telah membawa nona ke rumah sakit" ucap Pak Anton.
DUARR
Bagaikan disambar petir, "PAH PAPAAA" teriak Nesha.
__ADS_1
"Ada apa mah, kenapa teriak-teriak" ucap Veri.
Veri yang baru datang dari kota XXX tadi pagi dan dia memilih untuk beristirahat di rumah.
"Pahh Yaya!, putri kita di rumah sakit pah" ucap Nesha panik.
Veri nampak shock, Veri dan Nesha langsung melajukan mobil ke rumah sakit.
......................
"Anton dimana putri saya" ucap Veri yang baru datang bersama Nesha langsung menghampiri pak Anton yang sedang duduk di tempat tunggu.
"Nona ada di dalam tuan" ucap pak Anton.
"Yaya gak kenapa-kenapa kan?" tanya Nesha.
CEKLEK
Dokter Risma nampak keluar dari ruangan itu, "Risma bagaimana keadaan Yaya" ucap Nesha panik.
"Dia dehidrasi berat,, dan itu membuat tubuhnya semakin melemah. Dan kalian,, aku sudah pernah bilang Lavanya imunnya sangatlah lemah dan aku meminta kalian untuk lebih memperhatikan dia" ucap Dokter Risma marah.
“Hiks hiks Yaya putriku, tapi dia tidak kenapa-kenapa kan Ris" ucap Nesha, dia merasa gagal menjaga putrinya.
__ADS_1
"Lavanya dia Koma" ucap Dokter Risma sedih.
"APA!? " ucapa Veri meninggikan Nadanya.
"Aku bilang Lavanya koma bodoh,, ini kesalahan kalian yang tidak becus menjaganya!!" ucap Dokter Risma geram.
Veri dan Nesha nampak lesu dan sedih, mereka sudah sangat menjaga putri mereka itu, dari makanan yang dimakan Lavanya dan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat yang membuat Lavanya kelelahan.
Kini Nesha sedang menemani putringa itu, "sayang ayo bangun jangan buat mama khawatir gini hiks" ucap Nesha.
"Sebenarnya Yaya sakit apa Risma?" tanya Veri.
"Aku juga tidak bisa memprediksi, tapi dilihat dari gejalanya mungkin saja... " ucap Dokter Risma nampak ragu untuk mengatakannya.
"Tolonh katakan Ris, aku akan melakukan apa saja agar putriku bisa sembuh" ucap Veri.
"Aku tidak bisa memastikan, kita juga harus melakukan pengecekkan agar hasilnya lebih akurat" ucap Dokter Risma.
Dokter Risma sudah menganggap Lavanya seperti putrinya sendiri, gadis kecil yang selalu menampilkan senyumannya pada semua orang itu kini tengah terbaring tak berdaya, itu membuat hati dokter Risma menjadi sesak. Dokter Risma tau apa yang dirasakan Lavanya saat penyakitnya kabuh, tetapi Lavanya selalu berusaha menyembunyikannya dari semua orang, dia akan mengatakan kalau dia baik-baik saja. Dokter Risma sempat heran biasanya anak kecil saat sakit akan menangis tapi berbeda dengan Lavanya, dia malah tersenyum.
"Cepat sembuh yaa tuan putri" ucap Dokter Risma.
"Makasi Ris selama ini kamu yang selalu merawat Yaya" ucap Nesha.
__ADS_1
"Kamu tak perlu sungkan, aku sudah menganggap Yaya seperti anakku sendiri" ucap Dokter Risma.
NEXT