
"Kenapa bisa mah? " tanya Aciel, setaunya Veri adalah pebinis handal.
"Manager keuangannya malakukan korupsi dan itu membuat perusahaan om Veri merugi besar" ucap Tiara.
"Terus bagaimana dengan manager bre**sk itu mah" ucap Aciel geram.
"Dia sudah ditangkap tapi sayangnya uang om Veri tidak bisa kembali karena uang itu sudah habis digunakan oleh orang bre***k itu" ucap Tiara yang juga marah.
"Kalau begitu kita bantu om Veri mah, kita juga bisa berinvestasi di perusahaannya om Veri" ucap Aciel.
"Mama udah menawarkan, tapi katanya kalau bener-bener tidak bisa ditangani baru om Veri meminta bantuan kita, jadi untuk sekarang kita pantau saja dulu, dan untuk masalah ini sebaiknya Yaya gak usah tau" ucap Tiara panjang lebar.
"Iya mah" jawab Aciel.
Aciel pun kembali ke kamarnya, dia masih melihat Lavanya yang masih tertidur nyenyak dalam mimpinya.
"Lo kalo tidur gini lucu juga yahh" Ucap Aciel yang duduk dipinggiran kasur sambil menatap Lavanya.
Aciel pun merasa gerah dia segera ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan disaat itu Lavanya terbangun karena merasa kerongkongannya kering.
"Haus sekali" gumannya yang baru saja bangun.
__ADS_1
Dia masih tampak bingung mengapa dia bisa ada di kasur, "tunggu Yaya tidur di badnya El? " ucapnya yang tampak tak percaya.
"Apa El yang mindahin Yaya? " gumannya lagi, karena seingatnya tadi dia tidur di meja Aciel.
Lavanya pun tersenyum sumeriah, tangannya meraba-raba kasur Aciel.
"Kasur El sangat empuk, kalo nanti Yaya nikah sama El pasti Yaya bakal tidur di kasur empuk ini setiap hari" gumannya.
CEKLEKK
Pintu kamar mandi terbuka, Aciel keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Lavanya yang melihat itu mulutnya sedikit terbuka, dia terkagum melihat pria tampan yang bak pangeran itu. "air liur lo udah mau keluar tuh" ucap Aciel membuyarkan Lavanya.
"Udah puas lo tidur di kasur gue? " tanya Aciel sedikit terlihat kesal.
"Ahh maaf El, Yaya juga gak tau kenapa Yaya bisa tidur di kasur El" ucap Lavanya yang nampak panik.
"El ada mindahin Yaya? " tanya Lavanya polos, Aciel gelagapan mendengar pertanyaan Lavanya.
"Mana mungkin gue mindahin lo, gak sudi gue gendong lo" ucap Aciel.
__ADS_1
Lavanya nampak sedih, "iyaa benar mana mungkin El mau mindahin Yaya, mungkin Yaya tidur sambil jalan" ucap Lavanya.
Aciel yang melihat raut wajah sedih Lavanya hatinya tercubit, dan sesegara mungkin dia menepis rasa aneh itu.
"Sampai kapan lo bakal diem di kasur gue? " tanya Aciel kini.
"Maaf.. " ucap Lavanya yang langsung turun walau kakinya terasa berat untuk melangkah turun.
"Hari ini lo seharusnya bersyukur karena gue gak hukum lo karena berani tidur di kasur gue" ucap Aciel berlalu ke ruang ganti.
"Iya benar,, setidaknya El gak bentak Yaya" ucap Lavanya kembali tersenyum.
Aciel pun keluar dari ruang ganti, dia kira Lavanya telah pergi namun gadis itu duduk cantik di sofa.
"El.. udah selesai? " tanya Lavanya.
"Kenapa lo masih disini? " tanya Aciel.
"Ahhh itu kita turun sama-sama aja, tadi juga mama udah minta Yaya buat barengan sama El" ucap Lavanya.
Aciel dan Yaya pun menuruni tangga, dia melihat Tiara dan bik Mina yang menyiapkan makan malam.
__ADS_1
NEXT