
"Kenapa harus Yaya yang pergi, seharusnya wanita murahan itu yang pergi" ucap Lavanya.
PLAKK
Aciel menampar gadis malang itu, "pergi atau gue panggil tugas keamanan buat nyeret lo keluar" ucap Aciel geram.
Lavanya masih memegangi pipinya yang memerah, "El... " ucap Lavanya lirih.
"Kamu gak apa-apa kan? " tanya Aciel pada Evelyn.
"Aku gak papa kok Ciel" ucap Evelyn, hal itu membuat Lavanya semakin cemburu, dia pun berlalu pergi walau hatinya menolak untuk meninggalkan mereka berdua. Namun dia tidak mau membuat Aciel semakin marah.
"El,, apa El menyukai Evelyn? apakah Yaya sama sekali gak ada di hati El? " guman Lavanya.
......................
Jam menunjukkan pukul 11:37 pm, Lavanya masih menunggu Aciel pulang. Hujan pun turun dengan deras, suara petir terdengar sangat jelas.
"Non sebaiknya tidur saja" ucap bik Mina.
"Enggak bik, Yaya mau nungguin El" ucap Lavanya, dia ingin meminta maaf atas masalah tadi siang karena membuat Aciel marah.
"Tapi non... " ucap bik Mina terpotong karena terdengar suara deruman mobil datang.
Lavanya pun langsung menuju ke arah pintu namun langkahnya terhenti, dia melihat Aciel datang bersama Evelyn.
__ADS_1
"Kenapa Evelyn kesini?! " ucap Lavanya ketus.
"Dia akan tinggal disini" jawab Aciel datar.
"Tidak! Yaya gak suka Evelyn tinggal disini" ucap Lavanya.
"Emang lo siapa? ini rumah gue terserah gue mau bawa siapapun" ucap Aciel enteng tanpa memperdulikan perasaan Lavanya.
"El sebaiknya aku mencari kost'an saja" ucap Evelyn.
"Ini sudah malam, lebih baik kamu tidur disini dulu" ucap Aciel.
"Bik tolong bawa Evelyn ke kamar tamu" ucap Aciel.
"Baik tuan muda, mari nona Evelyn" ucap bik Mina.
Aciel pun ingin pergi namun dicegat oleh Lavanya, "apa!? " tanya Aciel ketus.
"El kenapa El bawa Evelyn kesini, Yaya gak suka Evelyn ada disini" ucap Lavanya lirih.
"Apa gue harus jawab pertanyaan lo? " ucap Aciel balik bertanya, Aciel menghempas genggaman tangan Lavanya dan berlalu pergi meninggalkan gadis itu.
Lavanya memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, "kenapa sesakit ini El? kapan El bakal liat Yaya? " ucap Lavanya.
Lavanya pun segera menuju kemarnya dia segera meminum obat yang secara rutin dia minum tiap hari.
__ADS_1
Lavanya pun mengambil buku diary kesayangannya yang diberikan oleh papanya dulu.
...Flashback On...
"Sayang ini untuk kamu" ucap Veri pada putri kecilnya itu.
"Ini apa pah?" tanya Lavanya.
"Ini buku kecil untuk putri kesayangan Papa, kalo Lavanya merasa sedih senang, Yaya bisa menceritakan semuanya ke dalam buku ini" ucap Veri sambil mengelus puncak kepala Lavanya.
Veri pun mengambil buku itu, dia menulis sesuatu ke dalam buku.
Untuk putriku terncinta Lavanya Indira Permata,,
Veri pun memberikan buku itu kembali pada Lavanya.
"Terima kasih Pah, Yaya sayang Papa" ucap Lavanya sambil memeluk tubuhnya ayahnya.
...Flashback Of...
"Pah... Yaya kangen sama papa sama mama" ucap Lavanya, dia sekuat tenaga menahan air matanya untuk tak keluar.
Sekarang hanya Aciel yang membuat Lavanya kuat untuk bertahan hidup karena kedua orang tuanya telah tiada, namun Aciel sama sekali tak pernah menganggapnya ada lalu apa alasannya untuk bertahan hidup.
"Tidak, Yaya gak bakal nyerah! Yaya gak bakal kalah dari Evelyn" ucap Lavanya.
__ADS_1
NEXT