Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 48. Aciel Pulang


__ADS_3

Kini semua pekerjaan Aciel sudah selesai, dia akan kembali.


"Ciel apa kita tidak tinggal beberapa hari lagi disini?" tawar Evelyn, dia ingin tinggal bersama Aciel berdua lebih lama sehingga dia bisa menaklukan hati Aciel.


"Tidak bisa, kita harus pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus ditangani" ucap Aciel datar.


"Ohhh" ucap Evelyn karena tidak memiliki alasan lagi untuk menahan mereka tetap tinggal disana.


......................


Lavanya pun menunggu Aciel di ruang tamu, dia terus melihat ke arah jam.


"Kenapa waktunya sangat lama sihh" gerutunya kesal.


BRUMMM


Suara mobil Aciel datang, Lavanya yang mendengar itu langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar.


"El....." ucap Lavanya seperti anak kecil yang ditinggal sangat lama.


Lavanya pun bergelayut di lengan Aciel, "akhirnya El pulang juga, Yaya kesepian di rumah gak ada El" ucap Lavanya manja.


"Hemm" jawab Aciel.

__ADS_1


"Lepasin tangan kamu, aku ingin istirahat" ucap Aciel tanpa dia sadar dia telah menggunakan kata aku kamu pada Lavanya.


Lavanya yang menyadari itu sangat gembira, "apakah El butuh sesuatu atau bantuan? Atau El penggel-penggel? nanti biar Yaya bantu pijit" ucap Lavanya antusias.


"Tidak usah, cukup jangan mengganggu istirahatku saja" ucap Aciel langsung berlalu ke kamar.


"Dasar El beruang kutub" gerutu Lavanya yang masih bisa di dengar oleh Aciel.


"Bukankah itu yang kamu suka" guman Aciel sambil tersenyum tipis nyaris tak terlihat.


Lavanya pun tidak menyerah, dia membuatkan teh hangat untuk Aciel dan mengatarkan beberapa cemilan yang sering di makan oleh Aciel.


Tok Tok Tok


Aciel yang nampak keluar dari kamar mandi dengan hanya handuk yang melingakari pinggangnya menampilkan body perfectnya itu langsung menuju pintu.


"Apa!? " tanya Aciel.


Lavanya yang melihat Aciel tidak memakai pakian dan hanya memakai handuk pada pinggangnya, membuat pipinya memerah. Aciel yang melihat itu rasanya ingin menggoda gadis itu namun dia tidak mempunyai keberanian karena gengsinya yang terlalu tinggi.


"Ini Yaya bawain teh anget sama Cemilan kesukaannya El" ucap Lavanya.


"Taruh disana" ucap Aciel dan setelahnya dia menuju ke ruang ganti.

__ADS_1


Lavanya menaruh nampan itu diatas meja, dia tidak langsung keluar dia malah duduk di sofa sambil menunggu Acielnya berpakaian.


Aciel keluar dengan pakaian casual yang membuat dia terlihat begitu tampan, Lavanya yang melihat itu seakan tak dapat mengalihkan pandangannya dari Aciel.


"Apa sudah puas memandangiku? " tanya Aciel yang mebuat Lavanya tersadar.


"Tatapanmu seakan ingin memakanku" lanjut Aciel.


"Kalo boleh sihhh" bales Lavanya


Aciel pun hanya diam tak menanggapi jawaban Lavanya karena dia merasa jantungnya berdebar lebih cepat.


"**** apa ini apakah aku sakit jantung" guman Aciel sangat kecil sehingga tak di dengar oleh Lavanya.


"El bagaimana tentang proyek di kota A, apakah berjalan lancar?" tanya Lavanya basa-basi.


"Hemm semuanya berjalan dengan baik" jawab Aciel sambil meminum teh yang di bawa Lavanya tadi.


"Ohh, terus bagaimana tempat tidur disana? apakah nyaman? terus El memesan beberpa kamar? " ucap Lavanya yang sebenarnya memastikan Aciel tidak satu kamar dengan Evelyn.


Aciel yang mendengar pertanyaan Lavanya mengerti maksud dari gadis itu, "apakah dia berpikir aku tidur satu kamar dengan Evelyn" guman Aciel.


"Untuk apa kau bertanya tentang itu? " ucap Aciel balik bertanya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2