Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 29. Berusaha Menjadi Baik


__ADS_3

Setalah kejadian itu, Lavanya sangat berusaha untuk berubah walau kadang-kadang dia berpikir apa yang harus di rubah dari dirinya. Dia tidak sepintar Evelyn tapi saat dia memaksakan untuk belajar dan mengerti maka dia akan merasakan sakit kepala yang luar biasa, saat pelajaran di dalam kelas pun dia tidak tau apa yang dijelaskan oleh guru, itu membuat dia mendapat pringkat terakhir di kelas. Dan saat ini pun dia lagi di hukum berdiri di depan kelas oleh guru karena tidak bisa mengerjakan soal.


"Lavanya sebenarnya kamu itu mau sekolah atau mau pacaran? " tanya bu Guru.


"Yaya mau belajar kok bu" ucap Lavanya.


"Nilai kamu semua anjlok Lavanya, apa kamu tidak pernah belajar atau saat saya menjelaskan kamu lain-lain" ucap bu guru geram.


"Maaf buk itu Yaya udah berusaha tapi kepala Yaya sakit" ucap Lavanya.


"Jangan membuat alasan kamu, sekarang ibuk hukum kamu membersihkan toilet" ucap bu guru.


Dan Lavanya pun berakhir membersihkan kamar mandi lagi, orang tuanya tidak pernah tau karena Lavanya selalu menceritakan bahwa dia baik-baik saja di sekolah, pernah orang tuanya di panggil karena nilai Lavanya sangat rendah tapi orang tuanya tidak terlalu menuntut putri mereka itu agar mendapat nilai tinggi.


"El lagi apa ya? kalau Yaya jadi orang pinter apa El akan suka sama Yaya ya? " gumannya sambil membersihkan toilet.


Lavanya pun akhirnya berusaha belajar lebih keras lagi untuk menjadi pintar bahkan dia belajar sampai malam, orang tuanya yang melihat itu sangat khawatir karena kondisi fisik Yaya yang sangat lemah.

__ADS_1


......................


"Sayang kamu jangan terlalu memaksakan diri" ucap Nesha duduk di samping putrinya.


"Gak kok ma, malah Yaya suka. Yaya pengen jadi pinter biat bisa banggain mama sama papa" ucap Lavanya.


"Papa udah bangga sama Yaya" ucap Veri di depan pintu kamar Lavanya.


"Papa" ucap Lavanya.


*papa cuma pengen Yaya sembuh. Papa gak perduli dengan nilai Yaya atau apapun itu* batin Veri sambil mengelus puncak kepala Lavanya.


"Benar sayang, kami sangat bangga sama Yaya. Mama sama Papa bahagia banget punya Yaya" ucap Nesha.


"Makasi mah pah, kalian orang tua terbaik buat Yaya" ucap Lavanya sambil memeluk kedua orang tuanya.


"Sekarang Yaya tidur yah udah malem" lanjut Nesha.

__ADS_1


Lavanya pun menganggukkan kelapanya, dia pun berbaring di atas kasur.


"Selamat tidur tuan putri" ucap Nesha mengecup kening Lavanya.


"Selamat malam mah pah" balas Lavanya.


"Mimpi indah ya sayang" balas Veri mematikan lampu kamar dan menyisakan lampu yang berada di pinggiran tempat tidur, sehingga pencahayan tidak terlalu terang.


Lavanya pun memejamkan matanya, tapi sebelum itu dia sejenak berpikir.


"Lo itu jelek mana mungkin Aciel suka sama lo, sebaiknya lo belajar dandan dulu deh baru ngejar Aciel" ucap teman sekelas Lavanya, Lavanya pun mengingat perkataan gadis itu.


"Apa Aciel suka kalo Yaya dandan yaa, tapi kan Yaya gak bisa make up. Gak apa Yaya bakal belajar" ucap Lavanya dan segera menuju alam mimpinya.


Keesokan harinya seperti biasa Lavanya akan sarapan bersama orang tuanya dan berangkat ke sekolah.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2