Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 49. Menggoda Gadis Pecemburu


__ADS_3

"Gak apa-apa Yaya cuma mastiin aja kalo El gak tidur bareng sama Evelyn" ucap Lavanya keceplosan.


"Dasar mulut kurang ajar" guman Lavanya sambil menepuk-nepuk bibirnya.


Aciel yang melihat itu tersenyum tipis, "jika iya memangnya ada masalah? " ucap Aciel yang sengaja menggoda Lavanya.


Lavanya pun langsung menatap Aciel tak percaya "mana boleh seorang pria dan wanita tidur bersama" ucap Lavanya.


"Kenapa tidak boleh" ucap Aciel, dia sangat senang dan gemas melihat tingkah lucu Lavanya.


"Ya tidak bolehlahh, itu sangat berbahaya" ucap Lavanya menggebu-gebu.


"Apalagi El tunangannya Yaya, jadi gak boleh sama cewek lain" lanjut Lavanya, Aciel pun akhirnya tak bisa menahan tawanya, dia tertawa lepas dan itu membuat Lavanya heran namun juga bahagia karena dia bisa melihat Aciel tertawa seperti itu.


“Kamu sangat lucu, terus apa yang kita lakukan sekarang di kamar berduan, kamu bilang seorang pria dan wanita yang berada di satu kamar sangat berbahaya lalu kita sekarang berada di satu kamar" ucap Aciel panjang lebar.


Lavanya yang mendengarnya hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, benar yang dikatakan Aciel, "tapi itu beda, El kan tunangannya Yaya" ucap Lavanya tak mau kalah.

__ADS_1


"Ohhh begitukah" ucap Aciel sambil mendekat ke arah Lavanya, hal itu membuat Lavanya sangat gugup.


"Kenapa wajahmu memerah? apa kau menginginkan sesuatu terjadi? " ucap Aciel ambigu.


"Ituu... itu.. Yaaa.. " ucap Lavanya terhenti.


Cup


Aciel mengecup bibir Lavanya, membuat mata gadis itu membulat sempurna.


Aciel menyeringai dia langsung bangkit menjauhi Lavanya, "tidurlah ini sudah malam" ucap Aciel.


"Ahh iya benar sudah malam, Yaya ke kamar dulu yaa El, selamat malam mimpi indah" ucap Lavanya dan terburu-buru keluar dari kamar Aciel sambil memegang bibirnya.


Lavanya pun masih memegang dadanya merasakan jatungnya seakan mau copot, dia langsung menubrukkan tubuhnya ke kasur, di berguling ke kanan dan ke kiri.


"Aaaa apakah ini mimpi?, El tadi aaaaa" ucap Lavanya berteriak histeris seperti orang keserupan bahkan suaranya sampai hingga kamar Aciel yang terletak berseberangan dengan kamarnya.

__ADS_1


"Hahaha apa El udah suka sama Yaya yaaa... " ucap gadis itu setalah berteriak sekarang malah tertawa.


"Bibir El lembut banget, huhuhu kan jadi pengen lagi" lanjutnya.


Sementara Aciel di kamar seberang tersenyum geli mendengar ucapan Lavanya, "dasar gadis bodoh" ucap Aciel sambil tersenyum.


Entah mengapa hatinya terasa ringan saat ini, seperti beban yang dia rasa mulai memudar. "apa aku menyukai gadis bodoh itu? " ucap Aciel yang masih bertanya-tanya.


"Dia sama sekali bukan type ku tapi mengapa dia bisa membuat aku merasa emosional saat melihatnya, wajah bodohnya itu selalu terlintas dalam pikiranku, mungkin aku menyukainya, yaa mungkin aku menyukainya sedikit" guman Aciel.


Aciel tidak pernah menyadari perasaannya pada Lavanya, gadis itu selalu bisa mempermaikan moodnya, selama ini dia tidak pernah terpengaruh oleh apapun tapi setiap bersama Lavanya dia seperti menjadi pribadi yang lain. Lavanya gadis yang ceria dan pantang menyerah itu akhirnya bisa meluluhkan si kutub Utara.


"Okay aku tidak akan menyangkal perasaan ini lagi, semua juga menjadi lebih jelas saat aku mengakui perasaanku sendiri, walau egoku masih menyangkalnya" guman Aciel.


Dia memegang dadanya yang berdebar cepat, dia kembali mengingat apa terjadi tadi, "bibir itu manis juga" ucap Aciel.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2