
Nampak gadis cantik kini yang terbaring lemah, banyak alat medis yang digunakannya untuk bertahan hidup.
"Yaya... kenapa kamu gak pernah bilang sama aku kalau kamu sakit? kenapa kamu nyembunyiin segalanya dari aku Yaya... apa aku gak pantes tau? yaaa aku salah... aku gak pernah nanya bagaimana keadaan kamu" ucap Aciel memandangi Lavanya yang masih setia pada tidurnya.
"Kamu harus sembuh, kamu pasti bisa! aku yakin kamu gadis yang kuat... bukannya kamu udah janji sama aku waktu di pantai itu! kamu akan selalu disamping aku apapun yang terjadi... jadi aku mohon bertahanlah" ucap Aciel lagi, matanya sudah sangat memerah karena dia tidak bisa menahan tangisannya.
Biarlah orang mengatakan bahwa dia lelaki lemah karena menangis tapi hatinya benar-benar pedih, "Please bangun... aku gak mau kehilangan kamu... aku sayang sama kamu... sayang banget... aku cinta sama kamu... bukankah itu yang selama ini pengen kamu denger... kamu menang aku sudah jatuh, sejatuh-jatuhnya dalam pesona kamu... jadi aku mohon sadarlah... " ucap Aciel lirih.
Sementara dokter Risma dan berserta dokter lainnya sedang mengadakan pertemuan, apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan Lavanya. Sangat sulit bagi mereka karena mereka sendiri belum tau jenis apa atau penyakit apa yang diderita gadis malang itu.
Tiara pun yang sedang sibuk di kota XXX kembali ke ibu kota karena mendengar Lavanya masuk rumah sakit, dia segara menuju rumah sakit setelah sampai.
"Yaya dimana? " tanya Tiara yang baru datang kepada Mark dan Leon yang berjaga di luar ruangan rawat Lavanya hanya Aciel yang berdiam di dalam.
"Vanya ada di dalen tante" ucap Leon.
__ADS_1
"Dia gak papa kan? " ucap Tiara panik dan kawatir.
Mark dan Leon hanya saling pandang, meraka tidak tau harus mengatakan apa pada Tiara.
"Tidak usah dijawab! aku sudah tau hiks" ucap Tiara kini dengan tangisan.
"Tante yang sabar, kita yakin Vanya pasti baik-baik aja tan... " ucap Mark lirih.
"Hiks kalian tidak tau!!! Yayaku dia sangat lemah hiks... aku meminta kalian menjaganya dengan hati-hati tapi kalian" ucap Tiara dengan marah dan air mata yang terus mengalir.
CEKLEKK
Aciel menampakkan diri, Tiara yang melihat Aciel kembali naik darah. Dia menghampiri Aciel.
PLAKK
__ADS_1
Tamparan mengenai pipi putih Aciel, "dasar anak tak berguna!!! pasti ini gara-gara kamu kan!?? mama udah bilang jagain Yaya baik-baik hiks" bantak Tiara, sementara Aciel dia hanya memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan.
Aciel sama sekali tak bersuara saat Tiara terus memarahinya, dia tau jika dirinyalah yang membuat penyakit Lavanya kambuh bahkan dia juga sangat membanci dirinya sendiri karena ketidak becusannya dalam menjaga Lavanya.
"Tante udah, udah Tante ini rumah sakit" ucap Mark dan Leon memegangi Tiara.
"Biarkan aku memukul anak nakal ini,, lepas" ucap Tiara.
"Maafin Aciel mah.. Aciel gagal" ucap Aciel kini dengan derai air mata.
"Maaf kamu sama sekali gak berguna, Yaya juga belum sadar... " ucap Tiara parau dan luruh ke lantai.
Aciel yang melihat itu segera memeluk Tiara, "gak usah!! " ucap Tiara
"Mama kecewa sama kamu Aciel" ucap Tiara bangkit, dia pun menuju ruangan dimana Lavanya berada.
__ADS_1
NEXT