
"Sayang,, papa sama mama bakal pergi jauh,, Yaya harus janji untuk hidup bahagia dan bisa melawan penyakit Yaya" ucap Nesha.
"Yaya mau ikut,, Yaya gak mau ditinggal mama sama papa" ucap Lavanya sedih.
"Belom saatnya sayang,, suatu saat kita bakal berkumpul lagi" ucap Veri.
Veri dan Nesha pun menuju ke arah cahaya yang begitu terang meninggalkan Lavanya sendirian, Lavanya seakan tak bisa menggapai kedua orang tuanya itu.
"Maa paaa jangan tinggalin Yaya" teriak Lavanya.
CEKLEKK...
"Sayang kamu mimpi buruk? " ucap Tiara yang datang kerena mendengarkan teriakan Lavanya dari arah kamar, ternyata Lavanya sedang bermimpi buruk.
“Mah,, Yaya mimpi mama sama papa ninggalin Yaya sendiri" ucap Lavanya.
Tiara pun mendekat ke arah Lavanya dan memeluk gadis itu, "tidak akan terjadi apa-apa sayang,," ucap Tiara menenangkan Lavanya.
......................
Mereka pun kini telah sampai di kota XXX dan langsung menuju rumah sakit tempat orang tua Lavanya di rawat.
"Dok bagaimana keadaan pasien dok?" tanya Tiara pada dokter yang menangani Veri dan Nesha.
Dokter hanya bisa memasang wajah sedih, "saya akan melakukan yang terbaik" hanya itu jawaban dari sang dokter.
__ADS_1
"Mah, papa sama mama gak bakal kenapa-kenapa kan mah? " tanya Lavanya pada Tiara.
"Enggak sayang kamu yang tenang dulu yaa" ucap Mama Tiara.
"Dokter apa saya boleh melihat orang tua saya? " tanya Lavanya pada dokter dan dokter pun mengizinkan mereka untuk melihat pasien.
Veri dan Nesha di tempatkan di ruangan yang sama, mereka berdua ditempatkan bersebelahan.
"Mah pahh" ucap Lavanya lirih.
Lavanya rasanya ingin sekali menangis namun dia menahan sekuat tenaga, Lavanya pun menghampiri kedua orang tuanya itu yang terbaring lemah, banyak terdapat luka di tubuh mereka.
Lavanya pun menggenggam tangan kedua orang tuanya, "mah pah jangan tinggalin Yaya yahh" ucapnya.
"Kamu yang sabar ya sayang,, kita berdoa semoga orang tua kamu cepat sembuh" ucap Tiara sambil menepuk pelan bahu Lavanya.
Jari tangan Nesha tiba-tiba bergerak, "Yaya sayang.. " ucap Nesha lirih.
"Mama! " ucap Lavanya.
"Nes kamu udah sadar syukurlah" ucap Tiara lega.
"Mah,, mama cepet sembuh yaa" ucap Lavanya sedih.
"Sayang jangan nangis nanti kalo mama gak ada kamu jangan cengeng yaa" ucap Nesha yang terdengar sulit berbicara.
__ADS_1
"Kok mama ngomong gitu sihh mama bakal selalu sama Yaya" ucap Lavanya.
"Raa, jaga anak aku yaa,, aku udah gak kuat... " ucap Nesha.
"Nes kamu ngomong apa sihh,, kamu gak boleh gini kasihan Yaya" ucap Tiara.
"Aciel, jagain anak tante yaa,, dia sebernya anak yang manis kok,, dan dia juga sangat menyukai kamu" ucap Nesha beralih menatap Aciel.
"Saya pasti jagain Lavanya kok tante" ucap Aciel.
Nesha pun terlihat lega, dan Nesha pun menutup mata, alat pendeteksi jatung itu memperlihatkan bahwa detak jantung Nesha telah berhenti.
Titttt titttt
"Nes,,, mahhhh,,, Tante... " ucap mereka berbarengan.
Lavanya nampak syok akan kepergian mamanya itu, dunianya seakan runtuh sekelibat kenangan dimana dia dan kedua orang tuanya bermunculan.
"Sayang kamu yang tabah yaa" ucap Tiara karena dokter telah menyatakan bahwa Nesha sudah tiada.
Dan disaat itu juga papa Lavanya mengalami drop, dan juga menghembuskan nafas terakhirnya.
"Pah mahh kenapa tinggalin Yaya" guman Lavanya.
Aciel yang melihat Lavanya merasa iba, dia pun mendekat dan memeluk gadis itu.
__ADS_1
"Lo yang tenang yaa" ucap Aciel lembut, Lavanya pun membalas pelukan Aciel dengan sangat erat.
NEXT