
Hari semakin sore, suasana di pantai begitu terlihat indah. Aciel nampak duduk sendirian di pinggir pantai. Melihat itu Lavanya pun menghampirinya.
"El lagi liat sunset yaa" ucapnya sambil duduk di sebelah Aciel.
"Hemm" dehaman Aciel.
"Indah... yaa, Yaya juga suka liat sunset. El, Yaya tau kok El lagi kangen sama papa Aldo. El kalo ngerasa sedih El boleh cerita sama Yaya" ucap Lavanya tulus.
Aciel tersentuh mendengar ucapan Lavanya, "kenapa lo masih baik sama gue, padahal gue udah sering nyakitin lo? " ucap Aciel datar.
"El gak pernah nyakitin Yaya kok, tapi Yaya yang nyakitin diri Yaya sendiri. Yaya tau El gak suka sama Yaya tapi Yaya tetap berharap sama El. Jadi El gak salah tapi Yaya" ucap Lavanya.
Aciel tertegun mendengar ucapan Lavanya, "bukannya apa, tapi sebaiknya lo jangan berharap lagi sama gue" ucap Aciel.
"Apa El suka sama Evelyn? " tanya Lavanya.
"Gue gak tau begitu jelas tentang perasaan gue, tapi menurut gue dia gadis yang baik" jawab Aciel.
"Setidaknya El tidak bilang suka, jadi masih ada sedikit harapan" guman Lavanya bahagia.
__ADS_1
"El apa Yaya bener-bener gak ada harapan yaa? " tanya Lavanya.
Aciel hanya diam tak menanggapi pertanyaan Lavanya, dia masih bergulat dengan pemikiran dan perasaannya sendiri yang berlawanan.
"Gue gak tau masa depan" jawabnya kini sambil menatap manik mata Lavanya lekat.
"Gak ada yang tau masa depan, jalani yang sekarang saja" jawab Lavanya.
"El kalo suatu saat Yaya gak ada apakah El bakal nangis buat Yaya? " tanya Lavanya polos.
"Kenapa lo ngomong gitu,, emang lo mau mati. Kalo lo mati hidup gue pasti tenang damai" ucap Aciel yang hanya ingin bercanda namun Lavanya menggapnya serius karena dari raut wajah Aciel yang datar mengatakkannya.
"Tapi El tenang aja, Yaya gak bakal nyerah gitu aja kok. Yaya bakal bertahan untuk hidup. Yaya kan udah janji buat selalu ada di sisi El" ucap Lavanya akhirnya.
"El makasi yaa, hari ini El mau bicara panjang lebar sama Yaya" ucap Lavanya.
"Iya" jawab Aciel.
Sementara dari kejauhan Mama Tiara bersama Mark dan Leon hanya melihat interaksi Aciel dan Lavanya. Mereka tidak tau apa yang sedang dibicarakan, tapi Lavanya dan Aciel terlihat seperti pasangan.
__ADS_1
"Lihatlah, mereka sangat serasi" ucap Tiara bahagia.
"Iya sihh, tapi sayangnya Aciel gak suka sama Lavanya" guman Mark kecil.
Sedangkan Leon dia memandang heran, dia melihat tatapan Aciel yang berbeda pada Lavanya.
"Apa lo udah mulai suka sama Vanya bro" gumannya bertanya-tanya.
"Ya udah ayo kita balik ke tenda, jangan ada yang ganggu mereka lagi berduan" ucap Tiara sambil menarik kedua lengan laki-laki itu.
"Iya tante... " ucap mereka, sebenarnya mereka masih ingin mengintip tapi ya sudahlah Tiara sudah mengajak mereka balik.
BYUR BYUR
Suara ombak menemani dua insan yang seperti pasangan itu.
"El... El mau denger cerita Lavanya gak? " tanya Lavanya.
"Cerita aja" jawab Aciel.
__ADS_1
"El Yaya selalu bermimpi suatu saat nanti Yaya bakal menikah sama El, terus pernikahannya itu kayak princess sama pangeran gitu hehehe. Ada karpet merahnya terus El nunggu Yaya di altar. Setalah menikah Kita bulan madu di Canada, Yaya pengen banget liat Aurora sama El. Terus Yaya pengen punya anak kembar hehehe kalo bisa terus namanya itu gabungan dari namanya El sama Yaya. Vaciel untuk cowok kalo cewek Aciela" ucap Lavanya panjang lebar dan dia terlihat sangat bahagia.
NEXT