
Dokter Risma pun menghubungi sahabatnya Dokter Samuel atau sering disapa dengan sebutan Dokter Sam. Dia adalah ahli pengobatan tradisional dan sangat terkenal dengan kejeniusannya di mancan negara.
"Risma!" panggil Dokter Sam, setalah dihubungi oleh Dokter Risma dia langsung menuju ke Negara A.
"Sam, akhirnya kamu datang" ucap Dokter Risma.
"Aku akan antar kamu ke ruangan Lavanya" ucap Risma.
Sesampainya di ruangan Lavanya nampak disana Aciel yang sedang duduk disamping Lavanya, Aciel menjaga Lavanya dengan baik bahkan dia sama sekali tidak meninggalkan ruangan. Dan untuk makan Mark dan Leon yang membelikannya untuk Aciel.
Aciel yang menyadari kedatangan Dokter Risma dan Dokter Samuel segara bangkit dari duduknya.
"Kamu akan memeriksa Vanya, sebaiknya kamu menunggu di luar" ucap Risma pada Aciel.
"Baik dok, tolong sembuhkan Yaya" mohon Aciel.
"Kami akan melakukan yang terbaik" ucap Dokter Sam.
__ADS_1
Risma dan Samuel pun membawa Lavanya ke ruangan pengecekkan, dan untuk beberapa waktu mereka melakukan beberapa tes untuk mengetahui secara detail penyakit yang diderita Lavanya dan juga itu dibantu oleh obat-obatan tradisional yang dibawa oleh Samuel.
"Sepertinya gadis ini menderita penyakit langka" ucap Samuel.
"Apa kamu sudah mengetahuinya? " tanya Risma
"Iya kemungkinan dia menderita penyakit air mata membeku" ucap Samuel.
"Maksud kamu? " tanya Risma yang masih tidak mengerti
"Penyakit ini akan merambat ke otak membuat otak berhenti bekerja, dan ini sangat berbahaya namun aku sangat kagum dengan gadis ini dia mampu bertahan walau rasa sakit yang dia rasakan" ucap Samuel.
"Terus bagaimana Sam? apa Vanya bisa sembuh.... " ucap Risma memohon.
"Kamu tenang saja Ris,, aku akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan Vanya" ucap Samuel sambil menggenggam tangan Risma.
"Terima kasih Sam" ucap Risma dengan air matanya yang jatuh tanpa permisi.
__ADS_1
Dan setelah pengecekkan berakhir Lavanya pun kembali diwaba ke ruangan ICU.
Aciel pun menghampiri Dokter Risma dan Dokter Samuel, "bagaimana dok, penyakit apa yang di derita Yaya? " tanya Aciel dengan raut wajah khawatir.
Akhirnya Dokter Samuel mejelaskan semuanya kepada Aciel. Aciel nampak terpukul akan kenyataan itu, dia mengutuk dirinya sendiri karena pernah membuat Lavanya berpikir keras, kelelahan dan membuat air mata Lavanya sampai terjatuh hanya karena dirinya.
"Maafin aku Yaya, aku memang cowok br**sek" ucap Aciel sambil memukul tanganya ke dinding.
"Ciel lo apa-apain sih, lo gak boleh gini kalo sampek Lavanya liat lo begini dia juga bakal sedih bro" ucap Mark sambil memegangi Aciel agar tak menyakiti dirinya sendiri.
"Gue yang udah buat Yaya begini, seharusnya gw jagain dia, tapi apa? Gue selalu buat dia sakit hati dan lo tau pantangan dari penyakit Yaya adalah saat dia nangis, kalo sampek dia nangis otak dia bakal berhenti bekerja" ucap Aciel
Mark dan Leon tidak bisa berkata-kata bahkan mereka juga sering berkata kasar dan merendahkan Lavanya, kini mereka bertiga hanya bisa menyesal dengan semua yang pernah mereka lakukan kepada Lavanya.
"Tapi Ciel walaupun begitu, lo gak boleh nyakitin diri lo sendiri! Gue yakin Lavanya pun gak akan suka liat lo begini" ucap Leon.
NEXT
__ADS_1