Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 37. Mulai Luluh


__ADS_3

Aciel tersenyum tipis mendengar cerita Lavanya yang menurutnya sangat konyol itu.


"Apa udah sejauh itu lo berhayal" ucap Aciel terkekeh.


"Hehehe, Yaya selalu bermimpi untuk hidup bahagia bersama El" ucap Lavanya.


"Wahh liat El sunsetnya udah muncul" ucap Lavanya heboh sambil menujuk ke arah sunset.


Aciel pun tersenyum, "iyaa sangat indah" ucap Aciel.


Lavanya yang melihat senyum Aciel membuat jantungnya berdetak sangat cepat, baru pertama kalinya Aciel bisa tersenyum karenanya.


"El Yaya yakin pasti Yaya bisa luluhin hati El" guman Lavanya.


Hari sudah malam, mereka terlihat berkumpul melingkari api unggun yang telah dibuat tadi.


"Yaya sayang, kamu mau mama buatin apa, teh anget atau susu coklat panas? " tanya Tiara.


"Hehehe gak usah mah, Yaya minum air putih aja" ucap Lavanya menolak secara halus. Dia memang tidak diperbolehkan memakan makan manis, intinya setiap hari Lavanya makan makanan hambar.


"Ya udah mama ambilin air putih" ucap Tiara.

__ADS_1


Aciel sedari tadi menatap Lavanya, dia melihat Lavanya nampak masih kedinginan walau sudah berdiam di dekat api unggun. Dia pun menghampiri Lavanya dan memberikan jaketnya.


"Pakek ini biar lo gak kedinginan" ucap Aciel.


Lavanya pun terlihat sangat bahagia, Aciel peduli padanya, "Makasi El" ucapnya sambil tersenyum manis.


Sedangkan dua sejoli yang sedari tadi terus memperhatikan nampak terkujut, benarkah ini Aciel mungkin seperti itulah yang mereka pikirkan.


"Hemm" jawab Aciel.


Aciel pun kembali mengambil kayu bakar, agar apinya tidak padam.


"Bro gue liat-liat lo mulai luluh sama markonah" ucap Mark.


"Gak mungkin gue suka sama dia, gue cuma kasihan aja" telak Aciel yang membuat dua orang itu manggut-manggut dan tanpa mereka sadari ternyata Lavanya mendengar semua itu.


"Ohhh gitu toh" ucap Mark.


"Ya udah jauh-jauh kalian, gue mau ambil kayu bakar dulu" ucap Aciel datar.


"Hahaha sudah ku dugong kalo Aciel cuma kasihan aja sama Lavanya" ucap Mark.

__ADS_1


Namun Leon dia terlihat tidak percaya, dia tidak seperti Mark yang mudah dikibulin. Sangat jelas Aciel mulai menyukai Lavanya namun dia seperti menyangkal perasaannya itu.


"Gue harap lo gak nyesel bro" guman Leon.


Sedangkan Aciel dia semakin berperang dengan pemikirannya, "suka? mana mungkin gue suka cewek menyebalkan itu hahaha" guman Aciel.


Lavanya nampak murung di dalam tenda setelah mendengar pengakuan Aciel tadi, "ini airnya" ucap Mama Tiara.


"Yaya kenapa kok murung?" ucap Tiara.


"Gak kok mah,, Yaya cuma ngerasa ngantuk aja" elak Lavanya.


"Ohh begitu, kalo gitu kamu tidur aja biar mereka bertiga yang jaga di luar" ucap Tiara sambil menujuk tiga pria yang masih setia duduk di dekat api unggun, mereka nampak berbincang-bincang, entah apa yang mereka bicarakan.


"Yaya tidur duluan yaa mah" ucap Lavanya.


"Selamat malam sayang, sweet dream" ucap Tiara sambil mengecup puncak kepala Lavanya, dia pun berlalu keluar menghampiri Aciel dan kedua sahabatnya.


"Aciel kamu gak ngapa- ngapain calon mantu mama kan, kok dia keliatan sedih gitu" ucap Tiara penuh selidik.


"Aciel gak ada ngapa-ngapain Yaya kok mah" ucap Aciel tanpa dia sadar dia sudah menyebut nama Lavanya dan ini merupakan pemandangan pertama yang membuat tiga orang itu tecengang.

__ADS_1


"Kaliam kenapa? " tanya Aciel bingung karena dia merasa ditatap aneh oleh tiga orang itu.


NEXT


__ADS_2