
"El mau makan apa biar Yaya yang ambilin buat El" ucap Lavanya penuh semangat sambil menatap tajam ke arah Evelyn yang duduk di seberang meja dengannya.
"Gue bisa sendiri" ucap Aciel datar.
"Gak papa kok, biar Yaya bantu aja" ucap Lavanya sambil mengambil sup untuk Aciel tapi tangannya terpeleset sehingga sup itu pun tumpah, dan Evelyn terkena cipratannya.
"Auw" Evelyn merasa tangannya melepuh karena terkena sup yang masih panas.
"Lonbisa gak? gak buat masalah hahhh!! " bentak Aciel pada Lavanya.
"Kamu gak apa-apa Lyn? " tanya Aciel.
"Aku gak papa Ciel" ucap Evelyn.
Sementara Lavanya dia diam membisu sambil memegang tangannya yang juga terkena air sup yang panas itu. Aciel sama sekali tidak memperhatikan Lavanya yang juga terluka bahkan lebih dari Evelyn.
"Simi biar aku obatin" ucap Aciel menarik tangan Evelyn meninggalkan Lavanya sendiri di meja makan.
Melihat kepergian pria yang dia cintai dengan wanita lain membuat hati Lavanya seakan ditusuk ribuan jarum, rasanya ingin dia menangis berteriak, dia sangat lelah dengan semua perjuangannya yang tidak membuahkan hasil, karena Aciel masih saja tidak menyukainya.
__ADS_1
"Apa yang harus Yaya lakuin El, biar El suka sama Yaya. Yaya capek El" guma Lavanya lirih.
"Non Yaya sini biar bibik yang obatin tangan non" ucap bik Mina.
Bik Mina pun mengoleskan salep ke tangan Lavanya, "non jangan sedih yaa,, mungkin tuan lagi banyak masalah" ucap bik Mina yang berusaha menghibur Lavanya yang terlihat murung.
"Bik... apa Yaya gak pantes ya bik buat El? " tanya Lavanya lirih.
"Non Yaya adalah gadis yang baik, menurut bibik non Yaya sangat serasi dengan tuan muda Aciel" ucap bik Mina.
"Benarkah bik? " ucap Lavanya sambil tersenyum masam, karena pada kenyataannya Aciel selalu membencinya.
"Semoga aja ya bik, makasih ya bik udah mau obatin Yaya" ucap Lavanya sambil tersenyum tulus.
Setalah diobati oleh bik Mina, Lavanya pun langsung menuju ke tempat Aciel dan Evelyn. Lavanya melihat Aciel yang begitu cekatan mengobati tangan Evelyn, hal itu membuat Lavanya cemburu.
"El Yaya juga pengen perhatian dari El" guman Lavanya kecil.
Aciel yang melihat kehadiran Lavanya langsung berubah menjadi dingin, "ngapain lo kesini? mau buat onar lagi? " tanya Aciel.
__ADS_1
"Gak El, Yaya kesini mau minta maaf" ucap Lavanya lirih.
"Ohh baguslah kalau lu nyadar juga" ucap Aciel.
"Evelyn Yaya minta maaf" ucap Lavanya.
"Gak papa kok, aku juga gak papa" jawab Evelyn.
"Ayo kita berangkat kantor, udah mau telat" ucap Aciel sambil menggandeng Evelyn pergi meninggalkan Lavanya.
"El sakit... kenapa El gak pernah ngerti kalo Yaya sayang banget sama El" ucap Lavanya matanya mulai memerah, rasanya ingin sekali dia menangis, dadanya mulai sesak. Lavanya pun segera menuju ke kamarnya untuk minum obat.
“Mah pah,, Yaya kesepian. Yaya kangen kalian kenapa kalian gak ajak Yaya ikut pergi juga" ucap Lavanya lirih memandang photo dirinya bersama kedua orang tuanya.
"El juga gak menginginkan keberadaan Yaya, terus buat apa Yaya masih tetap hidup mah pah? " ucap Lavanya.
Hati gadis itu kini benar-benar rapuh, kecerian dan kekuatan hati yang pernah dia miliki seakan mengikis.
NEXT
__ADS_1