Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 60. Hati Untukmu


__ADS_3

Penyakit Lavanya hanya bisa disembuhkan oleh bunga embun salju dan juga Hati dari manusia.


“Aku siap memberikan hatiku pada Yaya” ucap Aciel pada Samuel dan Risma


“Tapi ini akan sangat berisiko” ucap Samuel


“Tidak apa, asal Yaya sembuh aku rela berkorban apapun walaupun nyawaku sendiri” ucap Aciel tegas


“Aku juga siap memberikan hatiku pada Lavanya” ucap Farel datang menengahi


“Tidak perlu, biar aku saja” ucap Aciel sambil menatap tajam Farel


“Baiklah, Aciel ikut aku” ucap Samuel


“Baik dok” ucap Aciel


Farel yang ingin mengikuti Aciel dan Samuel ditahan oleh Risma, “biarkan Aciel yang memberikan hatinya pada Vanya” ucap Risma


“Kenapa? Aku juga bisa memberikan hatiku pada Vanya” ucap Farel


“Lavanya dan Aciel saling mencintai, apakah kamu tidak pernah mendengar dua orang saling mencintai dengan satu hati yang sama” ucap Risma


“Tapi..” ucap Farel


“Farel dengarkan perkataan bibik, kamu pria yang baik dan masih banyak gadis- gadis yang bersedia menjadi pasangan kamu” ucap Risma

__ADS_1


“Contohnya seperti Denila, bukankah gadis itu sangat menyukai kamu” ucap Risma


Farel sudah mulai muak, dia tidak mau berdebat dengan Risma apalagi Risma adalah bibiknya yang selama ini selalu mengurus semua keperluannya disaat kedua orang tuanya bepisah.


“Dasar anak itu” ucap Risma yang ditinggalkan Farel tanpa berkata apa- apa


......................


Aciel memberikan hatinya untuk dijadikan obat oleh Lavanya. Aciel sempat tak sadarkan diri selama beberapa hari setelah pengambilan hatinya, namun setelah dia sadar dia langsung mencari Lavanya.


Sekarang Dokter Sam dan Dokter Risma meracik ramuan itu.


Setelah beberapa saat, “akhirnya sudah jadi” ucap Dokter Samuel


Ramuan itupun diberika kepada Lavanya untuk dimiun, namun Lavanya tidak dapat menelan ramuan itu.


“Apa yang harus kita lakukam Sam?” Ucap Risma yang mulai panik


“Tenanglah pasti ada cara” ucap Samuel menenangkan.


Sementara di luar ruangan Aciel, Tiara dan kedua sahabat Aciel sedang menunggu. Terlihat Aciel yang mondar- mandir di luar ruangan ICU, dia terlihat tidak tenang, Tiara yang meilihat itu mendekat ke arah putranya itu.


“Aciel tenanglah, mama yakin Yaya pasti kuat dan pasti sembuh” ucap Tiara sambil menepuk- nepuk pundak Aciel.


“Iya mah” ucap Aciel

__ADS_1


CEKLEK


Pintu terbuka, “Aciel ikutlah masuk” ucap Dokter Samuel.


“Apakah aku juga boleh masuk Dok?” Tanya Tiara


“Lebih baik nyonya menunggu diluar saja” ucap Dokter Samuel sopan


Tiara nampka kecawa namun dia akan melakukan yang terbaik demi kesembuhan Lavanya.


Aciel yang telah masuk bersama Dokter Samuel, “Dok bagaimana keadaan Yaya, apa dia sudah membaik?” ucap Aciel penuh khawatir.


“Aciel, Lavanya tidak bisa menelan ramuannya, jadi kamu harus membantu Lavanya” ucap Dokter Samuel


Samuel pun memberikan ramuan itu ke tangan Aciel, “apa yang harus aku lakukan dangan ramuan ini?” Tanya Aciel


“Kamu pasti tau Aciel, lakukanlah kesembuhan Lavanya ada di tanganmu” ucap Dokter Samuel


Dokter Samuel dan Dokter Risma pun keluar dari ruangan membiarkan Aciel sendiri disana dengan ramuan itu.


“Yaya berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku lagi! Begitupun aku juga akan berjanji, mari hidup bersama, mari ciptakan hidup yang bahagia” ucap Aciel yang berbisik di telinga Lavanya.


Aciel pun meminum Ramuan itu namun tidak menelannya, dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Lavanya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2